ELEANOR

ELEANOR
Mencuri makanan



Dengan cepat Carla menggendong adiknya menjauhi tempat mereka dibesarkan selama sepuluh tahun,Carla tak pernah menoleh kebelakang.Sementara Cal selalu menoleh kebelakang saat ini,melihat untuk yang terakhir kalinya rumah mereka.


'Drap,drap' ia berlari secepat yang ia bisa.


Sepanjang perjalanan Cal hanya menatap kosong arah depan,tak tau harus apa.Ia ingin bertanya pada kakaknya,apa yang harus kita lakukan setelahnya?Namun Cal merasa tak enak jika bertanya seperti itu karena Carla pasti juga tak tau harus seperti apa.


Orang tua sudah tiada lalu bagaimana anak anak itu bisa hidup tanpa mereka?


"Hosh...Hosh" Carla berhenti sejenak dengan tangan bersender ke arah pohon.Sungguh ia lelah,menggendong tubuh adiknya sambil berlari bukan hal yang mudah bagi gadis itu apalagi saat ini dengan begitu bodohnya Carla tak memetik atau mengambil makanan juga minum di dapur...Yaa~Bagaimana bisa mereka mengambil makanan di dapur sementara mayat orang tuanya berceceran di pintu masuk,Sebagai manusia normal dan sewajarnya anak kecil yang ketakutan tentu mereka tak berani untuk masuk melangkahi mayat kedua orang tua nya


Tanpa makan dan minum,Carla tak mampu sampai ke daerah Nerkel


"Kak..."Cal memandang sendu kakak nya yang saat ini tengah beristirahat.


Cal pun menolah noleh sekitarnya dan menajamkan pendengarannya berharap ada mata air di sekitar sini namun tetap saja tak terdengar bunyi gemericik sama sekali dan hal itu membuat Cal murung


"Hah..."Carla bernapas dengan teratur kemudian setelah ia rasa cukup,Carla kembali berdiri dan menggendong adik nya.Sungguh ia lelah dan ingin tidur hanya dalam 1 hari,tidak,beberapa jam saja Carla sudah bersyukur diberikan waktu istirahat,namun situasi sekarang bukan saatnya untuk bersantai.Carla tak boleh istirahat dalam waktu lama!


Hari sudah menjelang malam suara tapakan kaki menjadikan alunan suasana yang sepi dalam hutan,desiran angin malam yang dingin menusuk kulit mereka yang tanpa pakaian tebal,pohon pohon rindang di depan terlihat begitu menyeramkan membuat jalan jalan yang ia lalui menjadi suram.


Jauh rasanya jarak yang Carla tempuh,bahkan ini saja belum terlihat penginapan 'Lodging Chrett'.


Cal berada tenang di punggung sang kakak sembari menerangi jalan yang Carla tapaki.Seringkali juga Cal menggosok tangannya untuk mengurangi malam yang dingin,Carla juga menghela napas mengeluarkan kepulan asap kecil dari mulutnya.Saat Cal merasa tubuh kakak nya sangat dingin,ia mengeratkan pelukannya berharap rasa hangat saling tersalurkan menghangati kedua kakak beradik itu.


Ini adalah pertama kali nya untuk Cal,tentu anak kecil berumur 5 tahun itu merasa kedinginan namun ia tak mengeluh jika ia mengeluh bukankah itu akan merepotkan kakaknya yang tengah berjuang?


Mereka tak membawa selimut atau memakai pakaian yang lebih tebal karena keduanya tergesa gesa ingin pergi dari rumah yang mereka tempati.


Bibir Carla bergetar hebat dan dengan segera ia menggigitnya,berusaha menahan dingin yang menusuk kulitnya.


'Bruk'Carla terjatuh dengan kaki yang tak sanggup berdiri lagi


"Ah!" Namun dengan cepat Carla melindungi adiknya agar tak terbentur dengan tanah


"Uhuk...maaf Cal,kakak tak kuat.Kita tidur ya"


"Umm"Cal mengangguk


"Sini!Kita pelukan saja biar nggak dingin"Ucap Carla sembari memeluk Cal erat,merasa pelukan di tubuhnya yang sangat erat pun Cal juga memeluk sama erat seperti Carla yang memeluk dirinya.Mereka berdua tidur dengan bersandar pohon.


.......


.......


.......


"Hosh,Hosh"Gadis itu mengusap keringat yang mengucur deras di dahi nya.Bibir Carla saat ini pecah pecah dan bunyi perut yang lapar terus terdengar dari kedua anak kecil itu.Seringkali Carla menyalahkan dirinya saat mendengar cacing cacing di perut Cal yang minta diisi,ia merasa gagal sebagai seorang kakak.


Carla lelah dan kakinya serasa mati rasa,ia juga ingin menangis namun ia tak boleh menangis untuk sekarang,jika Carla menangis lalu bagaimana dengan Cal?Tidak boleh,Carla harus kuat untuk adik nya


Sekali lagi ia ingin beristirahat namun kakinya harus tetap melangkah.Tak bisa dipungkiri sejujurnya Carla juga sangat lapar,tenaga nya terkuras habis.Meski Carla mampu menyembuhkan kaki nya sedikit demi sedikit,tetap saja Carla merasa lelah dan lagi meski ia punya sihir namun rasa lapar tak dapat di obati,dan hal itu pula yang membuat nya sama seperti manusia biasa,butuh makan juga minum.


Carla terus berlari sambil menolah noleh ke arah samping.


"Emm...Carla rasa Lodging Chrett sudah ada di sekitar sini"Batin nya,ia kembali mengingat lokasi penginapan yang pernah ia kunjungi bersama ayahnya


Tak lama kemudian,benar saja bangunan Lodging Chrett ada disekitar sini namun sungguh sayang,kini bangunan itu tak berdiri dengan kokoh bahkan tulisan 'Lodging Chrett' di papan atas pun miring.Penyangga batu nya rusak begitupun dengan pintu nya.


"Ah...Ternyata bangunan ini juga diserang"Batin Carla sembari menuju ke arah penginapan yang sudah rusak itu,terlihat bercak darah dimana mana juga potongan tubuh yang tak lazim untuk dilihat namun meski begitu Carla harus kesana berharap ada makanan yang dibawa para pemburu saat menginap


Cal hanya mengikuti kakaknya dari belakang,anak itu tau dan melihat betapa mengenaskannya mayat mayat berserakan disana namun ia tak berbicara sepatah kata pun dan hanya mengikuti Sang kakak melangkahi raga yang sudah tak bernyawa


Mayat laki laki dan perempuan,semua ada di sana.


Carla melangkah dengan hati hati lantaran ia juga ingin muntah melihat semua ini,namun Carla terpaksa jika tidak mereka akan kelaparan lagi nanti malam.


Carla menggandeng tangan adik nya erat sementara tangan yang satu nya ia arahkan ke mulut dan hidungnya agar bau tak terlalu menusuk


"Cal,jangan menginjak mayat mayat ini!"Perintah Carla lirih akan tetapi Cal mampu mendengarnya


Carla masuk ke penginapan itu,ia menolah noleh ke arah ruangan yang terbuka dan sesekali memegang gagang pintu berharap ruangan itu tak terkunci


Carla mencium bau kentang di salah satu kamar yang terbuka,tak banyak omong Carla segera berjalan menuju ruangan itu sementara Cal saat ini berdiam diri menatap sebuah tas kulit yang berselempang di salah satu mayat laki laki.


Saat Carla sampai di ruangan yang dituju,terlihat sebuah kentang yang ada di atas piring meja tersebut,Carla pun membungkusnya dengan kertas yang ada disamping meja.Sedetik kemudian,Carla tersentak kaget karena tak mendapati adiknya di belakang.Dengan segera Carla keluar dari kamar itu,ia menghela napas lega tatkala melihat Cal yang tengah mengambil sesuatu dari dalam tas kulit yang berselempang ditubuh salah satu mayat


Tentu hal itu membuat Carla syok melihat keberanian adiknya,entah apa yang ia ambil dari tas itu.Carla segera mendekat ke arah Cal yang saat ini tengah serius mengambil dengan hati hati


"Sedang mengambil apa Cal?"Bisik Carla jongkok mengikuti adik nya,Cal tentu terkejut namun ia tak sampai berteriak sebenarnya Cal sedari tadi menahan napasnya saat mendekati tas itu