ELEANOR

ELEANOR
Beli kain



"Kiri"Jawab Erye namun kemudian ia kesal karena ada jawaban lain yang berbeda dengannya


"Kanan"Siapa lagi kalau bukan Millia yang muncul sekian lama menghilang ntah kemana


"Kiri!"Ucap Erye menatap tajam pada Millia


"Kanan!" Balas Millia tak mau kalah


Mereka berdebat terus seperti itu,layaknya anak kecil.Padahal keduanya sudah berumur belasan


"...Emmm"Carla mengerutkan dahinya sambil menatap kedua temannya dengan intens


"...Cal,yang bagus sebelah mana?"Pada akhirnya Carla meminta pendapat adiknya yang terlihat sibuk memakan jajanan,anak berumur 8 tahun itu tak peduli akan hal ini,ia pun juga acuh terhadap perdebatan kakak kakaknya


Sebelum menjawab Cal diam,lalu menoleh pada Millia dan Erye,kemudian Cal melihat makanan di tangannya.


"Kanan"Hanya satu kata yang keluar dari mulut anak kecil itu kemudian Millia tersenyum girang


"Ahahaha,sudah kubilang kanan"Ucap Millia sembari tertawa namun ia menutupinya dengan telapak tangan


Carla berpaling sebentar dan terlihat berpikir


"Apapun pilihannya,Rue akan tetap senang karena ia beranggapan bahwa kau yang memilihnya Carla"Ucap Erye tenang


"Beuuhhh"Millia masih sempatnya mengejek Erye yang kalah


'Puk' Millia bertos ria kecil dengan Cal


"Kak,jangan lupa arbanatnya ya.Kan Cal sudah memihak kakak"Bisik anak kecil itu yang ternyata ada mau nya.Tentu Cal pintar,Uang saku dari keluarga Krysi dibawa oleh Sang kakak jadi jika Carla bilang tidak beli maka benar lah terjadi


"Stt,iya"


Hening sejenak...


namun kemudian Carla pergi menuju penjual nya untuk membayar,alangkah terkejut mereka saat Carla membeli pilihan yang kiri


"Loh....?"Batin Millia dan Cal sementara Erye tersenyum lebar


"Pak ini semua jadi berapa?"


"Oh,itu semua jadinya 5 koin tembaga"Jawabnya dan Carla dengan segera mengeluarkan koin di saku nya.Mata uang disini menganut daerah lain!


Pak penjual itu pun dengan segera memasukkan barang pembelian Carla ke dalam kantong namun seseorang datang dan berbisik pada penjual itu,bisikan yang tak Carla ketahui tersebut membuat penjualnya terkejut kemudian dia terlihat menghela napas sembari menggeleng.Carla hanya mengernyit melihatnya


"Nona,maaf atas ketidaknyamanannya di toko bapak tadi"Ucapnya yang tak Carla mengerti


"Ah?..."Carla heran dengan pernyataan penjual didepannya ini namun terlihat penjual itu tak bergeming atau mengucapkan kata lagi setelahnya


"Terima kasih pak"Ucap Carla tersenyum sebelum beranjak.Carla beserta yang lain keluar dari dalam toko


"Millia,kau tadi habis kemana?"Ucap Carla menanyai Millia perihal hilangnya gadis itu tadi


"Aku?"


"Iya"


"Aku tak keluar,aku juga berada di toko yang sama hanya saja...sedikit terpisah"Jawab Millia.Carla melirik sebentar dari ujung matanya kemudian ia hanya ber 'oh' saja


Selepas keluar dari toko,Carla mendapati Nona Arshen duduk berbincang bincang dengan wanita paruh baya


"Sudah selesai?"Tanyan Nona Arshen sembari berdiri dari duduknya


"Sudah"Jawab Carla kemudian ia melihat nona Arshen nampak membungkuk...mungkin berpamitan pada wanita yang berbincang dengannya tadi


Setelahnya,Nona Arshen memeluk Millia dan Carla tanpa malu


"Kakak dari tadi disana?"Tanya Carla


"Tidak,bukankah aku tadi masuk bersama kalian ke toko...Hanya saja aku keluar karena melihat pemandangan yang memuaskan dari dalam toko"Jawab nya sembari melirik ke arah Millia yang terkejut


"Oh...Apa tadi ada yang berbicara tentang Carla?"Tanya Carla merasa janggal


"Tidak"Dengan kompak kedua gadis itu menjawab


Carla dan yang lain berjalan dan terus berjalan hingga sampai ia ke pedagang kain di daerah Nerkel


Kain itu tak di jual dalam bangunan seperti toko manik manik namun hanya di pajang di depan dan juga diletakkan di meja meja


"Kain untuk Cal?"Tanya Millia berbasa basi,Carla mengangguk sebagai jawaban.Ia mengelus kain lembut di tangannya


"Tidak usah,menurut Carla kain itu sama saja,disini juga bagus kok jadi tak perlu repot repot barter dengan luar daerah"Balasnya sembari tersenyum


Millia menatapnya dengan pandangan yang sulit begitu pun dengan Arcena,namun kemudian Nona Arshen tersenyum


"Benar yaa~Kamu sangat rendah hati,Dik"Seru nya dan Carla sudah tak lagi menatap mereka,ia sibuk memilih kain yang cocok dan nyaman untuk adiknya


Sementara Cal terlihat tak mempedulikan mereka,anak itu malah merepoti Erye dengan ngoceh melihat pedagang makanan.


"Kain...itu terlihat cocok dengan Cal,Carla"Ujar Millia menunjukkan kain halus berwarna biru


"Hmmm~Penilaian Millia bagus ya"Seru Carla


"Tapi yaa~Carla rasa memilih baju untuk Cal terserah bahkan bila sembarangan pun tak apa...Lihat itu!Seseorang yang bersangkutan malah terlihat tak peduli"Ucap Carla jengah


"Hah!Biasa lah itu,laki laki kan tak terlalu memperhatikan penampilan?"Ujarnya mengingat Lion


"Kata siapa?"Kali ini Arcena yang berbicara


"Tuh,Lion!Ya dia tak memperdulikan penampilan karena sudah percaya diri dengan wajah nya,sering kali juga ibu yang memperhatikan penampilan pewaris keluarga Krysi"


"Ahahaha"Carla tertawa begitu lepas mendengarnya,Millia membandingkan serta membicarakan kembarannya!


Begitu pun dengan Nona Arshen yang memandangnya dengan pandangan lucu.Bagaimana bisa Millia,Sang pewaris keluarga terhormat mengumbar kisah kembarannya?


"Ya sudah,Carla akan ambil ini!"Serunya memutuskan.Ia mengambil kain berwarna biru


"Tapi...Itu juga terlihat bagus"Tunjuk Carla pada sebuah kain yang menurut mereka berdua sangat cerah,secerah hatinya


Nona Arshen dan Millia memandang kain itu kemudian memandang Carla dengan pandangan aneh


"Kamu serius,Carla?"Tanya Arcena


"Iya~"


"...Mungkin...Cal tak akan mau memakai nya"Ujar Millia pelan


Nona Arcena menghela napas tak percaya,mungkin Carla menginginkan adiknya memiliki wibawa cerah?


"Jangan!"


"Kenapa Mil?"


"I-Itu...Anu..."Millia nampak ragu dan gelagapan


"?"Carla semakin bertanya tanya hal itu,mengapa Millia melarang membeli kain cerah secerah matahari


"...Itu...Ah!Kainnya sedikit jelek dan tak begitu halus..mungkin Cal tak akan nyaman nantinya"Ujarnya mencari alasan,tak mungkin kan Millia menghancurkan hati Carla dengan bilang bahwa warna nya norak atau segala macam


"Ah~Terimakasih"Ucap Carla sembari tersenyum lembut pada Millia yang selalu memperhatikannya


Setelah nya Carla membeli kain itu,ia berniat akan menjahitkan kain sebagai baju Cal dan tentunya harus nyaman agar lebih leluasa bergerak


Carla dan kedua gadis itu beranjak menuju Erye dan juga Cal


Terlihat Carius yang memakan makanannya,ntahlah makanan itu tak habis habis atau Cal saja yang memakannya dengan perlahan?


"Cal!"


"Sudah kak?"


"Sudah"


"Kamu tak merepotkan Erye kan,Cal?"Tanya Carla


"Ish,tidak kok"


"Bagus lah"Carla membelai rambut adiknya lembut


"Kak...mau beli itu lagi!"Pinta Cal


"Tidak!"Dan dengan tegas Carla menjawab tidak


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Tolong biasakan Like&Komen!...


...Terimakasih 😉...