
"Hiks,Hiks,Hiks."
"Huft.Nih kakak kasih kue,Jangan nangis lagi ya"Anak itu menerima nya
"Eng?Tapi ini sakit kak"
"Ah!Lutut kamu berdarah.Sini kakak sembuhin"Ucap Carla yang tidak tega.Ntah kenapa adegan ini membuatnya teringat Cal yang waktu itu juga terjatuh
Lalu Carla menempelkan tangan nya ke lutut anak itu dan ia memejamkan mata berdoa.Setelah itu sinar cahaya kecil mengelilingi lutut sang anak .
Tetapi setelah itu sang ayah malah menarik Carla
"Apa yang kamu lakukan Carla?"Sentak Sang ayah terlihat marah
"Ah...Carla tadi menyembuhkan lutut anak ini"
"Tapi dengan sihir kamu itu?Berpikirlah nak sebelum bertindak.Sudah terlambat saat ini,Kamu sudah menyembuhkan nya"Ucap Sang ayah yang masih marah
Kemudian Collyn melihat sekeliling Untunglah tempat ini ramai jadi kemungkinan tidak ada yang melihat hal tadi dan semua orang sibuk dengan kegiatannya masing masing.Collyn menghela napas lega
Tetapi sang anak malah histeris.Ia sangat terkejut dengan lutut nya yang tidak lagi berdarah
"Ahhhh.Apa ini kak?"Tanya anak itu.Teriakan anak tersebut membuat mereka menjadi pusat perhatian saat ini
Carla segera membungkam mulut anak tersebut,mengkode kan untuk diam dan bilang bahwa tidak apa apa.Anak itu pun mengangguk
"Ah maaf,Aku hanya berteriak karena terjatuh"Ucap anak itu agar tidak menjadi pusat perhatian
Setelah itu Carla menggandeng anak tersebut supaya berdiri.
"Sudah tidak sakit lagi kan?"Tanya Carla
"Em...Kak,Apa yang kakak lakukan tadi?Kenapa sudah tidak sakit?"Tanya anak itu sedikit gemetar
"Oh~Itu,Sihir"
"A-Apa?Sihir???Apa kakak penyihir hitam?"
"Carla,Cukup"
"Emm...Iya,Ayah"
"...Kak,Kakak.Apa kakak bukan penyihir hitam?"
"Menurutmu bagaimana?Tentu saja bukan,Bagaimana bisa kakak yang cantik ini disamakan dengan penyihir jelek?"Jawab Carla
"..."
"Oh ya dik.Dimana tempat tinggal mu?Kemana orang tua mu?Dan namamu siapa?"
"Eh?Iya Lupa.Perkenalkan kak namaku Erue Vroth"Ujar anak itu
"Oh,Salam kenal ya.Nama kakak Carlatte,Erue bisa panggil kak Carla"Ujar Carla
"Dan ini ayah kakak"
"Ohh...umm,Hallo paman"
"Iya,Nak Erue"Jawab ayah dengan ramah
"Lalu Erue,Dimana rumahmu?Kakak akan antar"
"Emm...Disana"
Mereka berjalan menuju rumah Erue.Sesampai nya disana terlihat pasangan paruh baya yang waktu itu menghentikan mereka saat memasuki desa Mogri
"Ibu!Ayah!!!"Ucap Erue
"Ah!Putrakuu,kamu kemana saja?Apa kamu merusak lagi?"Ujar wanita paruh baya itu yang hampir menangis
"Eh?Mereka sepasang Orang tua dan anak?Jadi Erue anak pemimpin desa ini?"Batin Carla
"Ibu,Rue tadi terjatuh,lalu kak Carla menolong Rue"
"...Eh?Bukan kah anda tuan dan nona muda kemarin?"Ucap wanita itu
"Ah,Iya.Tidak disangka kita akan bertemu lagi"
"Ohohoho ternyata anda,terima kasih ya sudah menolong dan mengantar putra saya yang nakal ini"Ujar laki laki paruh baya itu
"Ah iya,Tidak apa apa hohoho"
"Hmm...Baiklah mulai sekarang kita berteman"Ujar laki laki itu sambil menepuk punggung ayah
"Ahahahah tentu saja,saya tidak keberatan.Oh ya panggil saya Collyn saja tidak perlu dengan 'tuan' "
"Oh...Baiklah,kalau gitu Collyn juga harus memanggilku dengan nama.Nama ku Lery Vroth dan ini istriku Lila"
"Ahahahah baiklah baiklah.Persahabatan kita terjalin ya,Oh ya ini putriku Carlatte"
"Carlatte"Ucap Carla
"Ohohoho,Astaga kamu anak gadis yang imut ya.Dari pertama kali bertemu saja,Bibi sudah menyukai mu.Aduh~Karena bibi tidak punya anak perempuan,Bibi jadi begitu senang"Ucap Bibi Lila,Carla tersenyum manis menampakkan gigi nya
"Huft,Ibu sudah~.Kak Carla,Ayo masuk ke dalam rumah Rue"Ucap Erue menggandeng tangan Carla
"Ohohoho ya ampun anak anak sangat bersemangat ya,generasi tua juga harus bersemangat dong,Collyn ayo kita bermain Dam"
"Ayo,Aku sudah lama tidak bermain jadi harus dilatih lagi nih"Ucap Collyn dengan bersenda gurau
"Hohoho,Lila tolong buatkan minum untuk kami"Perintah Lery pada Lila,istri nya.Lila mengangguk paham kemudian ia berjalan ke dapur
Di sisi lain~.Carla saat ini tengah digandeng oleh Erue memasuki rumah.Rumah itu tidak luas karena hanya desa tetapi meski begitu Carla merasa ada kedamaian di rumah ini.Erue menggandeng tangan Carla ke setiap ruangan
Sampai akhirnya Erue berhenti di tengah tengah lukisan.
"Eh?Ada apa Erue?"Tanya Carla yang tidak mengerti kenapa anak ini berhenti.Lalu Carla menoleh ke arah dinding,disana ada sebuah lukisan keluarga,Ada Paman Lery,bibi Lila,Erue yang digendong karena masih kecil dilukisan itu ,Dan juga satu anak laki laki yang sudah lumayan besar.
"Apa itu kakak mu?"Tanya Carla
"Hmm"Jawab Erue dengan mangangguk
"Lalu dimana ia?...Emm.Anu maksud Carla,Carla...Maaf Carla lancang"
"Hehehe tidak apa apa Kak.Lagian kakak Erue masih hidup"
"Oh,Lalu?"
"Kakak Erue itu kuat,Ia sudah menjadi pemburu diusia 5 tahun.Tetapi sudah 1 tahun ia tidak balik ke rumah nya.Ibu selalu menangisi kakak di sela sela malam,Rue tau itu."
"1 tahun?"Mungkin itu adalah waktu yang singkat bagi seorang pemburu namun 1 tahun adalah waktu yang lama bagi seorang ibu merindukan anaknya.
"Iya,Dia adalah kakak yang hebat.Di usia yang masih dini kakak Erue sudah memegang pedang dan mempunyai minat menjadi pemburu.Berbeda dengan Rue yang masih nakal padahal sudah usia 4 tahun...Dan Rue yakin kakak saat ini masih hidup"
"Oh...Tidak apa apa,jangan membandingkan dirimu dengan kakak mu"Ucap Carla menepuk kepala anak kecil itu
"Tidak,Rue tidak membandingkan diri Rue dengan kakak.Rue tau kakak sangat berjuang selama ini dan Rue juga tau kalau Rue tidak akan bisa seperti kakak"Ujar Erue tersenyum
"Erue dan kakak mu itu hebat ya"
"Ehehehe,Terima kasih kak Carla"
"Oh ya,Nama kakak mu itu siapa?"
"Hm?Oh!Erye,Erye Vroth"Ucap nya memperkenalkan sosok Sang kakak
Setelah percakapan itu mereka melanjutkan jalan nya,Erue juga menjelaskan tentang asal usul desa Mogri ini.Mereka berjalan dengan dipenuhi obrolan obrolan yang menyenangkan
Setelah dirasa perut mereka berbunyi tanda lapar,kemudian tercium bau enak dari dapur.Carla dan Erue bersemangat untuk melihat,di dapur itu terlihat Bibi Lila sedang sibuk membuat sesuatu.
"Ibu!Buat apa?"
"Buat kue untuk kalian makan"
"Wahh,Kue?Bibi Lila bisa membuat kue?"Tanya Carla antusias