
Fajar mulai menyingsing,tepat di bawah pohon nampak seorang gadis tengah meringkuk sembari tersenyum dan mengintip dari balik semak semak yang menutupinya
"....47,48,49,50! Sudah belum kak?Cal mau cari nihhh"Ucap seorang anak kecil yang tengah berhitung menutup matanya kemudian anak itu membuka mata dan menolah noleh ke arah lain seperti sedang mencari sesuatu.
"Hmmm~Sembunyilahh dengan benar~awas nanti ku tangkap~♪ Jangan sampai kelihatan.La la la la la~ ♬ ♪"Ia bersenandung kecil di temani dengan derap langkahnya juga pandangan yang sejak dari tadi melirik ke arah lain.
Angin sedikit semilir membuat semak semak bergoyang mengikuti arah angin.
'Srek'
"Hohh~Sudah Cal bilang kan,Sembunyi dengan benar!"Ucapnya sembari mendekat ke arah semak semak yang bergoyang pelan tadi dan...
"Baaa!"Ia mengagetkan di balik semak itu...namun ternyata tak ada seseorang yang ia cari keberadaannya di semak semak tersebut
"Ehh?Tak ada!Emm...Mana ya kakak ini?"
Ya~Benar,mereka sedang memainkan petak umpet dan giliran Cal yang jaga sementara Carla bersembunyi dengan tenang
"Hihihi..."Dari seberang terdengar suara cekikikan seorang gadis yang tengah menahan tawanya melihat reaksi Cal
Gadis itu tengah meringkuk dengan senyuman manis yang tak pernah pudar
(Carla sedang memakai gaun pemberian ayahnya saat ini)
"Ishh...Mana sih kakak?Kenapa susah sekali di temukan!"Gerutunya kesal
Gadis itu sekali lagi menahan tawanya yang tak mau berhenti
"Hmmm~"Cal berhenti dari langkahnya kemudian ia melihat ke arah semak semak di seberang saat mendengar suara cekikikan samar
"Aduhhh~Kakak jangan jauh jauh dong sembunyi nya,kan Cal jadi kesulitan!"Oceh nya sekali lagi namun pandangan tak pernah lepas dari semak semak di seberang nya nampak ia mencurigai keberadaan kakaknya di semak semak itu.
'Srek'Terdengar suara gesekan antara baju juga tanah begitu lirih,sangat lirih.Namun tentu saja setelah itu Cal menyeringai seolah olah sudah tau
"Ahhh~Sembunyi lah kakak ku tercintaaa.Jangan sampai ketahuan"Lagi lagi ia bersenandung dan melangkahkan kaki ke arah semak semak itu namun sangat pelan langkahnya
Carla mulai merasakan tidak enak dalam dirinya seolah olah keberadaanya tengah diketahui
"Ba!!!" Tak tanggung tanggung,Cal mengageti nya dari belakang.Sungguh jantung Carla serasa mau keluar dari tempatnya
"...Kamu bisa tau keberadaan kakak?"
"Kan Cal hebat~ Nah sekarang kakak yang jaga!"
"Huft...Yasudah,kamu yang sembunyi.Kakak tutup mata disini"Ucap nya,Cal kemudian mencari persembunyian setelah Carla menghitung angka dari 1 sampai 50,seperti yang Cal lakukan tadi.
Selesai,Carla berdiri.Bahkan hanya dengan ia berdiri ia sudah tau dengan keberadaan Cal,entah sejak kapan Carla jadi merasakan sekitarnya padahal sebelum ia benar benar beranjak dari posisinya
Carla tau adik nya sekarang bersembunyi dimana,ia tak mau di bilang curang karena cepat menemukan jadi...dengan keterlaluannya Carla malah mengambil buah apel di dapur dan memakanya di kursi kayu dan dibelakangnya ada sebuah meja panjang.
Carla menikmati apel nya sembari duduk bersantai padahal ia tau di bawah meja pas ada Cal yang sedang bersembunyi.
Mereka berada sebelahan hanya saja keduanya menatap berlawanan arah.Cal yang menyadari karena mendengar suara 'krauk,krauk' itu pun menoleh dengan hati hati ke arah seseorang yang duduk di kursi.Betapa terkejutnya dia saat melihat bahwa kakaknya tengah duduk bersantai sambil memakan apel,Cal hendak berdiri karena terkejut namun kemudian ia menutup mulutnya dan tetap diam.Cal berpikir bahwa kakaknya tak tau dirinya ada disini dan Sang kakak hanya sedang duduk sembari memakan apel
"Hmm~,Cal~Kakak cari nihh"Ucap nya seraya berdiri dari tempat duduknya dan mulai mencari.Cal menghela napas lega namun kelegaanya tak berlangsung lama saat ia begitu terkejut melihat kepala Carla muncul secara terbalik dari meja dan lagi yang membuat Carla nampak seram adalah ia tersenyum dengan gaya menyeramkan yang memang sudah diatur oleh Carla sendiri.
"Aihhh~Ketemuuu!!!"Ucap nya melebarkan senyuman dengan nada yang aneh dan rambut yang menjulang panjang
' Jduggg' Begitu keras bunyi nya.Seketika darah mengucur keluar dari kepala anak kecil itu dan Carla pun semakin histeris melihat darah adiknya dan tentunya ada benjolan dari hasil benturan itu.Sakit!Pasti sakit sekali
Petak umpet?Tamat dengan akhir Cal yang begitu mengenaskan~
.......
.......
.......
Hembusan angin begitu menyejukkan pagi ini.Cal dengan segar bugarnya pun mengikuti Sang kakak menuju gua,seolah olah kejadian tentang bocor nya kepala Cal waktu itu tak pernah terjadi namun meski begitu bukan berarti kejadian tersebut tak pernah ada.Lihatlah kepala Cal dengan seksama!Sungguh benar ada!Kain yang menjadi penambal untuk kepala Cal yang berdarah kemarin
Jujur saja,Kemarin Carla berniat menyembuhkan kepala Cal dengan sihirnya namun ketahuan oleh Blic sehingga ia tak jadi dan hanya mampu melihat Cal yang meringis penuh kesakitan karena luka benturan di kepala nya,sungguh rasa bersalah yang menyakitkan namun disisi lain Carla juga ingin menertawakan adiknya hanya saja...Ia tak sampai hati melakukan itu disaat Sang adik benar benar merasakan kesakitan yang nyata
"Wahh...Kakak beneran mau mengubur gaun itu?Itu gaun indah kak,nanti kalau suatu saat kita lihat lagi pasti nya gaun itu sudah sangat lusuh dan Bukankah kakak baru pertama kali memakainya?"
"Tidak apa apa.Mengabadikan momen kemarin itu lebih penting daripada pakai memakai gaun ini lagi,hihihi"Jawab Carla dengan tangan yang ia letakkan di mulut bersamaan cekikikan di akhir .Carla berniat mengubur gaun hadiah ayahnya itu di gua bersama dengan alat alat lukis Cal yang sudah di pendam dari kemarin kemarin
"Huh!Yaaaa~Tertawa saja!Biar kakak puas."Tak ada lagi yang berbicara setelah itu,Carla begitu fokus meletakkan gaun nya di samping alat lukis
"Emm...Boneka kakak tidak di pendam juga?"
"...Tidak usah"Jawab Carla
"Oh"Cal hanya ber'oh' singkat dan padat
Setelah itu Carla naik ke atas batu diikuti dengan Cal
"Cal,Selamat hari lahir!"Ujar Carla
"Wahhh,Kakak ingat ya!Lalu...mana hadiah Cal?"Ucap Cal sembari mengadahkan tangan di hadapan kakaknya
"Nanti!"
"Ehehe iya~"
Sementara di tempat lain~
"Hmmm~Mari kita bantaiii~"Ucap nya dengan nada sensual
"Tuan,Saya sudah mengurus 2 siluman kembar itu"
"Baguslah~Horald memang selalu bisa diandalkan ya"
"Terima kasih pujiannya tuan,hamba tersanjung.Sekarang anda ingin saya melakukan apa,tuan?"
"Hmm~Horald,kemarilah!"
Tanpa banyak bicara laki laki tampan bernama Horald itu menuruti nya.Wanita itu mengangkat dagu Horald sembari tersenyum.Tidak,apa lebih tepatnya gadis?Entahlah.
Dari tangan wanita tersebut keluar seekor kalajengking kecil kemudian masuk ke dalam mulut Horald.
"Ahhh~Aku heran,dari tadi kau menyebutku tuan,tuan dan tuan.Apa kau tak tau aku lebih layak disebut Lady?"Ucap nya lagi dan menutup mulut Horald,Mata Horald saat ini tertutup
"Hah...Banyak,Sudah banyak sekali pengawal setia ku kau bunuh...dan kali ini Horald yang mati"Kata seorang laki laki yang muncul secara mendadak di belakang wanita itu
"Fufufu,bukankah dia ini pengawal setia mu lantas kau tak percaya dengan kekuatannya?Memangnya Horald mampu mati semudah itu,seperti para pengawal yang lain?Aku rasa tidak"Ucap nya seraya melepaskan tangan yang menjadi penopang tubuh Horald,dan Horald terlentang begitu saja.