
Setelah Erue turun,Carla segera mandi lalu ia bergegas turun ke bawah bersama yang lain
Di lantai bawah,Tepatnya di ruang makan.Kini semuanya sudah berkumpul menjadi satu di meja makan itu.Terdapat Collyn,Paman Lery,Bibi Lila,dan juga Rue.
"Oh Hai,nak.Baru bangun?"Sapa Sang ayah pada putri nya
Carla tertunduk malu karena bangun kesiangan,Ia sangat nyenyak malam tadi karena selama beberapa hari ini Carla tidak bisa tidur dengan nyenyak dan nyaman di atas pohon
"Maaf bibi,Carla baru bangun sehingga tidak ikut membantu bibi tadi pagi"Ucap Carla menunduk pada bibi Lila,Ia merasa tidak enak karena tidak membantu Sang bibi
"Hohoho,Tidak apa apa Sayang.Jangan terlalu diambil pusing"Kata Bibi Lila memegang bahu gadis kecil itu agar tidak menunduk terus,tangan bibi yang satu nya pun mengelus pipi Carla
Carla terperanjak kaget.Ia tidak pernah diperlakukan seperti ini sebelumnya
Tidak pernah.
Jika Carla bangun kesiangan dan tidak membantu Blic,maka seperti tadi Carla akan meminta maaf pada Blic,tetapi respon Blic?Jangan kan memegang bahu Carla atau pun mengelus pipi Carla hangat,Blic hanya tidak merespon ucapan maaf Carla,Ia memilih acuh dan tidak melihat gadis kecil itu
"...Terima kasih bibi,Karena tidak mempermasalahkan Carla karena bangun siang"Ucap Carla tulus
Sang bibi hanya tersenyum dengan lembut lalu mereka makan bersama.
Waktu sudah menunjukkan siang,Carla dan ayah nya berniat akan melanjutkan perjalanan mereka yang tertunda 1 hari.Kini mereka sedang bersiap siap,Tak lupa Carla membawa permen yang diberikan oleh Rue tadi pagi,Ia terus menggengam nya nampak sekali Carla tidak mau meninggalkan permen itu disini,sangat jelas jika gadis kecil itu ingin mencicipi rasanya,rasa permen yang katanya manis itu.
Setelah selesai sepasang ayah dan anak itu berpamitan pada paman Lery,bibi Lila dan juga Rue
"Lery,Maaf aku tidak bisa berlama lama disini.Aku harus segera melanjutkan perjalanan"Ucap Sang ayah yang masih tidak rela berpisah pada sahabat baru nya itu yang sudah seperti keluarga
"Tidak apa apa Collyn.Nanti kamu harus sering sering ke sini ya dengan istri dan juga anak mu yang satunya"Ucap paman Lery yang juga terlihat sedih
Sungguh,Muka Carla saat ini tidak tau harus berekspresi seperti apa melihat drama lebay antara ayah nya dan paman Lery,Ia ingin tertawa tetapi tidak berniat merusak suasana sedih dan haru ini.
"Nak Carla,Kamu juga harus kesini lagi ya suatu saat"Ujar bibi Lila sambil memeluk erat tubuh kecil Carla.Bibi Lila sungguh sangat menyayangi Carla seperti putri nya sendiri sehingga ia tidak rela jika gadis kecil itu akan pergi
Carla mengangguk dan menepuk nepuk pungguh Sang bibi,Ia menenangkan bibi nya.
"Tenang saja Bi,Carla akan datang kesini lagi kok untuk menemui bibi dan paman"Ucap Carla menenangkan bibi Lila
"Huhuhu,Carla memang gadis yang baik ya"Ucap bibi yang mulai melepaskan pelukan nya
Carla hanya tersenyum manis menanggapi perkataan bibi Lila
"Kak Carla"Panggil Rue
Carla mengangguk lalu ia mengelus kepala Rue
Setelah selesai berpamitan,Carla dan ayah nya segera melanjutkan perjalan mereka.Tak lupa Carla maupun sang ayah melambaikan tangan nya pada bibi,paman dan juga Rue sebelum benar benar meninggalkan desa Mogri
'Swisshh,Swish...Tap,Tap.."Suara angin berhembus dan langkah kaki ke duanya terdengar di sepanjang perjalanan.Kini mereka memasuki hutan lagi
Di sepanjang jalan,Carla menemukan hal hal yang baru.Ia melihat adanya macam macam bunga dan bentuk pohon yang ada di dalam buku,Tetapi Carla tidak berani menyentuh bunga di hutan meski penasaran tapi ia tau hal itu tidak diperbolehkan.Tak lupa ia selama perjalanan selalu memakan permen yang diberi oleh Rue sehingga Carla sangat menikmati perjalanan ini
"Hmm~Na na na~"Carla bersenandung kecil sambil terus berlari dan sesekali ia mengamati bunga bunga dan juga pohon pohon disekitarnya
"Ayah,Permen itu manis sekali ya"Ucap Carla
"Memang,Permen itu kan berasal dari gula yang dibekukan"Ujar sang ayah tersenyum mengamati wajah bahagia putri nya
"Iya,Carla tau,Itu kan ada didalam buku penjelasan permen.Tetapi ayah,Carla tidak mengerti,dengan cara apa penjual permen ini membekukan gula?"Tanya Carla yang masih heran
Sang ayah mengangkat bahu tidak tau
"Itu kan rahasia penjual,jadi tentu saja hal itu tidak ada di buku yang pasaran"Ucap Sang ayah
"Oh.Hmm,Kalo saja Carla tau,Carla ingin membuat permen untuk Cal.Tapi bibi Lila juga tidak tau cara nya membuat permen waktu Carla tanya tadi"Ucap Carla lesu
Setelah percakapan itu,wajah Carla masih muram dan tidak sebahagia tadi.
"Ayah,Apa jika Carla beli permen lalu Carla berikan pada Cal.Apa permen itu tidak apa apa dimakan meski sudah berhari hari lewat?"Tanya Carla yang menginginkan adik nya makan makanan yang ia rasakan disini
"Tidak apa apa,Toh itu hanya gula yang dibekukan"Jawab ayah mengelus kepala Carla.Sejujurnya Collyn kagum pada Carla yang masih memikirkan Cal dan ingin membagikan kebahagiaan nya pada adik tercintanya itu selepas pulang dari barter
Carla mengangguk semangat mendengar perkataan ayah nya.Jika untuk kue?Mungkin Carla harus membuat nya sendiri dari hasil belajar memasak untuk Cal karena kata bibi Lila jika kue didiamkan beberapa hari dan tidak dimakan apalagi berminggu minggu maka rasanya sudah tidak enak lagi,Tidak seperti rasa awal nya.Oleh karena itu Carla berpikir ia tidak akan membelikan Cal kue.
Lalu...Carla harus berpikir untuk membelikan adik nya hadiah apa di hari lahir Cal nanti
"Huft"Carla menghela napas karena ia terlalu banyak berpikir.
3 hari berlalu,mereka sudah berlari di hutan selama 3 hari penuh,Makan dan tidur pun di atas pohon hingga kini membuat Carla sudah terbiasa,Nyamuk?Pftt,Apa itu?Carla sudah tidak merasakan sakit atau gatal dari gigitan itu,Ia terlihat sudah mati rasa terhadap gigitan nyamuk sehingga sudah tidak merasa apa apa lagi meski digigit berulang kali,Ntah itu karena faktor kekuatan nya atau karena memang Carla sudah kebal?
Apalagi Carla sudah tidak lagi terpeleset jika menaiki pohon maupun berjalan di dahan pohon
Biasanya sebelum tidur,ia sering kali melihat pemandangan bawah dari atas pohon.Hal itu ntah kenapa membuatnya damai