
Laki laki itu menatap tajam pada wanita tersebut saat melihat tubuh Horald terlentang begitu saja
"Hahh...Kau gila ya?memasukkan monster kalajengking ini ke mulut pengawalku...kau tau?meski kau dan aku memiliki tujuan yang sama dan kau tak jauh berbeda dengan ku tapi mikir mikir dong,Jal*ng"Ujarnya dengan kesal
'Grep'
"Kau mengatai ku Jal*ng?Dasar Br*ngs*k.Aku tak berniat emosi tapi nampaknya kau yang menyulut api ini"Ucap nya yang tak lagi dengan nada sensual atau pun santai,ia mencekik laki laki yang mengatainya jal*ng tadi.Namun bukan ekspresi ketakutan yang ia dapat kan melainkan ekspresi yang sangat dingin
"Hahhh...Kembali lah!Sekarang giliran ku.Kau tak akan bisa"Ucap wanita itu yang mulai mendingin dan kemudian laki laki tersebut menghilang bersamaan dengan Horald yang terbangun
"Aku akan menghancurkan aura suci ini dan saat itu lah kau masuk!Lakukan dengan cepat dan baik sebelum ia menyadarinya"Ujar wanita itu
Horald mengangguk dan disinilah awal semuanya bermula....
'Bzrthhhh....Bzrthhh'
Horald terus berlari menuju...Rumah Carla.Wanita itu menahan aura suci yang teramat kental di hutan itu agar tak melukai Horald yang sedang berlari,tidak,lebih tepatnya agar tak 'melukai' monster yang bersemayam dalam mulut Horald
Horald terus melangkah hingga sampailah pada rumah Carla...
"Hah...Di dalam hanya ada 2 orang,wanita dan laki laki"Ucap nya kemudian melangkah masuk.
'Tok tok tok' Terdengar suara pintu diketuk
"Iya,sebentar"Sahut dari dalam.Seorang wanita paruh baya yang terlihat sibuk di dapur pun pergi untuk melihat siapa yang mengetuk.Betapa terkejutnya ia saat mengintip dari celah pintu terlihat badan hewan yang sangat besar tengah menghancurkan pagar rumah
"Kyaaaaaa!"Teriakan itu melengking begitu keras sampai Collyn pun terbangun dari tidurnya.
"Graaaa"Monster berwujud kalajengking itu segera mendobrak dengan brutal.Itu adalah kalejengking tingkat tinggi yaitu Skorpios
Collyn dengan segera mengambil pedang nya saat mendengar dobrakan itu.Ia berlari cepat,sungguh tak pernah ia sangka selama 10 tahun berdiam diri hingga akhirnya hal tak terduga pun terjadi
Dengan refleks,Blic melempar vas kayu di meja dan...
'PYARRR' Vas itu pecah mengenai kulit monster yang keras.Blic takut,badannya tak berhenti gemetar sejak tadi,auman monster itu terdengar semakin kencang nampak ia marah dan menjadi brutal.Blic mencoba berbalik namun lagi lagi kakinya serasa tak bisa digerakkan.Dengan tenaga yang menekan rasa takutnya,ia mampu menggerakkan kaki akan tetapi sayang sudah terlambat
'Jrasshhhh'Darah mengucur deras dari kaki Blic yang terpisah dari badan nya dan Blic tumbang dengan bersandar di salah satu kaki meja
"Ughhh...Uhuk"
Blic terlihat sangat kesakitan saat kaki nya terpisah.Darah mengucur kemana mana,sungguh ia saat ini tak sanggup melihat kaki nya sendiri
"Graaaa..." Monster berwujud kalajengking itu memakan kaki Blic yang terpisah dari badannnya.
Tinggi sekitar 2 Meter dan sama seperti bentuk kalajengking pada umumnya.Blic sama sekali tak menangis namun matanya sungguh kosong.
Setelah memakan dengan brutal kaki Blic terlihat monster itu menyengat tangan Blic menggunakan racun khas kalajengkingnya
"Hah...Hah,Hah,Coll...yn"Wajah Blic terlihat memerah kemudian pucat seketika,darah keluar dari mulutnya
"Blic!!!" Teriak Collyn seraya mendekat mengacungkan senjatanya pada monster itu.Dan...Blic melirik,ia tak bisa menggerakkan lehernya ke samping seakan akan semua anggota tubuhnya lumpuh kecuali matanya yang masih mampu melirik.
Ini pemandangan detik detik kematian Blic,Ibu sambung bagi Carla.
Blic meneteskan air mata sembari mengingat kenangan lama,dimana kenangan itu awal dari kehancurannya
Bulir kemilauan terus menetes dari mata Blic yang saat ini tak berdaya,ia merasakan sakit luar biasa namun...kali ini ia bisa menangis setelah sekian lama
Ingatan ingatan yang selama ini menghantui nya mulai terputar kembali,melihat bagaimana dulu ia adalah seorang wanita yang beruntung.Lahir di keluarga lengkap,dihormati dan berkecukupan.Kasih sayang keluarga pun selalu ia dapatkan.
Collyn terus berusaha memotong kalajengking itu namun tetap saja tak bisa
"Sial...Bagaimana bisa monster tingkat tinggi ada disini"Batin nya kemudian menoleh pada Blic yang terkapar tak berdaya
"Apa ini akhir hayat ku?Anak anak...Tunggu!Carla dan Cal?"Sang ayah yang tersentak karena menyadari sesuatu itu pun menoleh ke arah halaman yang terlihat tak ada seorang pun disana,kemudian ia bernapas lega namun tak lama setelah ia mampu bernafas,monster itu kembali menyerangnya secara brutal.Membuat perabotan di rumah itu rusak dan hancur,rumah yang indah kini menjadi tempat medan pertempuran.
Ia terus berusaha mencari celah namun sungguh monster ini berbeda dari yang selama ia lawan.Dan lagi...Biasanya monster itu lebih senang untuk memakan daging manusia hidup hidup,mereka tak memilih untuk menggunakan racun seperti kalajengking ini seolah olah...monster yang ia lawan tengah mempersingkat waktu.
Collyn berlari cepat lagi setiap kali ia terpental mundur,kali ini ia ingin mengincar ekor nya karena dari tadi ekor itu ingin mengeluarkan sengatannya
'Tranggg' namun lagi lagi benturan keras terjadi
"Aku harus segera keluar dari sini.Tempat sempit ini tak menguntungkan bagiku untuk melawan monster di hadapan ku"Ucap nya kemudian berlari dari celah celah badan monster itu untuk keluar.
Namun anehnya saat ia sampai di pintu masuk,Laki laki itu terpental kembali menjauhi pintu.Pada akhinya Collyn tak mampu untuk keluar seolah olah rumah ini adalah tempat terkurung untuknya dan hanya bisa memilih untuk bertarung disini
Lama mereka bertarung hingga menghabiskan waktu 1 jam,manusia biasa tak mungkin dapat bertahan selama itu
Sementara di tempat Carla saat ini~
'Ssrrrrr' Desiran angin dingin menyapu kulit Carla,rambutnya indah berkibar menyatu dengan cahaya matahari yang mulai redup.Tanpa ia sadari,air mata menetes dari pelupuk nya,gadis itu menangis secara tiba tiba.Ia baru menyadari saat tepukan datang di bahu nya
"Ah!"Ia terkejut dan segera menghapus air mata nya
"Kakak kenapa menangis?"Tanya Cal cemas
"Tidak...Kakak tidak tau"Jawab nya.Cal pun tak lagi banyak bertanya karena Carla terlihat jujur tidak tau penyebab nya
Hening kala itu,hanya terasa hembusan angin menerpa mereka dengan membawa bau darah yang sampai di hidung Carla
'Ndus...Ndus`
"Bau...Darah?"Ucap nya lirih kemudian menoleh ke arah pintu gua.Ia mulai merasakan firasat tak enak yang datang dari rumahnya,sejenak ia menoleh pada Cal yang terlihat biasa saja nampak anak kecil itu tak mencium apapun
'Pulang' Hanya itu pemikirannya saat ini.Carla pun tanpa basa basi menggandeng tangan adiknya untuk pulang dan sebenarnya Cal juga terus bertanya saat ia ditarik dengan paksa oleh kakaknya namun Carla tak menjawab satupun pertanyaan Cal,ia terus bungkam selama perjalanan.
'Brakk'
'Uhukkk'Collyn terlempar mengenai kursi.Leher,punggung dan kepala nya sungguh sakit saat mengenai kursi kayu itu.Pandangannya pun menjadi buram,hingga sekeliling rumah nya seakan akan terlihat menjadi dua.
"Blic...Maaf tak bisa menjagamu"Ucap nya tulus sembari melirik ke arah Istrinya yang tersenyum dengan mata tertutup,terlihat buliran bening terus lolos dari pelupuk matanya.Blic,wanita itu tak kalah mengenaskan saat ini namun ntah kenapa ia seolah olah mendapat kembali kebebasan dan kebahagiaannya.
Dari sini terlihat dengan jelas,bahwa Blic lebih bahagia saat dia di masa masa dimana dirinya bersama keluarganya.Meski ia mencintai Collyn tapi kebahagiaan sejatinya tak ada pada masa saat ia sudah menjadi seorang istri.Ketahuilah,hatinya telah tertinggal di desa nya yang hancur!
Collyn menatap sendu,hanya karena keteguhannya untuk tak pindah ke daerah besar kini ia sama saja menyeret wanita yang menemaninya sampai ke jurang kematian.Sungguh miris!
Laki laki paruh baya itu berdiri lagi dan memegang senjatanya erat meski tubuhnya serasa hancur namun ia harus tetap berdiri setidaknya untuk memastikan bahwa putra putrinya pergi segera mungkin dari sini namun lagi lagi monster itu menyerang secara brutal membuat laki laki paruh baya itu tak mampu menahan berat badan monster,dengan kekuatan penuh dan pegangan erat pada senjatanya,ia menusuk kalajengking itu namun tusukannya tak mengenai bagian yang fatal sehingga bukannya kesakitan,melainkan monster itu marah dan semakin ganas dalam menyerang mangsa nya
"Graaaa"Monster itu mulai mencabik cabik secara brutal badan Sang ayah.Sekuat apapun fisiknya,namun ia tak dapat bisa mengalahkan monster didepannya ini.
'Pranggg' Beberapa porselen pecah dan lantai tempat pijak rumah itu pun hancur karena kekuatan monster kalajengking.Monster itu tak pandang bulu dalam menyerang,ia tak memikirkan apapun selain mangsa nya yang harus ia dapatkan,seperti binatang buas yang kelaparan dan hanya menargetkan mangsa dengan insting tanpa mengerti kata 'rencana'
"Oi,Oi.Sudah belum?Jangan terlalu rakus!Harus menghemat waktu"Ucap seseorang yang ntah sejak kapan sudah ada di pintu masuk yang sudah sangat menyedihkan namun masih tetap berdiri.Seorang laki laki muda nan tampan tengah bersender menikmati pemandangan mengenaskan itu