ELEANOR

ELEANOR
Anak anak itu..



Sejujurnya ada banyak orang didunia ini yang menginginkan mati saat para makhluk hitam itu menyerang keluarga,orang terdekat,dan daerahnya...ada banyak.Menurut kalian,Mengapa orang orang itu lebih memilih mati bersama keluarganya daripada hidup selamat dari pembantaian itu namun sendiri?Masalahnya adalah bagaimana mereka akan hidup setelah peristiwa ini?Kehidupan itu keras.Mereka akan menjalani kehidupan pahit itu seorang diri


"....Kau membenci ku?"Lirih Carla,kemudian anak kecil itu menggeleng


"Kami hanya iri padamu,bukan membencimu"


"Semakin besar rasa iri itu maka bisa saja lahirlah kebencian yang mendalam"Ungkap Carla dengan mata yang bersinar terang


"...Aku tau,kau selalu memberikan kami makanan di gang gang lewat.Jadi untuk apa kami membencimu?Mungkin...aku dan kawan kawan pernah membenci kalian yang lahir dengan keberuntungan tinggi namun kakak kakak kami yang tua berkata bahwa ini bukan salah mu tapi salah dunia ini,hiks"Ucapnya kemudian berlari meninggalkan Erye dan Carla yang terdiam.Carla memandang ke arah depan dimana disana ada gang kecil dan ada beberapa anak kecil mengintip sedari tadi,setelah Carla menatap mereka dengan buru buru anak itu bersembunyi lagi


"Sudahlah jangan dipikirkan,ayo!"Seru Erye menepuk pelan bahu gadis itu.Mereka berjalan dengan sesekali bercengkrama,Carla pun terlihat membalas tawaan Erye namun meski begitu ia juga mengingat anak anak tadi secara bersamaan.


Sesampainya di tempat tujuan,Carla segera berkata tentang tujuannya kepada pedagang itu kemudian pedagang tersebut meletakkan lilin di kantong.Ia juga berbicara pada pedagang itu dengan sopan namun sejenak ia termenung dan beralih menatap gang kecil tadi saat Erye yang berbicara pada pedagang itu.


"Carla"Panggilnya,Gadis itu dengar namun ia terdiam sebelum merespon


".....Hm?"Ia mengalihkan pandangannya dari gang itu ke laki laki yang sedang menatapnya saat ini


"Jangan melamun!Kau sedang berpikir apa?"Tanya Erye menyentil dahi nya


"Ah..tidak,hanya saja...kalau dingat ingat sudah beberapa bulan Carla tak memberikan makanan pada anak anak itu"Jawab nya lirih seraya mengusap dahinya dan tersenyum tipis


Carla tak lagi melamun,ia langsung mengambil kantong di saku nya kemudian meletakkan di depan pedagang itu sebagai transaksi


Setelahnya,Carla menggandeng tangan Erye untuk menjauh.Gadis itu membawa Erye ke pedagang makanan.Carla membeli lumayan banyak makanan,seperti roti kering,buah,dan beberapa daging yang sudah masak,Ia juga membeli nasi lalu Carla membungkus semua makanan itu menjadi satu.Lumayan mahal memang apalagi Carla membeli daging,harga daging di dunia ini sangat sangat mahal!Hanya orang yang memiliki perkebunan subur dan penghasilan banyak atau barang barang berharga yang dapat memakan daging setiap hari.Harga buah dan sayur pun mahal,ya makanan di dunia ini memang mahal mengingat banyak tanah yang tak subur untuk ditumbuhi tanaman.Tapi untuk daerah Nerkel,sejak 3 tahun lalu panen besar besaran terus terjadi akibatnya sayur mayur dan buah buahan memiliki harga yang sedikit turun dari awal nya


"Tolong bawakan!"Tanpa dosa,Carla meletakkan makanan makanan yang dibungkus itu untuk dibawa Erye sementara kantong kecil yang satu nya ia bawa sendiri.Carla menuju ke salah satu gang kecil disana dengan tangan kanannya menggandeng tangan Erye yang tak dilepas dari tadi.


Selepas sampai di depan gang kecil,Carla berjalan untuk masuk namun ia tak terlalu masuk kedalam gang,Carla mulai melepaskan tangan Erye dari genggaman,ia pun mulai duduk berjongkok sembari meletakkan kantong yang berisi makanan itu


Disana,tak terlihat satupun anak anak...ntah kemana mereka,atau...mereka hanya sedang bersembunyi?


"Kau selalu melakukan ini?"Tanya nya dalam keheningan,Carla mengangguk menjawab nya.Kenapa Erye tak tau padahal mereka sudah hidup bersama selama 3 tahun?Ya~Itu karena Carla selalu memberikan makanan ini bersama Millia,Ia selalu kemari membelikan makanan untuk mereka saat sudah waktunya paman Gavin memberikan uang untuk Carla dan Carius jajan,Ia selama ini hidup seperti ini.Carla merasa ia harus membagikan uang ini kepada mereka juga,Carla dan mereka sama...hanya menumpang!Ia merasa tak berhak atas semua ini maka dari itu hidup dengan menahan rasa malu nya,gadis itu memberikan paling tidak setengah kebutuhan hidup nya.Kadang kala Cal memang selalu cerewet pasalnya Carla sering kali juga menyuruh adiknya untuk hemat dan tak menjajakan terlalu berlebihan inilah penyebabnya karena Carla membagi nya dengan yang lain


"Kau melakukan ini karena kasihan?"Tanya nya padat


"...Entahlah,Tapi Carla merasa tak berhak jika harus memiliki uang ini sendiri,Jika saja ayah tak memiliki hubungan pertemanan dengan paman maka Carla dan Cal juga pasti tak jauh berbeda dengan mereka.Harus bekerja di ladang segiat mungkin hanya demi segenggam beras.Lagian...berbagi apa masalahnya?"Ujarnya realistis


Collyn Armond selalu mengajarkan anak anaknya untuk berbagi dan tidak serakah.Begitupun dengan saling tolong menolong pada sesama makhluk...Dari sini terlihat jelas,Bahwa Carla dan Carius dibesarkan dengan didikan yang baik


"Erue memilikimu yang seorang pemburu sejak kecil jadi kau tentu masih bisa menghidupi satu nyawa lagi kan,selain diri sendiri"Lirih nya sekali lagi dengan melirik respon Erye dari ujung ekor matanya


Mereka terdiam beberapa saat namun kemudian Carla berdiri dan berbalik,ia meletakkan kantong yang berisi makanan itu begitu saja


Erye berjalan mendekati teman nya,namun sejenak ia menoleh lagi ke arah belakang,tempat mereka meninggalkan banyaknya makanan yang siap dimakan itu.


"Tunggu!Apa kau akan meletakkan nya begitu saja?"


"Iya"Jawab Carla datar


"..."Erye tak lagi menanyai,anak laki laki itu berjalan mengikuti Carla


"Nanti makanan itu akan mereka ambil..Jika terus berada disitu maka mereka tak akan menampakkan dirinya"Batin Carla menjauhi jalanan itu bersama dengan Erye


Mereka berpisah saat Carla memutuskan untuk ke tempat suci,memberikan lilin ini sementara Erye,laki laki itu berniat bersantai dan latihan di halaman sana yang lumayan luas


Carla dengan segera memberikan pesanan Bibi Nia pada orang orang disana,nampak Sang bibi tak ada di tempat suci...mungkin belum pulang?Karena Millia pun juga tak terlihat dari penglihatan Carla.Salah,tebakannya salah!Mungkin memang bibi Nia pulang kerumah dan tak mampir ke kuil akan tetapi sedari tadi Millia menunggu di depan kereta kuda,Carla masuk ke tempat suci melalui gerbang lain,kereta kuda Krysi tak berada di gerbang yang Carla lewati tadi.


Saat Carla keluar dari pintu besar dan hendak keluar gerbang,ia terkejut saat melihat Millia duduk cantik di kereta kuda mewah sambil matanya melihat ke arah gerbang depan,menunggu seseorang yang tak tau kapan akan datang.