
"huh... akhirnya lega perutku"
ucap lea keluar dari toilet
lea berjalan keluar toilet tiba ~ tiba kakinya tersandung sesuatu dan jatuh tersungkur ke lantai
"aw "
"ck "
farel menyeringai sambil bersidakep tangan di dada, ternyata ulah farel yang menyilangkan kaki sampai lea terjatuh
"kamu , apa apaan kamu sengaja menyilangkan kaki seperti tadi?"
geram lea dengan ulah seniornya itu
"eh eh tunggu kamu manggil apa tadi? kamu?
ga sopan banget kamu ya, aku ini senior kamu dan aku ini ketua panitia ospek "
"ck ini kan jam istirahat, jadi status kamu bukan ketua , lagian senior tapi kelakuan kaya bocah sd "
"apa kamu bilang? bocah sd? wah wah wah sopan banget ternyata kamu ya anak baru "
"lagian kamu duluan kan, senior tapi kaya gitu " geleng geleng kepala dengan kelakuan seniornya itu
"aku duluan, kamu ga inget tadi? nabrak trus ga tanggung jawab ? "
"upps "
lea baru inget tadi nabrak orang, ternyata yang ditabrak adalah seniornya
"maaf ka.... tadi aku buru buru"
ucap lea menundukan kepalanya menyadari kesalahanya
"sekarang baru aja manggilnya ka "
farel nampak gemas sendiri dengan kelakuan juniornya itu, ingin sekali ia tertawa sekencangnya namun ia urungkan demi menjaga wibawanya
"ok sebagai hukumannya kamu harus jadi asisten saya selama ospek "
"tapi ka..."
"tidak ada tapi tapian "
'huh dasar kompeni' gumam lea namun masih terdengar oleh farel
"kamu bilang apa? aku masih denger lho...
sekarang kamu ikut saya bawa nih tumpukan kertas ini "
farel menyerahkan tumpukan kertas pada lea dan berjalan mendahuluinya
"huh "
"ayo cepat tunggu apalagi? "
"iya "
"kemana farel din? dari tadi ga keliatan batang hidungnya? "
tanya randi sambil melempar botol minuman ke dino
"tau... tadi katanya ke toilet, nyangkut kali "
"bray liat noh siapa yang lagi jalan kemari ?"
ucab bima yang ternganga melihat pemandangan yang menuju ke arahnya
"si farel "
jawab dino
"oneng, tu si ga usah diomong, itu yang jalan dibelakang farel "
geram bima sambil menimpukan botol minuman yang dipegangnya
"si cantik "
ucap dino
mata mereka lebih keheranan lagi melihat si cantik mengikuti farel,
"gila farel bilangnya ga tertarik, eh diem diem udah gerak cepet nyuri star dari kita "
timpal randi
"bim minum dong "
ucap farel mendaratkan bokongnya di kursi
"nieh "
lempar bima
"eh neng cantik duduk sini neng "
dino beranjak dari kursinya dan mempersilahkan duduk pada lea
"terima kasih ka "
ucapnya sopan
"nieh kertasnya aku taruh sini ya ka "
"eh kamu mau kemana? ambilin snack "
ucap farel
"kamu bisa ambil sendiri "
"kamu kan asisten aku , kamu lupa? "
"nieh.... puas"
farel menyeringai dan tersenyum jail
"suapin , aku lagi nulis data ni"
"hah suapin yang bener aja "
sedangkan ketiga sahabatnya cekikikan geleng geleng kepala, mereka heran bagaimana farel bisa naklukin si cantik
"nieh aaa...."
terpaksa lea menyuapi farel walaupun hatinya dongkol sekali
"neng cantik boleh kenalan ngga? namanya siapa si? ?"
tanya si dino..
"eh ... namaku eleanor ka... panggil saja lea "
balas lea dengan senyum
ketiganya berdiri berebut salaman dengan lea
"kenalin randi "
"dino "
"bima "
sedangkan farel nampak gengsi bersalaman, namun sudut bibirnya tertarik mengetahui namanya
'eleanor nama yang cantik' gumamnya dalam hati
hari sudah sore lea sedang berjalan di lorong kampus hendak pulang , hari ini rasanya begitu melelahkan, gara gara ulah seniornya yang seenaknya sendiri ia jadi tak bisa bebas bercengkerama dengan teman teman barunya karena harus mengekor kemanapun farel pergi .
tepukan tangan di pundaknya membuyarkan lamunanya
"hai lea gimana kabarnya hari ini?
tanya si daniel ikut berjalan beriringan disamping lea
"eh ka daniel, baik ka cuma sedikit cape doang "
"yah.... lagi cape ya? sayang banget
padahal aku mau ngajakin ke toko buku niatnya "
eleanor tampak bersemangat sekali, karena emang pada dasarnya ia menyukai buku jadi ia sangat antusias di ajak ke toko buku
"ayo ka lea ga cape ko"
"beneran kamu mau ke toko buku? ga cape nieh? "
"iya beneran "
"ya udah yuk keparkiran mobilku "
keduanya berjalan beriringan ke parkiran sambil bergurau, orang orang yang melihat daniel seperti itu pun tampak keheranan pasalnya baru kali ini mereka melihat daniel sehangat itu dengan perempuan apalagi sampai tertawa, karena daniel yang selama ini mereka kenal adalah sosok yang dingin terhadap perempuan walaupun pada dasarnya sebenarnya orangnya hambel dan ramah terhadap siapapun.
sementara ada dua pasang mata yang tidak suka menatap mereka
"siapa cewe itu? gimana dia bisa pulang bareng daniel gue aja ga pernah bisa pulang bareng "
ucap jeni menghentakan kakinya tak terima dengan pemandangan yang di liatnya
"masuk lea "
daniel membukakan pintu mobil
"makasih ka "
saat ini mereka sedang menyusuri mall, daniel sengaja membawa lea ke toko buku yang ada di dalam mall, karena sekalian ingin mengajaknya jalan jalan sekaligus alias kencan terselubung. setelah mendapatkan buku yang mereka inginkan sekarang mereka menuju food court karena perut sudah keroncongan minta di isi.
setelah mendaratkan bokongnya dan memesan makanan sekarang mereka sedang menikmati makanan
"ka daniel anak kedokteran ya? "
tanya lea
"um darimana kamu tahu?"
balas daniel sambil menautkan alisnya
"ka daniel kan terkenal, siapa yang ga tahu ka daniel "
jawab meli asal, tapi emang bener kan daniel terkenal kalau kata mbak pipin mah The Most wanted nya kampus
"masa si? biasa aja ah..."
"hebat ya ka daniel "
"hebat apanya? kamu juga hebat lea, jarang lho cewe cantik ngambil fakultas hukum "
"kebetulan doang ka daniel "
di sela sela obrolan mereka tanpa sengaja mata lea menangkap sosok yang juga sedang makan dengan seorang pria
DEG
'mama' gumamnya
ya lea tentu saja mengenali wajah ibu nya, dari foto yang neneknya tinggalkan apalagi nama seorang artis yang memang sudah terkenal. hatinya bergejolak ini memang bukan pertama kali melihat parasnya, karena memang ibunya masih aktif mondar mandir di layar telivisi namun ini kali pertamanya melihatnya secara langsung dengan mata sendiri. ada gejolak rindu , bahagia , sedih dan juga marah semua bercampur menjadi satu.
andai saat ini ia bisa menemuinya, memeluknya dan mengatakannya secara langsung bahwa aku adalah putrimu, namun semua itu tak mungkin karena kebenaranya belum pasti dan pula mana mungkin ibunya mengenalinya.
matanya nanar menatap ibunya bagaimanapun ia rindu dan ingin merasakan kasih sayang layakna anak anak yang lain apalagi ia tak pernah merasakan belaiannya sekalipun.
"lea kamu kenapa? ko tiba ~ tiba nglamun gitu? "
lea tersadar dari lamunanya
"ah ga papa ko ka, maaf ya "
"udah sore banget yuk kita pulang aja , kamu masih ada yang mau dibeli ga? "
"engga ka, oh ya makasih ya ka buat buku nya tadi"
"ya lea sama sama, nyantai aja kan aku yang ngajakin "
saat berjalan sambil asyik mengobrol tanpa sengaja lea menabrak seseorang
"aw haduh hati hati dong kalau jalan, punya mata ga sih? "
lea menatap orang yang ditabraknya
"maaf tante, saya ga sengaja "
"lain kali hati hati , rusak nieh tas mahal saya "
"iya tante, sekali lagi saya minta maaf "
"sekali lagi maafkan temen saya tante, dia bener bener ga sengaja "
ucap daniel membantu meminta maaf
'mama akhirnya aku bisa sedekat ini menatapmu' gumam lea dalam hati
matanya sudah berkaca kaca menahan hasrat ingin memeluk orang yang ada di hadapannya.