
Collyn menatap lekat ke arah gua tanpa ada niatan untuk mendekat,setelah ia merasa yakin atas firasatnya,ia pun berbalik meninggalkan hutan.
~
Fajar telah tiba namun kedua anak kecil itu masih terlelap dalam mimpinya.Carla ketiduran saat menyanyikan lagu untuk adiknya tidur sehingga ia jadi tidur dikamar sang adik.
"Hoahm..."Carla masih mengumpulkan kesadaran nya,ia menolah noleh ke sekitarnya
"Ehh...?Astaga,Carla ketiduran"
Carla melihat sampingnya,terlihat Sang adik yang masih tertidur pulas.Carla pun turun untuk membilas muka.
Didapur sudah terlihat Blic yang sedang sibuk berkutat dengan alat alat masak
"Ibu,Sedang memasak apa?Carla bantuin apa?"Ucap Carla pada Blic
Blic melirik sebentar
"Kamu bisa membumbui daging itu"Kata Blic
Carla menatap diam sebentar pada daging yang akan ia bumbui kemudian Carla menoleh ke arah Blic yang masih sibuk,Pandangan nya berganti pada bumbu bumbu masak.
"Ini...Harus di bumbui seperti apa?"Batin Carla bertanya tanya.Bukan Carla tidak mengerti tentang bumbu masakan hanya saja...Carla tidak tau rasa apa yang harus ia taburkan di daging ini,apa rasa pedas?Carla mencoba mengingat rasa kesukaan daging keluarga mereka waktu itu,mungkin ketidakanya makan daging setelah sekian lama membuat Carla sedikit lupa tentang rasa bumbu daging yang mereka makan biasa nya.
"Emm...Apa membumbui seperti rasa daging yang waktu Carla makan di mansion Krysi?"Pikir Carla bertanya tanya.Karena tak mau salah jalan dan tak mau dimarahi,Carla pun bertanya pada Blic
"Ibu,ini harus dibumbui seperti apa?"
Blic menatap jengah pada Carla namun detik kemudian ia menghela napas dan memberikan arahan pada gadis kecil itu
Setelah hidangan siap,Mereka makan dan kebetulan pula Cal sudah bangun.
Saat mentari kian meninggi,Sang ayah datang dengan muka lelah.Carla tau ayahnya kemana tadi malam karena Blic sudah memberi tau saat Cal bertanya di meja makan tadi.
"Hai nak"Sapaan Sang ayah seperti biasa meski mukanya terlihat lelah namun ia tetap tersenyum dan ceria.Carla hanya melihatnya lalu tersenyum tipis melihat ayahnya berjalan memasuki rumah.
Selang beberapa jam,terlihat Collyn sedang sibuk dengan senjata nya,ia pun meraih jubah yang ia letakkan di kursi.
"Nak,mau ikut?"Tanya nya yang begitu ambigu menoleh pada Carla
"Ke hutan?"Tanya balik Carla,jujur saja jika ke hutan Carla tidak pernah kesana padahal rumah nya masuk area hutan akan tetapi Collyn memberikan pembatas untuk nya agar tidak ke hutan semenjak Arne mati dan pembatas itu pula yang Carla patuhi selama ini dan selalu mengajarkan pada adiknya agar tidak ke hutan selain ke danau.
Collyn tersenyum lalu mengangguk,mungkin ia berpikir bahwa saat ini lah untuk Carla memperluas wawasan nya dan melatih pengalaman?
Ia...Tidak mau ditinggal untuk yang kedua kali nya.Makanya Blic tetap gigih pada keputusan nya untuk ikut,setidaknya jika mereka berdua tidak kembali alias mati maka ia juga akan mati dan tak perlu merasakan rasa sakit yang sama,Pikirnya saat ini.Cukup hanya kehilangan keluarganya yang dulu bukan keluarganya yang sekarang!
Karena keras kepala nya Blic itu pun,Collyn mengizinkan nya ikut dan...Cal?Cal juga dibawa,memang nya ia akan ditinggalkan sendirian di rumah ini?Tentu tidak.Collyn melemparkan 2 jubah pada Blic,Blic memakainya tak lupa ia memakaikan pada Cal.
Mereka keluar dan mengunci rapat pintu rumah agar tidak ada yang masuk selagi mereka di hutan.
Mereka terus berlari,Collyn tidak berlari terlalu cepat karena ia menyesuai kan diri dengan Blic sementara Cal sedang digendong oleh Collyn yang sedang berlari.Sepanjang perjalanan Carla selalu menggandeng tangan sang ibu dan tidak membiarkan gandengan itu lepas kadang juga Carla memperhatikan raut muka ibu nya.Carla mencoba menyalurkan rasa kehangatan dan penyembuhan dari genggamannya untuk sang ibu yang mulai lelah.Blic sebenarnya hendak menepis tangan Carla,namun...Entah kenapa justru ia merasa nyaman.
"Blic,Cal,apa kalian lelah?"Tanya ayah berhenti sejenak.
"Hosh...Hosh,aku lelah tapi aku masih kuat.Hohh,Tidak kusangka aku yang sudah tua ini masih mampu berlari"Ucap Blic
Bohong.Sebenarnya bohong,Umur Blic masih terbilang cukup muda?namun hanya saja ia sudah tak pernah lagi lari lari ataupun mengangkat senjata sehingga membuatnya merasa tua daripada umur nya dan lagi Blic jarang menggerai rambut dan terus menyanggulnya sejak menikah dengan sang ayah,hal itu pula yang membuat nya nampak sedikit tua.Bahkan Blic saja tidak pernah merias wajah nya sejak kejadian tragis di hidup nya namun aura keanggunan tetap terpancar dari raut wajah Sang ibu selayaknya ia dulu yang adalah seorang nona muda berpendidikan
"Lalu kamu Cal?"
"Emm...Cal tidak lelah ayah,bagaimana Cal lelah?Kan Cal digendong terus selama perjalanan"Jawab Cal polos
(..........)
Dan itu membuat hening semua nya.
Carla meringis mendengar penuturan Sang adik.
Mereka beristirahat sebentar beberapa menit ,ya sangat singkat memang namun Sang ayah juga harus mengejar waktu agar saat mereka sampai di gua tidak terlalu sore
Setelah cukup beristirahat,mereka kembali berlari.
"Stt...Disini sudah masuk area hutan yang lebih dalam,jadi jangan berlari!jalan saja namun berusahalah tidak mengeluarkan suara sebisa mungkin"Ujar Sang ayah memberikan perintah untuk mereka.
Carla mendengarkan suruhan ayah nya namun matanya tak lepas dari kerimbunan hutan.
"Ayah,Cal mau jalan saja.Cal janji tidak akan mengeluarkan suara,Cal akan berjalan dengan sangat pelan"Ucap Cal dan Collyn pun memperbolehkan nya.Mereka melanjutkan perjalanan dengan sangat hati hati
Setelah berjalan selama lebih dari 5 jam,kini mereka telah sampai di depan gua.Collyn menyuruh Blic dan Cal untuk menunggu di luar,di bawah pohon yang tak jauh dari depan gua
"Nih!Kalian tunggu disini.Aku akan cepat cepat kembali dan...Jika kalian merasa ada bahaya maka angkat senjata ini.Tolong tetap hidup sampai kami keluar dari sana,Gunakan insting bertahan hidup"Ujar nya sambil melemparkan pedang pada putranya juga istri nya.
"Nak,jaga ibumu dan,Blic tolong jaga Carius,putra kita"Kata ayah sebelum membalikkan badan
Carla hanya melihat nya,ia tak memiliki kata kata yang harus diucapkan pada sang ibu juga adik nya.Sebelum benar benar berbalik Carla melihat adik nya sebentar,ntah kenapa adik nya itu kini tidak lagi menangis bahkan dalam situasi seperti ini,mungkin tak ada waktu untuk menangisi semua ini.Melainkan saat ini sang adik telah memeluk erat senjata yang dilemparkan Collyn pada nya