
Aku mengangguk sembari menerima gunting itu.Aku sedikit melirik pada laki laki yang tengah tersenyum,sungguh jantung ku berdebar kencang
"Kau mau memotong rambut mu?"Tanya Arne
"Iya"Jawab ku cuek
"Ohh~Yasudah aku ikut" Wanita itu menggiring ku masuk ke dalam rumah.Ia menyuruhku duduk di ranjang,kemudian mengambil gunting di tangan ku
"Apa yang kau lakukan!"Bentak ku
"Hahh?Kau buta?Sudah liat kan,aku berniat membantumu"
"Aku tidak butuh bantuan"
"....Serius?Kau tidak mau bantuan ku?"
"Ck,berhentilah menggangguku dan aku tak mau memiliki hubungan dekat denganmu"
"Hihh...Terlalu percaya diri"Tukas Arne dengan ekspresi jelek seolah olah mengejekku.Ia mulai memotong rambutku tanpa seizin
"KYAAA...Wanita sialannn!!!Sudah kubilang jangan memegang rambut indah ku!Aku tak mau kau potong!Bisa bisa karena campur tangan mu,rambutku jadi rusak!"Aku berteriak melihat kenekatan nya
"Hilihhh,Berisik"Balasnya datar dan tak tau malu
"Dasar wanita tak normal,tak tau sopan santun!"Teriak ku namun aku tak bergerak karena jika aku bergerak bisa bisa Arne tak bisa fokus dan merusak rambut pirang ku
"Hei sudah kubilang diam!Tenang saja,aku sudah membaca buku tentang rambut wanita jadi tak mungkin aku yang hebat ini salah"
"Kau...Aku membencimu!Ini penghinaan"Ucap ku dengan dingin.Ya~aku menyatakan tanda perang pada wanita sialan ini
Aku memang berniat memotong rambut karena kupikir ini adalah awal yang baru untuk ku jadi setidaknya aku bisa memulai dari awal meski aku tak tau,apa tidak apa apa melupakan tragedi malam itu begitu saja?
.......
.......
.......
Semburat jingga mulai nampak di langit,matahari telah terbit.
Kemarin aku tak memasak,Ya~Yang memasak adalah Arne.Setelah memotong rambutku kemarin,aku tak mau berbicara sedikit pun pada Si sialan itu.
Aku membiarkannya memasak sementara aku membersihkan rumah juga halaman sekitar akan tetapi setelahnya aku menyesal karena membiarkannya memasak,Kenapa?Jawabannya hanya satu,Masakannya tidak enak.
Aku saja sampai meragukan apa dia ini seorang wanita?Wanita atau gadis desa biasa juga bisa memasak setidaknya tak separah masakannya.Beruntung aku pertama kali datang waktu itu makan kentang juga roti
Lihatlah sop yang ia buat kemarin,Uweekkk!Aku tak kuat memakannya.Namun saat aku melihat Collyn yang memakanya dengan biasa dan juga lahap seolah olah tak merasa keberatan sama sekali...
Hahh...Memang ya kalau sudah cinta apapun akan terasa enak.
Hari ini aku berniat mengajarinya.No,Jangan salah sangka!aku bukan gadis yang baik hanya saja aku ingin membuktikan padanya seperti apa wanita berpendidikan dan anggun.Aku ingin agar dia tau bahwa aku tak selevel dengan nya!
"Arneeeee!"Panggil ku dengan setengah berteriak padanya yang saat ini menebang kayu....Tunggu!menebang kayu? Iya~
"Ada apa?"Tanya nya menoleh padaku,ia menghentikan sejenak aktivitasnya
"Ayo ku ajari memasak"
"Hei,Masakan seperti itu kau anggap bisa?Jangan bercanda!"Ejek ku dan hal itu membuat Arne menoleh
"Wahh~Aku tersinggung nih"
"Aku serius.Masakan mu jauh dari kata enak"Tukas ku sekali lagi nampak ia sedang berpikir
"...Tapi Collyn selalu memakan masakan ku tuh,Dan aku merasa tak ada yang salah dari masakanku...Hmm,Mungkin lidah mu yang bermasalah Blic"
Sontak hal itu membuat ku kesal sekali dengannya.Beraninya ia mengatai lidahku bermasalah?Sebenarnya aku atau dia yang bermasalah.
"Aku tak peduli,ayo ke dapur"
"Hihh...Duh kau ini mengganggu ku saja"Tukasnya namun ia tetap melangkah mengikutiku
Sesampai nya di dapur,aku segera melihat bahan masakan apa saja yang ada disana.Lumayan lengkap,meski tak selengkap di rumah ku dulu.Tapi yang ku herankan...Bahan masakan selengkap ini bagaimana bisa Arne tak mampu membuat masakan enak?Apa ia tak tau bumbu?Atau tak bisa membacanya?...Dan lagi di sini tepatnya di dapur ada banyak buku buku masakan berserakan.
"Arne,kau patuhi apa yang ku perintahkan nanti!"Titah ku pada nya.Ia telihat kesal saat aku mencoba meliriknya,melihat bagaimana ekspresinya saat ini.
Aku menyuruhnya ini itu dan pada saat ia sudah diambang batas,sifat marah nya mulai keluar
'Klontanggg' Apa itu?Yups bunyi khas dapur.Arne membanting sebuah piring
"Hahh....Baiklah,Apa lagi Blic?"Ucap nya dengan nada berusaha setenang mungkin.Aku senang melihatnya seperti itu
"Arne,kau tau?Kau tak bisa sembarangan memasukkan semuanya ke dalam makanan dan lagi kau harus mampu membedakan bumbu.Bukan hanya sekedar ada rasa lalu kau hidangkan!"
"...Hahh,Baiklah aku mengerti.Jadi saat ini kau ingin membuat batasan antara diriku yang seperti ini dan dirimu yang seorang Lady?"
"Fufufu,Kau menyadarinya?"
"Hum,Hanya orang bodoh yang tak tau"
"Hohhh~Baiklah karena kau sudah mengerti tentang ajaran ku ini dan...Masakan juga sudah siap untuk nanti,kita akhiri pelajaran memasak hari ini"Aku berjalan melewatinya dengan gembira sementara ia mematung di tempatnya.
•
•
Hari hari terlewati dengan tenang,TIDAK.Apa nya yang tenang?Ck,Wanita bernama Arne itu selalu sok dari pada aku,sehingga hal itu membuat benih benih amarah mulai muncul di hatiku.Aku yang dulunya adalah seorang putri berbakat,dihormati di kalangan desa dan juga di puja tapi malah di depan wanita ini aku di injak.
Dan lagi hal yang membuatku merasa tidak terima adalah mengapa aku harus mencintai seorang laki laki yang sudah punya istri?Itu menjengkelkan tapi bagaimana pun juga aku memang menyukainya.
Tak munafik,aku memang menyukai Collyn Armond sejak pertama kali bertemu.Benar kata nya,Seiring waktu harapan untuk ku hidup akan muncul dan itu adalah dia.Namun ada hal yang membuat ku tersentak dan merasa direndahkan karena Collyn tak memikiki rasa yang sama kepada ku.Dia hanya mencintai Arne!
Berhari hari bahkan berminggu minggu,aku melewati hidup bersama pasangan muda ini.Collyn memperlakukanku dengan baik namun tidak dengan Arne,ia menatap ku dengan sinis dan aku pun tak mau kalah dengan nya.Mungkin...Aku merasa dia tau bahwa aku menyukai suaminya maka dari itu ia merasa terganggu dengan keberadaan ku,akan tetapi memang apa masalah nya untuk ku?
Aku tak terganggu dan lagi...Melihat ia sampai saat ini belum hamil tentu membuatku merasa senang dan memiliki peluang...
Collyn adalah orang yang mengulurkan tangan padaku,disaat aku di titik terendah jadi bukan kah wajar jika aku mencintai nya dan tak mau kehilangan apalagi ditinggalkan.Meski aku tau ia memiliki istri namun aku tidak masalah,toh banyak laki laki lain yang memiliki wanita lebih dari satu di masa ini
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Tolong biasakan Like&Komen!🙂...
...Terimakasih~...