
"Tidak usah!Duduk lah,Mil"Ucapnya lembut seraya membersihkan ubin lantai untuk Millia duduk disampingnya
Millia terdiam dan terpaku.Carla menarik tangannya seraya tersenyum dan tanpa banyak omong,Millia duduk di ubin itu.Ini adalah pertama kalinya Millia duduk tanpa kursi
"Lebih baik seperti ini...Serasa berbaur"Kata Carla lirih dan...Millia begitu terhanyut dengan pandangan sendu sahabatnya
Namun kemudian datanglah 2 pelayan yang sejak tadi mengikuti mereka dengan mata melotot
"N-Nona..."Panggil mereka gemetar
"Sttt,Jangan banyak bicara!Oh ya,Tolong belikan air biasa"Perintah Millia pada pelayannya itu
Terlihat kedua pelayan itu gemetar takut takut namun kemudian pelayan tersebut pergi mencarikan air.
Tak lama kemudian,pelayan itu memberikan semangkuk air dan dengan segera Millia membasuh tangan Carla yang sedikit kotor.
Selepasnya,Millia menggerakkan jari telunjuknya,mengisyaratkan pada pelayannya untuk mensejajarkan badannya dengan Millia
Kedua pelayan itu mengerti dan mendekat pada Nona mereka
"Jangan terlalu membuka mulut pada ibu!"Ucapnya dalam dan para pelayan itu serentak menggeleng.Ntah apa yang dipikirkan mereka,namun sungguh sekarang nona muda nya kini terlihat lebih menyeramkan
Mereka berempat terlalu menghayati tontonan itu sehingga tak tau ada langkah kaki samar yang mendekati mereka,lebih tepatnya mendekati Carla
'Tep'
"Ba!"Gertak nya mengangeti gadis bersurai merah muda itu.Carla tentu terkejut dan yang mengagetinya hanya menyengir tanpa dosa
"Kak Arshen"Carla mengenali orang yang mengageti nya itu.Iya~ dia adalah Arcena(Arshena)Seorang penari pedang yang hebat
"Hah,kau baru kemari?Aku sudah sangat lelah karena dari tadi menunggu kalian datang"Ucapnya tersenyum lebar
"Ah!Nona Arshen"Seru Millia mendekat sembari tersenyum
"Hoh~Dik Millia.Apa kabar?"
"Baik dan...tolong jangan memanggil saya dengan 'Dik' "
"Kalian tau?Aku sangat merindukan kalian.Kalian tak pernah keluar dari mansion sehingga benar benar melukai hatiku terdalam"
Carla yang mendengar itu menampilkan wajah jelek nya
"Hilihh,rindu apanya!Bukankah kita bertemu 2 jam yang lalu di mansion"Ucap Carla dan Cal mengangguk sembari bertepuk tangan dengan Erye.Nona Arshen tersenyum meski wajahnya menunjukkan raut kesal
"Kalian ternyata menikmati pertunjukan singkat itu ya"Ujarnya mengalihkan
"Hmm,tentu.Pertunjukkannya menyenangkan"Jawab Carla
"Tapi tentunya tak sebagus diriku kan?"Gadis yang bernama Nona Arshen itu terlihat menggoda mereka
"Hmm,Saya rasa ini sudah pasti.Tak ada yang bisa menandingi anda di daerah ini,Nona Arshen"Ucap Carla.Semua terkejut,namun yang terlihat lebih terkejut adalah nona Arshen
"Carla...Kamu,Ahahaha kamu jangan ikut ikut an formal seperti dik Millia.Aku merasa tersinggung karena semua nya menggunakan bahasa formal,kupikir hubungan kita dekat...setelah malam yang panas waktu itu"
"Jangan jangan kamu...Tidak puas dengan pelayananku waktu itu"Timpal nya sekali lagi.Carla melotot tak percaya pada gadis di depan nya ini yang menyinggung secara terang terangan.Mendengar percakapan itu,Millia menoleh pada sahabatnya
"Carlaaa....?Kamu!"Millia tersentak tak percaya menatap sahabatnya kini
"Tidak!Ini tidak seperti itu.Carla tak menghianati Millia"Ucapnya meyakinkan.
"Hohh~"
Dua orang berjenis kelamin laki laki itu tak tau menahu apapun yang diucapkan ketiga gadis di hadapannya.Menghianati apa?Pelayanan?Dan malam panas?
"Serius!Carla tak lagi meminta ajaran seni pedang pada nona Arshen!Carla hanya berbicara tentang seni pedang saat kemari bersama mu waktu itu.Jadi malam yang dimaksud nona Arshen tak ada hubungannya dengan ini"
Dua gadis itu sama sama mengidolakan nona Arshen,jadi karena itu lah mereka dekat seiring waktu dengan nona yang berbakat dalam pertunjukan pedang itu.Dengan koneksi keluarga Krysi,tentu bukan hal berat untuk bagi Millia dan Carla berbicara pada idola nya.Millia berpikir bahwa malam yang diucapkan Nona Arshen itu ada hubungannya dengan kedekatan sahabatnya pada Nona Arshen,makanya Millia tidak percaya pada Carla yang menuju rumah Nona Arshen diam diam tak mengajaknya,apalagi malam malam?
Ditengah tengah ketidakpercayaan itu,Millia dan Carla berhenti berdebat saat mendengar tawa yang pecah dari idola nya"Hahahaha.Seru sekali melihat kalian bertengkar~"
Carla dan Millia pun serentak memandang Nona Arshen
"Nona,jangan tertawa!"Ucap Carla cemberut
"Aduh~Maaf yaa.Baiklah baiklah,aku akan berhenti,emm...omong omong,apa kau bisa memanggilku dengan sebutan kakak seperti awal,Carla?"
"Hmm"Carla hanya menjawab singkat,Sementara Millia saat ini terdiam dan terlihat berpikir karena tanganya diletakkan di dagu.
"Jadi...Tadi semua bohong?"Tanya Millia serius.Carla dan Nona Arshen nampak terdiam sejenak
"Em..."Carla nampak memalingkan muka seolah olah tak mau mengungkapkannya,Nona Arshen juga terlihat panik dari gelagatnya
"Carla!"Sentak Millia
"Carla,Kamu habis ini mau kemana?"Ucap Arcena
"Ah!Carla harus membelikan benang untuk Rue"
"Hoh~Ayo ku temani!"Ajaknya seraya menuntun tangan Carla untuk melangkah maju dan mereka berdua mulai melangkah meninggalkan Millia yang terpaku cemberut menatap keduanya
"Ugh,Tunggu!"Dengan segera gadis bersurai coklat itu pun berlari menuju teman temannya
.......
.......
Setelah lama berjalan menuju toko manik manik,akhirnya mereka berlima sampai.Carla dengan segera memilah milih benang dan monte gelang yang cocok.
'Sret'Sungguh teliti ia saat ini
"Hmm...bagus tidak ya"Tanya Carla dalam batin sembari melihat lekat benang dan manik manik gelang di tangannya.
'Brukk'Samar samar Carla mendengar suara kegaduhan lumayan jauh dari posisinya namun kemudian ia tak mendengar lagi,dengan acuh Carla tak menghiraukannya dan menoleh kembali pada titik fokusnya yang sempat teralihkan
Carla menoleh ingin menanyakan pendapat pada Millia atau Nona Arshen namun keberadaan kedua gadis itu tak terlihat di matanya,ntah kemana mereka.Padahal Nona Arshen maupun Millia masuk bersama nya ke dalam toko ini,Carla menghela napas namun kemudian ia teringat akan Erye "Erye,Kemarilah!"Panggil Carla
"Hmm?"
"Apa menurutmu ini bagus?"Tanya Carla lembut sembari tersenyum
"Bagus,akan tetapi...aku melihat yang disebelah sana tadi nampak lebih bagus"
"Benarkah?"
"Kalau tak percaya,tak apa"Jawabnya singkat
"Ahahaha,bukan seperti itu.Baiklah ayo kita kesana,kau ikut Carla untuk memilih!"Ajak gadis itu sembari menggandeng lengan Erye
Setelah berjalan beberapa langkah,benar saja rak yang disana terlihat cukup bagus.
"Wah!Cantik"
"Sudah kubilangkan"Serunya tersenyum lebar
"Hihihi,iya.Nah menurutmu lebih bagus yang mana?Di tangan kiri apa tangan kanan?"Tanya Carla sembari mengulurkan kedua telapak tangannya