ELEANOR

ELEANOR
Selamat hari lahir Cal!



Namun...Rencana Cal tidak berjalan dengan lancar karena Cal tanpa sadar menginjak dedaunan yang berserakan


'Srek'


Cal segera berlari menggandeng ibunya saat ia merasakan sirene bahaya di bunyikan


"Qikikieeek" Begitulah bunyi mahluk itu,kemudian makhluk tersebut mengejar Cal dari suara langkah kaki Cal yang terdengar.Meski akarnya ada di tanah namun tumbuhan tersebut memiliki batang yang panjang juga besar jadi ia masih mampu mengejar Cal berjarak puluhan meter


Blic bergetar hebat dan menangis namun ia tahan,Nampak nya Blic mengingat sesuatu yang tidak mengenakan dan pernah membekas dalam dirinya.Sementara Cal hanya terus berlari dengan cepat,tangisan nya terpendam tatkala keinginan hidupnya lebih besar daripada ketakutan yang ia alami


Cal menoleh dan tanpa sengaja matanya menangkap sebuah batu yang lumayan besar,meski tak sebesar makluk yang mengejarnya itu namun mungkin saja itu dapat membuat mereka memiliki waktu lebih lama untuk berlari.Cal segera mengangkat batu tersebut dengan kedua tangan kecilnya,tangan tersebut pun tergores dan darah mengalir deras


Blic berusaha menggapai tubuh putranya namun ketakutan nya pada masa lalu yang ingin ia pendam nampak lebih besar.Sehingga membuat wanita tersebut terjatuh dengan tubuh yang bergetar,air mata terus membasahi pipi,matanya mulai tak normal dan ia menggigit bibirnya agar mengatup.Blic tetap mengeluarkan air mata namun tidak ada suara yang keluar dari mulutnya meski itu hanya sebuah isakan tangis.Sungguh wanita itu mulai dilanda ketidakwarasan


Cal melihat ibunya yang terdiam dengan mata kosong,Sungguh miris.


Makhluk itu mendekat karena mendengarkan suara tetesan darah Cal,ketika makhluk itu sudah sangat dekat dengan Cal barulah Cal akan melempar batu yang ia bawa.Tatapan Cal berubah seketika menjadi dingin dan memuakkan


"Hei,Selama ini kalian selalu kenyang kan?"Ucap Cal lirih pada tumbuhan pemakan daging itu lalu ia menoleh ke arah langit,matanya seketika melebar saat melihat seseorang yang ia kenal turun dari atas pohon


'Sringggggggg'


'Kieeeeekkkkkkkkkk' Suara teriakan terdengar bersamaan dengan suara pedang menembus tubuh makhluk itu.


Carla...Memotong batang tumbuhan itu dengan dorongan kemarahannya saat melihat sang adik yang diambang kematian.


'Srashh' Seorang gadis kecil yang kini tengah berdiri dengan berlumuran darah,Detik kemudian ia menatap pada sosok adik kecil nya yang tak jauh berdiri dari posisinya saat ini dengan melihat bagaimana dirinya membunuh makhluk itu.


"...U-Uhhh...Hikss,kakak"Tangisan mulai pecah,dan rasa takut kian kembali.


Carla menghampiri adiknya


"Selamat hari lahir,Cal"Ucap Carla lembut.Tangan nya terulur dan ingin menepuk kepala adiknya tapi Carla sadar bahwa saat ini ia sangat mengerikan dengan tangan yang berlumuran darah,Carla pun menarik kembali tangan nya namun Cal malah memegang tangan Carla dan meletakkan nya di atas kepala nya sendiri


"Tidak apa apa.Kakak tidak mengerikan,kakak justru sangat keren"Ucap Cal.Carla tersenyum bahagia lalu mengalungkan kalung giok di leher sang adik


"Eh?Apa ini kak?"


"Hadiah"Jawab Carla


Terlihat wajah adiknya yang sangat senang menerima hadiah pertama nya


"Terimakasih kak,Cal akan memakainya terus sampai akhir hayat,hehehe"Ucap Cal,sedetik kemudian ia ingin bertanya kemana Ayah?Akan tetapi pertanyaan nya tertelan kembali karena terkejut mendengar suara makhluk menyeramkan itu lagi dan saat itu pula Carla ingin memberikan hadiah dari Millia untuk Cal tapi Cal secara tidak sengaja menjatuhkan nya sehingga hadiah dari Millia benar benar jatuh dan rusak,Carla hanya mampu menyelamatkan 1 yang ternyata isinya adalah sebuah kue kecil.


"Ah...Maaf kak"Ucap Cal yang merasa sangat bersalah


Carla melihat kotak dari Millia,sungguh ia merasa sakit dan sedih lantaran kotak dari hadiah Millia untuk adiknya kini jatuh ke tanah.Ya~,Carla tidak menyalahkan adiknya karena sangking terkejutnya mendengar teriakan makhluk itu lagi yang terdengar begitu keras membuat Cal menjatuhkan kotak yang berisi kue.Carla jadi menyalahkan dirinya karena tidak tepat memberikan hadiah dari Millia


"...Emm..Maaf kak,Cal minta maaf"


"Iya,tidak apa apa~Kamu makan saja itu karena Millia menyiapkan hadiah untuk Cal begitu tulus"Ujar Carla,ia juga menyampaikan pesan Millia pada Cal dan tentu saja Cal begitu senang.Namun Cal akan memakan kue nya nanti saat sampai di rumah.


"Kiiieeeekkkk,Kiekk,kieekkk..."Suara teriakan memilukan beriringan terus menerus,ntah ada berapa banyak sebenarnya monster seperti itu di dalam.Untung saja Cal tadi sudah lari


Namun alangkah terkejutnya mereka saat melihat 1 tumbuhan pemakan daging yang mungkin lolos dari amukan ayah nya dan sedang mengarah ke mereka saat ini sementara Collyn sedang berlari di belakang nya dengan tatapan membunuh.


Carla mengeratkan pedang nya sementara tangan lain nya mengarahkan agar Cal berlindung di belakang Sang kakak


Namun Collyn segera menebasnya sebelum monster itu mendekat ke arah putra dan putrinya.


'Sringgg...Sratttt'


Setelah selesai memotong nya,Collyn dengan ekspresi yang biasa segera mengibaskan pedangnya yang berlumuran darah.Sang ayah yang biasanya gesrek dan penuh canda tawa kini terlihat benar benar seperti seorang pemburu monster.Carla melebarkan matanya melihat sisi lain dari ayahnya yang ia kenal selama 9 tahun,sejenak Carla melihat sebuah amarah seperti emosi para manusia yang lain dari wajah ayah nya yang selalu teduh.


Collyn menoleh ke arah keluarganya dan Blic yang sudah mulai sadar,kemudian Collyn berjalan mendekat dan tersenyum seperti biasa


"Haii nak"Ucap Sang ayah sambil melambaikan tanganya yang penuh darah dengan tertawa begitu konyol


"Ayah!!!"Seru keduanya memeluk Sang ayah.


"Hoh~Cal,Selamat hari lahir"Ucap ayah sambil mencium pipi Cal,Cal tertawa geli.Sementara Carla sedang membantu Blic untuk berdiri


"Hmm...Melihat kita saat ini sedang berpenampilan begitu buruk dan berlumuran darah,maka ayo sekalian ke danau"Ajak ayah


Carla mengiyakan dengan semangat ajakan ayahnya.Mereka pun bergegas menuju danau yang hanya 30 meter dari ajang kematian Cal beberapa menit yang lalu,Ups salah,Maksudnya ajang pertarungan mereka.


"Pertarungan pertama mu lancar ya nak,Bagaimana?apa kamu takut?"Ucap Collyn berbicara pada Carla.Carla hanya tersenyum lalu berkata "Itu sangat menyenangkan"


...Heran.Kenapa tidak menegangkan,ia malah menjawab menyenangkan?Haha,ada kepuasan tersendiri saat ia membunuh sesuatu yang keberadaannya mengancam adik kesayangannya.




'Jebyurrr' Suara cipratan air kemana mana


"Uwaaaa...Dingin nyaa mandi di danau~,sudah 3 minggu tidak mandi di danau.Hihihi,Cal jadi merasa air nya sangat dingin"Ucap Cal bersemangat


"Hahaha,awas Cal.Jangan sampai terpeleset"Kata Carla memperingati Cal


Carla membasahi rambutnya yang terkena bercak darah terlebih dahulu,sungguh ia merasa amis.Setelah cukup,Carla mencelupkan badanya secara perlahan,ia terus berendam.Sementara Collyn juga ikut mandi dan membuka bagian atasnya namun tidak yang bawah,ia pun sama merasa gerah dan lengket serta bau.