ELEANOR

ELEANOR
Toko bunga



"Kamu dari tadi sudah makan banyak,nanti perut Cal sakit kalau diteruskan"Omel Carla


"Uh~Kakak"Ia membujuk kakaknya terus menerus,sungguh rakus Cal yang sekarang...mungkin karena masa pertumbuhan ya?


"Kak Millia?"Karena tak mendapatkan perizinan Carla,Cal berbalik membujuk Millia


"Cal,Tidak ya tidak.Jangan makan lagi!Huft...kapan kapan lagi ya"


"Umm"Pada akhirnya Cal mengangguk,ia harus mematuhi kakaknya toh Carla melarang Cal agar nanti Cal tidak sakit perut


Di belakang,terlihat Arcena menyikut lengan Erye kemudian tersenyum,wanita itu menunjukkan minuman beralkohol yang di pampang di pinggir jalan.Erye menggeleng sembari menunjuk Carla dengan dagu nya.


Mungkin untuk sebagian orang,ya~menurutnya tak wajar.Seorang anak seumuran Erye meminum anggur,tapi di dunia yang seperti ini dan Erye juga sudah berbaur dengan profesinya sejak kecil jadi tak menutup kemungkinan bahwa teman teman setim nya Erye dulu tak pernah minum? Tapi ya meski begitu mereka nggak parah juga,Erye pernah meminum nya tapi itu dulu.


Dulu...pernah ketahuan oleh Carla saat Erye meminum anggur dengan sembunyi sembunyi namun Carla yang saat itu tengah berjalan jalan sendirian menemukan Erye bersama dengan orang orang yang tak dikenal sedang meminum minuman yang Carla tak mengerti.Dengan segera gadis itu menuju Erye,ia kemudian penasaran dengan minuman apa yang Erye minum dan alangkah tau nya dia tentang alkohol di dunia ini.Setelah Carla mengerti,Ia menggandeng Erye untuk pergi,sejak saat itu lah ia mengawasi Erye dan laki laki yang dia kenal agar tak meminum minuman yang sudah ada sejak dahulu kala,sebelum Carla lahir!Tak diketahui mulai kapan minuman itu ada dan tak tau juga siapa yang mengenalkan minuman seperti itu untuk pertama kalinya


Setelahnya,percakapan itu disusul dengan canda tawa ringan.Carla tertawa hingga matanya menyipit kala itu namun perhatiannya teralihkan saat Erye mengucapkan sesuatu yang amat penting dan tak lain adalah tujuan mereka ke pasar malam


"Carla,apa kita tak beli bunga?"Tanya nya berhenti di toko bunga,jika saja Erye tak bilang maka sudah dipastikan Carla tak akan berhenti jalan saat itu


"Ah!Benar"Carla menepuk pelan dahinya begitupun dengan Millia yang baru ingat akan tujuan utama mereka


Tanpa banyak omong,Carla dan yang lain masuk ke dalam toko bunga.Namun...Erye tak ikut masuk dan dengan segera Carla menyeretnya untuk ikut masuk karena pilihan bunga ini adalah hal yang sangat penting bagi mereka


'Ting,ting' begitu bunyi lonceng di pintu masuk pertokoan sehingga jika ada seseorang yang masuk maka akan terdengar bunyi lonceng kecil


"Selamat datang"Sapa seorang pegawai toko tersebut dengan senyuman menawan


Carla pun membalas senyuman itu lalu ia menolah noleh ke arah jejeran bunga bunga berwarna dengan tatanan rapi.Harum semerbak pun tak luput masuk ke dalam indra penciumannya


"Wahh~Harum kak"Seru Cal sembari menghirup aroma dalam toko itu,Carla mengangguk seraya tersenyum


Millia dengan seksama melihat bunga bunga indah itu.Kemudian ia mengangkat setangkai bunga alstomeria berwarna merah muda dan dengan santainya ia meletakkan bunga itu di telinga Carla...tentu tindakan tersebut membuat yang lain terkejut


"Sangat cocok sekali!Terlihat sama seperti rambut Carla"Serunya dengan tersenyum begitu hangat


Mungkin salah salah orang bisa mengira bahwa Millia menyukai Carla.Millia,seorang gadis yang memiliki rambut berwarna coklat dengan mata yang senada,berbeda dengan Carla dan Carius yang memiliki ciri ciri mencolok namun meski begitu wajah rupawan dan cantik Millia tergambar dengan jelas.


Kini wajah gadis bersurai merah muda itu sudah seperti kepiting rebus,ia sungguh memerah melihat tingkah laku sahabatnya yang begitu dekat.Sebenarnya bukan hanya seperti ini saja,Millia setiap kali mengungkapkan rasa kedekatannya dengan Carla setiap saat dan tentu saja Carla tak merasa risih karena hal itu sudah sering


"Ehem"Deheman dari Erye membuat semuanya tersadar dan melanjutkan kegiatan memilah milih yang tertunda


Carla tak sedikitpun berniat melepaskan bunga yang terduduk di atas telinganya,ia meneruskan kegiatan dengan biasa biasa saja.


Carla melihat lihat banyaknya bunga bunga yang di dagang kan dari luar daerah.Ia mengambil bunga berwarna putih dan menghirup harum nya dalam


Angin bergerak semilir menyapu helaian rambutnya,seorang gadis menutup mata menikmati harum setangkai bunga di tangannya


"Nona Arshen,Saya melihat anda begitu termenung menatap bunga itu.Apa anda mengingat suatu kenangan?"Ucap Millia pada Sang idola yang terdiam.Carla,Erye maupun Cal tak menghiraukan mereka berdua saat ini


Millia sungguh tak memiliki maksud apapun bertanya seperti itu hanya saja ia bertanya dengan ringan namun sungguh hal diluar dugaan,Nona Arshen menjawabnya dan terlihat jujur padahal selama mereka kenal dan saling menyapa,Nona Arshen begitu tertutup terhadap Carla maupun Millia dan lagi pada awalnya Arcena adalah gadis yang acuh dan dingin,tak semanis sekarang namun dalam beberapa waktu sikapnya mulai mencair meski ia masih tertutup terhadap...masa lalu nya?


"Aku mengingat seseorang yang memberikan bunga dengan begitu bodohnya pada seorang wanita yang egois lalu hanya berakhir dengan kepahitan"Balasnya tersenyum pahit


Millia hanya terdiam mendengar balasan Arcena.Jawaban itu benar benar terasa hampa...


Pada akhirnya Carla maupun Erye memilih bunga Lily berwarna putih yang mempunyai arti begitu dalam


Tak lupa mereka semua membayar dan Millia juga membayar bunga alstomeria yang diletakkan di sela sela rambut Carla


Malam semakin larut namun tak meredakaan suara hiru piruk keramaian.Jalan jalan di pasar malam berakhir dengan menyenangkan


.......


.......


.......


Semburat jingga mulai nampak dari ufuk timur,tanda fajar telah tiba.Burung burung bersiul merdu dan hinggap di dahan pohon,suasana pagi yang cerah tercetak jelas di langit biru


Sementara saat ini Carla sudah bangun,ia sedang enak enak an minum teh dengan Millia di kebun belakang.


Canda tawa pun terdengar dari kedua gadis itu,Dulu Carla masih pertama kali menyeduh teh namun saat ini ia sudah handal dan mampu membedakan jenis teh dari warna dan bau nya.


Seorang pelayan tengah berlari dengan tergesa menuju Millia yang sedang minum dengan tenang,kemudian pelayan itu membungkuk lalu akan berbisik kecil di telinga Millia


"Bicara lah!Tak perlu berbisik"Titah Millia kemudian pelayan itu terlihat melirik Carla namun saat para pelayan dibelakang Millia melototinya pelayan baru itu pun kemudian buka suara