
Mereka bertiga terus berjalan.Carla juga makan manisan nya dengan lahap namun tiba tiba Millia berhenti dan menoleh pada Carla
"Carla,Kamu mau nyari hadiah seperti apa?"Tanya Millia yang berhenti di penjual senjata.Carla menoleh pada Millia
"Emm..."Carla masih berpikir saat ini Sungguh ia tidak tau sama seperti El yang nggak tau harus menghadiahkan apa untuk Cal.Carla tidak berniat memberikan hadiah senjata pada Cal,Toh Cal sudah punya senjata yang ia buat.
Millia mengerti Carla yang nampak kebingungan
"Yasudah ayo jalan lagi kalau bukan senjata ya benda yang lain Carla"
Carla melihat lihat dan tidak ada yang membuatnya tertarik selain makanan tentunya.Namun tak lama kemudian,matanya menangkap sebuah kalung giok yang di bawahnya bertuliskan 'Kários' dengan tulisan kuno yang sangat kecil hampir tidak terbaca namun Carla mampu membacanya.Tentu hal itu membuatnya tertarik,Carla menarik Millia untuk masuk kedalam toko itu
Carla memegang kalung itu sambil bertanya pada penjualnya sementara Millia terlihat memilah milih sebuah gelang diikuti Lion yang juga melihat lihat sekitarnya.Lion sih memang tidak tertarik,namun daripada menunggu diluar,ia lebih memilih masuk saja mengikuti kembaran nya
"Permisi pak,apa bapak penjual kalung ini?"Tanya Carla pada seorang laki laki tua
Laki laki tua itu pun menoleh ke arah Carla,Ia sedikit terkejut saat menatap kalung giok yang sedang dibawa Carla saat ini.
"...Ehem,Ya.Nona ini mau membeli kalung giok itu?"
Carla mengangguk antusias,Penjual tersebut pun menatap Carla dalam,lalu ia berkata
"Nak,Memang nya apa yang istimewa dari kalung giok itu?"
Carla mengerjab beberapa kali.Kemudian ia nampak mencari jawaban yang pas untuk pertanyaan laki laki tua tersebut
"Em...Carla rasa...Carla tertarik dengan tulisan kecil ini karena tulisan ini sama dengan nama adik Carla dan lagi kalung giok ini juga indah"Jawab Carla dan jawaban itu tentunya membuat Sang penjual terkejut
"A-Apa?Tunggu nak!Kamu bisa membaca tulisan di giok itu?"Tanya nya
"Emm?Tentu,memang nya ada apa?"
"....Huft,Jadi seperti itu.Ahahaha bagus lah.Sepertinya kalung giok itu juga berjodoh di tangan mu,nak"
Carla sedikit heran dengan ucapan laki laki tua itu,apa ucapan nya hanya sebuah candaan?Mungkin,Carla lebih baik berpikir seperti itu.
Setelah itu Carla tawar menawar dengan pedagang tersebut,Dan pada akhirnya Carla barter dengan 15 buah apel dari hasil tawar menawarnya.Carla sedikit mengernyit sebenarnya,kenapa kalung ini begitu mahal?Apa efek karena dia tidak tau apapun tentang dunianya?atau karena memang kalung itu hasil barter dari daerah lain yang memang mahal?Ntahlah tapi yang pasti Carla juga tidak mau kehilangan kalung ini sehingga ia tetap ngotot ingin membeli.
Setelah selesai dengan urusannya,Carla menolah noleh ke arah sudut lain,ia mencari keberadaan Millia juga Lion.
"Baaa!"Millia mengagetkan Carla dari belakang.Carla memang mendengar suara langkah kaki yang teramat kecil,Ia pun juga tau ada yang mendekatinya tapi tetap saja Carla terkejut saat ini.Namun ia sedikit mampu mengendalikan ekspresinya jadinya Carla tidak berteriak saat dikagetkan oleh Millia
"!!!...Millia,Ngapain?"
"Hehehe,tidak ada.Maaf yaaaa telah mengagetkan Carla"Ucap Millia kemudian mendorong Carla pelan untuk keluar dari toko itu.Tadi saat Carla mencari keberadaan Millia,Millia saat itu sedang barter dengan pedagang yang sama.Menurut kalian Millia membeli apa?Yup,Gelang.Millia juga melihat Carla yang seperti tengah mencari seseorang,pikiran jahil Millia pun mulai muncul.Ia kemudian mengendap ngendap untuk mengagetkan Carla
"Kamu beli kalung?"
"Iya,cantik kan Mil?Ada nama Carius"
Millia melihat kalung giok itu lalu kemudian ia menoleh ke arah Carla
"Kamu...bisa baca tulisan ini?"
"?Iya memang nya kenapa?"
"Ah...Tidak,aku tidak bisa membacanya.Aku tidak tau ini bahasa apa"
Setelah percakapan ringan itu,mereka keluar dan mendapati Lion yang sedang memakan kue,Lion melihat mereka berdua yang baru keluar dari toko.Kemudian Lion memberikan sebuah kue untuk Carla dan Millia,Lion memang tadi mengikuti Millia masuk kedalam toko namun tak lama kemudian Lion keluar dan menuju toko makanan,ia membelikan untuk dirinya sendiri dan untuk Carla juga Millia.Lion menunggu mereka keluar dari toko
"Wahh...Tumben Lion baik"Ucap Millia ngadi ngadi
"Paan?"Jawab Lion yang malas sekali kalau sama Millia
Carla menengok kue nya.Kue tersebut nampak kering namun mengingat zaman tempat tinggal mereka yang jauh dari kata peradaban,kue tersebut sudah sangat enak untuk dimakan bahkan terkenal dan populer,itu wajar bukan?
Carla tersenyum senang,Ia tersenyum pada Lion,senyuman Carla nampak sangat tenang matanya sampai menyipit menambah kecantikan gadis kecil itu yang juga diterangi sinar bulan di malam hari.
Mereka berjalan sambil memakan makanan masing masing.
"Emm.....Lion,kenapa aku baru sadar?"Kata Millia yang menyadari sesuatu yang salah dari dalam kantong daun makanan nya,Millia nampak sejenak menoleh pada kantong makanan Carla
"Apa?"Tanya Lion menoleh pada Millia
Millia mulai cemberut,Ia sungguh tidak menyangka saudara kembarnya akan begitu pilih kasih terhadap dirinya
"Kenapa mukamu seperti itu?"
"Huft...Yeee nggak peka,dasar Lion bodoh"Millia kesal,ia lalu mengumpati Lion
Lion tidak menanggapi ucapan Millia,ia berpikir sifat gila dan kekanakannya Millia mulai kambuh lagi sejak saat ia bertemu dengan Carla,sifat nya mulai bertambah dan itu tentunya malah menjengkelkan
"Ish,Lion!Kau ini bodoh ya?Kau memberikan kue untuk Carla begitu banyak sedangkan ke aku?"
"....Itu aku membalas budinya saja"
Carla yang merasa terpanggil pun menoleh pada mereka berdua
'?...Budi apa?' Tatapan Carla yang mengarah pada kalimat tersebut
"...Huft,itu aku beli lebih banyak untuk mu karena....Emm,Terimakasih manisan nya yang tadi"Ujar Lion dan mulai bicara lirih saat kalimat paling belakang ia ucapkan
"Ohh~Yasudah lah,aku memaafkanmu Lion untuk saat ini"Kata Millia nyengir melihat muka lion
"Ah..."Carla masih tak bergeming
"Carla,ayo!"Ajak Millia dan Lion, yang sudah mulai menjauh.Carla baru sadar pun segera menyusul mereka
"Lionn!!Terimakasih banyak"
Lion mengangguk
Setelahnya mereka terus berjalan sambil bersenda gurau.Mereka juga membeli minuman.Carla asing dengan minuman ini karena ia selama hidupnya hanya meminum air dari danau lalu di masak dan tentu saja itu tidak memiliki rasa namun minuman yang ia minum saat ini memiliki rasa meski rasa nya tak sebanyak di masa depan namun tentu saja minuman ini tetap asing untuk Carla yang hidup di zaman ini.
Mereka terus berjalan hingga sampai lah di perayaan yang mengadakan tari berpedang.
"Carla,Mau lihat?"Tanya Millia
Carla mengangguk semangat
Kemudian Millia memanggil pelayannya untuk menyuruh para pelayan tersebut menyiapkan kursi.Lumayan lama mereka menunggu karena para pelayan tersebut mencari dan mengelilingi toko kursi atau perabotan