
"Cerita itu panas karena kau ada di dalamnya juga,Carla"Ujar Millia
"Hahaha,aku tak menyangka.Aku akan terkenal dengan cara seperti ini,seorang anak berprofesi hunter memukuli seorang pedagang"Tawa nya.Erye tertawa hingga matanya menyipit,mengingat serta mendengar judul cerita yang tersanding di nama nya
"...Tapi meski begitu,ada yang salah ya nampaknya...Bukannya dicaci,pedagang itu malah dipuja hanya karena dalam pandangan orang orang biasa bahwa pedagang itu begitu baik hati tak menyetujui hukuman untuk mengeluarkan Erye dari Nerkel"Ujar Carla lirih.Millia menyandarkan tubuhnya di dinding kereta.
Benar,yang dicaci malah mereka sementara pedagang itu begitu dimuliakan.
"Aku mendengarnya,bisik bisikan itu...kurang lebih berisi pujian pada pedagang yang di cap murah hati"
Erye terdiam namun wajahnya sedikit dingin,tentu,bagaimana ia tidak sinis saat melihat situasi saat ini
"Lion,Menurutmu bagaimana?"Millia menyenggol pelan lengan kembarannya itu yang senantiasa terdiam
"Ya.. Aku tau peristiwa di aula tadi"Ucap nya singkat
"Ya kan?Aku tau,kau pasti juga tau"
"Menurut ku tindakan Erye terlalu gegabah!"Ungkap Lion mengkritiknya
"Iya,itu benar...tapi bukankah kau juga terlalu memikirkannya?"Celetuk Erye
"Itu hanya menurutku saja!"
"Yaa~Meski begitu aku tak dihukum terlalu berat seperti dikeluarkan dari tanah Nerkel"
"Hei,itu semua gara gara aku tau...aku bilang pada ayah saat ayah berniat mengusirmu"
Selepas ucapan gadis itu,Carla menampilkan pose berpikir,Ia meletakkan jari nya di dagu "Benarkah?Sepertinya ingatan kita berbeda ya,Millia"Seru nya diakhiri dengan tawa kecil
Millia tersenyum namun juga menampilkan ekpresi kesal.Bisa bisanya ia berucap dengan percaya diri seperti itu,padahal sebelum Millia berucap,Paman Gavin sudah memotongnya terlebih dahulu,menyuruh Millia untuk diam
"Haha...Selamat ya,kau harus mengembalikan permata mahal yang di lemparkan ayah ke lantai"Seru Lion seraya menepuk pundak Erye.Lion baru ikut tertawa sekian panjangnya percakapan yang terlontar,Ia jika tertawa lebih terlihat seperti kucing dari pada arti namanya
"Terimakasih"Ia membalas seruan Lion seraya tersenyum
Percakapan itu disusul dengan percakapan lain yang membuat keempat nya seringkali tertawa
Sekitar...1 jam setengah telah berlalu,mereka yang berangkat sedari pagi kini jelas sudah sampai dengan cepat di tempat tujuan.Lion mengulurkan tangannya pada gadis bersurai merah muda bukannya pada gadis bersurai coklat,ya~Dia mengulurkan tangan pada Carla.Carla bingung namun ia tetap menerima uluran tangan Lion
Sementara Millia melihatnya dengan senyuman yang berkedut"Wahh...Terharu sekali saya~"Ia turun dari kereta dengan sendiri,tanpa bantuan embel embel uluran.Mungkin dari lubuk hatinya,ia menganggap Lion begitu menjengkelkan karena lebih memilih gadis lain daripada kembarannya namun hal itu bukan berarti ia merasa keberatan jika Lion membantu Carla,malah ia merasa tindakan Lion sudah tepat dan jika apapun untuk Carla maka ia masih bisa mengalah
"Kau tadi tidak berniat membantuku kan,Lion!"Bisiknya,dan remaja laki laki itu hanya melirik kembarannya tanpa sepatah kata
Carla menyusul Erye yang pergi ke arah kereta kuda lain,disana terlihat Erye membantu orang orang itu untuk turun.Carla pun juga berniat membantu para wanita itu turun.Ia mengangkat tangannya yang terselimuti sarung tangan sebagai bantuan uluran untuk para wanita tersebut
Dan para wanita muda atau paruh baya itu menerimanya dengan senang hati.Tangan mereka yang kasar bersentuhan dengan sarung tangan Carla yang begitu lembut
"Terimakasih"Carla banyak mendapat ucapan tulus seperti itu dari mereka.Sementara Millia saat ini tengah menghirup udara segar sembari meregangkan tubuhnya,sama dengan Lion hanya saja anak laki laki itu duduk berjongkok dengan melihat ladang pertanian
Carla berjalan menuju kedua anak kembar itu setelah semua orang sudah turun dari kereta kuda.Pemandangan di depan begitu menyejukkan mata!
Tak begitu lama mereka menikmati bau udara segar,Sebuah teriakan membuat mereka semua menoleh termasuk orang orang yang direkrut
"Hei!"Seorang laki laki berlari menuju mereka
"Hosh...Perkenalkan nama saya Edri selaku kepala desa disini.Apakah anda anda sekalian adalah utusan ?"Ujarnya singkat dan langsung pada intinya
Lion maju sebagai kepala utusan,meski tak tertulis tapi bukankah itu sudah jelas?Lion adalah putra Krysi,jadi wajar jika ia yang akan maju untuk berucap.
Lion sedikit menunduk,meski derajatnya lebih tingga namun ini hanya untuk sebuah formalitas "Menjawab iya,Kami adalah orang orang yang diutus untuk kemari"
"Ah...Baiklah"Laki laki itu memanggil seseorang untuk mendata orang orang yang baru datang ini
"Dia akan mendata sebentar orang orang ini agar tidak ada kesalahan nantinya"Ucapnya kemudian pamit untuk pergi,Lion mengangguk paham.Orang orang yang direkrut itu pun berbaris rapi.
Setelah selesai,Laki laki yang diutus untuk mendata tadi pun menoleh pada golongan Lion.Mungkin agaknya heran karena kelebihan orang,mau bagaimanapun Golongan Lion tak tercatat dalam orang rekrutan.
"Ehem.Mohon maaf,Sepertinya disini ada kesalahan data?disini nama nama utusan sudah pas,namun orang yang ada malah kelebihan"Ucapnya pada Lion.Ntahlah padahal ia bukan seorang kepala desa,nampaknya orang ini sangat dipercayai di desa selatan ini.
Mereka terdiam sebentar,Kemudian dengan kompak Lion,Millia Dan Carla hormat kebangsawanan,bentuk hormat tata krama tingkat tinggi yang selalu digunakan anggota keluarga penguasa.Erye yang berada disebelah Carla sedikit ikut menunduk pula saat jari tangannya ditarik oleh Carla
"Terlebih dahulu,perkenalkan nama saya Marlion Krysi"Ungkap Lion yang sontak membuat laki laki itu melebarkan matanya.dia tentu tau 'Krysi' itu siapa!Hanya saja dia yang berada di paling selatan Nerkel tentu jarang bertemu dengan seseorang yang berpengaruh.Ia begitu terkejut mendengarnya
"A-ah...Mohon lancang,Ada keperluan apa ya tuan dan nona kemari?"Tanya nya yang sadar dari keterkejutannya.Ia tak berani mengangkat wajah di depan mereka
"Saya dan yang lain kesini karena diutus oleh Tuan Krysi untuk membantu panen desa"Ungkap Millia.
Laki laki itu mengangguk paham"Ah,Diutus untuk mengawasi jalannya pertanian"Gumamnya
"Tidak,kami ikut membantu panen"Ungkap Millia sekali lagi.Laki laki itu terlihat gemetar,ada ada saja Tuan Krysi itu!Mengutus anggota keluarganya untuk memanen?Itu konyol,bagaimana bisa dia atau pun orang orang desa menyuruh Millia dan teman temannya yang termasuk orang besar menyentuh tanah?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya kakak!