
"Ah!Pertandingan itu,kupikir sudah hilang bekasnya ternyata masih ada.Huft,waktu itu aku kesal dengan Erye yang memang selalu seperti itu sejak aku mengenalnya 3 tahun yang lalu...Tapi nampaknya saat kau tanding dengan Lion,ia tak melukaimu ya?Ahahaha,dasar aneh anak itu"Ujar Millia mengingat
"Hm..."
"Nanti aku akan memberikan cream lagi untuk kau olesi di bekas luka itu agar segera menghilang...Oh ya,Carla kau sudah dengar?Cal terluka parah saat ia berlatih dengan pelatih keluarga"
"Benarkah?Kenapa anak itu tak bilang apapun pada Carla?"Geram Carla terkejut
Millia melihat sang kawan sebentar,kemudian membalas"Hmm~Entahlah,aku saja baru diberitahu oleh Erye yang saat itu tengah duduk bersantai di salah satu pohon"
Carla terlihat marah saat ini
"Sudahlah jangan terlalu marah,luka Cal pasti sudah disembuhkan oleh tabib keluarga"Ucapnya sembari menenangkannya dengan menepuk pelan bahu temannya
"Nah sekarang ayo ikut aku!Kau harus bertanggung jawab atas lukaku saat ini"Millia tengah menarik Carla untuk masuk namun tarikan Millia tak erat sehingga tak menyakiti tangan Carla melainkan Millia menariknya halus.
Millia mengajak Carla untuk masuk ke kamarnya
"Hm~" Ia segera mendudukkan diri di kursi perias.Sementara Carla terlihat enak enakan tidur di ranjang Millia
Millia terlihat sibuk mengambil beberapa tanaman di kotak kecil dan Carla terlihat tak peduli apa yang dilakukan Millia.Hal itu membuat Millia kesal melihat Carla yang tidur tanpa beban,padahal Millia menyeret Carla ke kamarnya untuk membantu mengobati luka di pipi nya bukan malah membuat Carla merusuhi ranjang
"Ihhh..Bangun!"Seru Millia menarik tangan Carla,sungguh berat seolah tak bernyawa dan hanya ada raganya saja
"Berat sekali!"Keluh nya,Carla yang merasa terganggu pun akhirnya dengan terpaksa membuka matanya dan menatap masam ke arah Millia yang membangunkannya
"Nih!Bantu obati luka"Ucap nya seraya memberikan bahan bahan obat.
"Duhh~Padahal Carla mau tidur bentar...sini!"Oceh nya dengan cemberut namun Carla tetap bangun untuk mengobati Millia
Carla dengan segera meracik tanaman itu menjadi obat yang dapat diolesi di luka dan dengan segera Carla menempelkan tumbuhan tumbuhan itu dengan hati hati pada pipi temannya setelah itu Carla mengambil kain berwarna putih tipis khusus untuk luka namun betapa berubahnya ekspresinya saat melihat luka di pipi Millia langsung diolesi cream penghilang bekas luka kemudian Millia menyampurkannya dengan bedak agar tak ketara untuk saat ini
"Hahh...Nampak nya lain kali Carla harus berpikir ulang untuk menggores wajah mu Mil"Ia menghela napas lelah melihat pengobatan Millia.Sangat aneh dan runyam,memang luka nya tidak apa apa jika diobati seperti itu?
Setelah selesai dengan goresan pipi,Millia menyentuh tangan Carla dan menyuruhnya duduk di kursi.
Ia mengambil gunting di salah satu laci bawah tak lupa juga menyisir terlebih dahulu rambut berwarna keperakan itu.Millia menata rambut Carla yang ia potong tadi dan Carla tak keberatan akan hal itu.
Monshunter adalah sebutan untuk orang yang berprofesi sebagai pemburu monster,kata kata itu mulai muncul sejak 2 tahun yang lalu dan dipergunakan secara luas saat ini.Dalam 3 tahun ada banyak yang berubah dari kaum manusia,Pengetahuan semakin maju begitupula olahan bahan pangan dan lain lain.
"Selesai!!!"Seru Millia senang melihat hasil nya
"Bagus tidak?"
"Emm...Bagus"Jawab Carla kemudian ia berdiri
"Carla mau ke kuil sebentar,mungkin bibi Nia sudah ada di sana"Ujarnya sembari keluar dan melambaikan tangan pada Millia
"Ah..."Sementara gadis itu terdiam di posisinya sembari masih memegang gunting
Sebelum hendak ke kuil,ia menyempatkan diri untuk mandi karena sungguh Carla sangat bau keringat saat ini.
'Cklek' Carla membuka pintu kamarnya,saat ini ia sedang ada di mansion Krysi,tidak,lebih tepatnya sejak 3 tahun yang lalu ia tinggal disini dengan izin paman Gavin sebagai teman dari ayahnya.Tak hanya dirinya yang merasakan duka melainkan ada juga Erue yang sama sama merasakan kehilangan...Ada banyak...
Daerah ini begitu baik hati karena mau menampung korban pembantaian...Menurut Carla
Ia tau diri,sungguh!Carla tak meminta kamar yang mewah untuk dirinya melainkan ia meminta kamar yang pernah ditinggalinya semasa pertama kali kesini dan Cal menempati kamar samping Carla,tepatnya kamar Collyn sewaktu itu.
Selesai melakukan ritual mandinya,ia segera memakai gaun.Gaun?Iya,gaun~ kini selama 3 tahun ada juga yang berubah dari Carla.Kebutuhannya tercukupi,bahkan paman Gavin menyamakan kebutuhan gadis itu dengan Millia,putrinya.Tentu sebenarnya Carla merasa tak mau memakai gaun karena selama 10 tahun ia selalu memakai celana namun rasa sungkan juga meratapinya,bagaimanapun paman Gavin memberikan beberapa helai gaun untuk dirinya dan jika Carla tak memakai satupun barang pemberian seseorang dengan tulus bukankah itu terasa jahat sekali?Sejak saat itulah ia belajar tata krama yang sama dengan Millia.
Ia memakai gaun berwarna putih keperakan sampai kakinya,Carla juga memakai kalung ketat yang berasal dari kain namun lembut yang pas di lehernya,warnanya pun senada tak lupa ia menggelung rambutnya rapi kemudian ia hiasi dengan beberapa manik,terakhir Carla memakai sepatu yang cocok dengan gaun nya.Penampilan yang tak terlalu mencolok
Carla berjalan menuju kuil,disana terlihat seorang wanita dengan rambut di gelung rapi dan memakai gaun hitam.
"Bibi Nia!!!"Panggil Carla dan wanita itu menoleh.Bibi Nia adalah istri dari paman Gio,Wanita itu masih terlihat muda karena usianya sekitar 25 tahun saat ini,lebih muda dari Blic,dan paman Gio berusia 35 tahun sementara Collyn sudah kepala 4 sama seperti paman Gavin.
"Carla,sudah selesai latihannya?Kupikir kamu tak akan datang"
"Tentu Carla datang,Malahan Carla pikir bibi yang tak datang...Namanya pengantin baru kan,lagi mesra mesra nya~"Goda Carla pada wanita yang tengah tersipu itu.Benar,Bibi Nia dan Paman Gio menikah 1 bulan yang lalu
"Huh!Apanya pengantin baru~Kami sudah tua"Ucapnya seraya meletakkan tangan di pipi
"Tidak tampak kok,bibi terlihat jauh lebih muda dari 3 tahun lalu"Balas Carla sambil tersenyum.Disini wanita yang berusia 20 tahun namun belum bersuami dianggap sudah tua dan lewat dalam pernikahan,tentu saja karena hal itu sudah melekat dan menjadi adat...jadi jika wanita belum menikah saat usia sudah menginjak 20 lebih maka akan timbul gosip disini dan hal itu pula yang membuat Bibi Nia dan Paman Gio hampir memutuskan pertunangannya.