ELEANOR

ELEANOR
Tersesat



"Aku?Ya,Aku mana tau kalau orang yang akan barter dengan daerah ini adalah dirimu Collyn.Lagian aku tidak tau selama ini kau tinggal dimana."Ucap laki laki itu lagi


"Ohohoho,Maaf ya.Sepertinya saat itu aku berpikir lebih baik mengasingkan diri sendiri dan tidak ada orang yang tau,lalu memulai kehidupan baru bersama Arne"


"Tetapi tidak kusangka kita akan bertemu lagi,Pertama nya saat aku mengirimkan surat di daerah ini aku sedikit terkejut dengan nama 'Krysi' Pasal nya aku mengenal nama itu.Ahahaha,Bagaimana bisa aku melupakan nama marga teman ku?Tentu tidak bisa,Gavinno Krysi.Hmm~Aku dulu berpikir,aku akan hidup baru dan mati tanpa ada teman seperjuanganku yang tau,Ya aku merencanakan itu tapi aku baru sadar kalau hal tersebut sangat menyedihkan untuk dilakukan"Kata Ayah panjang lebar,tapi tentunya alasanya bukan itu saja


Laki laki itu hanya menatap dalam dalam Sang ayah yang saat ini masih berbicara


"Lalu,Apa disamping mu itu putri mu?"Tanya laki laki itu yang bernama Gavinno Krysi atau kita panggil saja paman Gavin ya?


"Ohh,Ahahaha aku sampai lupa.Iya dia adalah putri tersayangku,Carlatte"


"Oh"Hanya itu jawaban dari paman Gavin


"...Oh ya,Gavin.Kau sudah punya anak berapa?Aku dengar dengar nih anak anak mu sangat berbakat ya"Tanya Ayah


"Ehem,Ya seperti itu.Aku hanya punya 2 anak kembar"Jawab paman Gavin datar


Carla hanya mendengarkan saja percakapan itu apalagi ia sangat mendengarkan jawaban paman Gavin yang terbilang irit,Nampak nya Carla menemukan orang yang seperti Blic.


Setelah percakapan itu,Paman Gavin memerintahkan menyiapkan 2 kamar dan beberapa orang untuk membantu Collyn dan Carla beristirahat.


Carla dan ayah nya dituntun oleh para orang disana untuk masuk ke ruangan yang disiapkan


"Tuan dan Nona muda kita sudah sampai.Ini adalah ruangan untuk tuan dan disamping nya adalah ruangan untuk nona muda.Jika nanti sewaktu waktu membutuhkan kami,Tuan dan Nona bisa memanggil kami.Kami akan selalu bersiaga untuk memenuhi kebutuhan tuan dan nona"Ucap salah satu wanita paruh baya yang mengantar kami tadi setelah itu ia membungkuk


Collyn mengangguk dan tersenyum sedangkan Carla hanya bersikap datar,tapi setelah itu ia tersenyum saat pelayan tadi menatap nya


"Terimakasih bibi"Kata Carla dengan senyuman manis yang ditujukan pada mereka


Setelah itu Carla segera masuk begitupun dengan Sang ayah yang juga masuk ke ruangan nya


Di dalam ruangan,Carla menghela napas lelah saat sudah masuk kedalam ruangan itu,tak lupa ia menutup pintu kamar nya.Carla segera merebahkan dirinya diranjang yang sangat besar bahkan 2 kali lipat lebih besar dari ranjang dirumah nya.


Carla mengulurkan tanganya untuk menghadapkan kedinding kamar.


"Huft,lelah sekalii~"Ujar Carla.Ia berguling kesana kemari di tengah besarnya ukuran ranjang


Kemudian Carla bangun dari tidur nya,Ia melihat sekeliling.


"Sungguh besar"Ucap Carla lirih.Carla melamun sejenak,ntah memikirkan apa


Ia tersadar dari lamunannya,lalu ia berjalan menuju jendela,Carla membuka jendela itu.


"Hahh...Sejuk nya"Ucap Carla sambil menikmati pemandangan bangunan dibawahnya


Oh ya saat ini Carla berada di ruangan lantai ke dua,kamar untuk tamu.Mansion keluarga Krysi terdiri dari 3 lantai dan lagi mansion itu sangat mewah,Belum lagi ruangan di belakang mansion yang digunakan untuk para pelayan.Lantai pertama biasanya digunakan sebagai aula utama tapi ada juga kamar untuk para tamu,lantai kedua digunakan untuk khusus tamu istimewa ya seperti Collyn ini yang mempunyai hubungan pertemanan dengan paman Gavin sehingga Collyn dikategorikan tamu istimewa dan yang terakhir lantai ke 3 Lantai itu adalah lantai untuk ruangan para anggota keluarga. Ya kurang lebih seperti itu~


Setelah Carla puas menikmati keindahan di bawah,ia mulai mengelilingi area kamar nya,Ia berhenti sejenak di ruangan yang terdapat pintu.


Carla penasaran,kenapa ada ruangan lain dikamarnya?


Setelah itu,Ia mencoba membuka nya alangkah terkejut nya saat itu ia melihat sebuah benda yang menurut nya aneh,Benda yang Carla lihat itu adalah benda besar yang berbentuk balok dan terbuat dari bambu.


Ia heran dan bertanya tanya,Benda apa ini?Karena di buku yang ia baca tidak ada benda semacam ini.Lalu ia terdiam sejenak memandangi benda itu,Carla berniat menanyakan nya pada orang orang yang mengantar mereka tadi,tetapi saat ia membuka pintu dan menolah noleh keberadaan mereka ia tidak mendapati siapapun di depan kamar nya.


"Kemana mereka?Katanya tadi bisa memanggil kalau ada kebutuhan,tetapi kemana mereka sekarang?Apa sedang didapur?Huft...Besok saja lah"Batin Carla


Carla yang tidak jadi bertanya dan menunggu besok pun segera menutup pintu kamar nya kembali dan ia segera merebahkan diri di ranjang.Carla terpaksa harus menelan penasaran nya terhadap benda yang baru ia temui itu sampai besok


Ia berguling kesana kemari berharap kantuk datang teteapi kenapa ia tidak mengantuk sama sekali?Ia sungguh bosan saat ini.


"Huftt...Haihh,Kenapa Carla tidak ngantuk ya?"Ucap Carla lirih.Kemudian ia berjalan ke arah jendela.Carla juga menggeser kursi untuk ia duduk sambil menikmati pemandangan


Carla berpikir jika ia tidak mengantuk maka akan lebih baik ia menghabiskan waktu dengan menikmati pemandangan bawah dari atas sini


3 jam berlalu,Carla masih setia dalam posisi nya saat ini,Ia tersenyum melihat bangunan bangunan dan orang yang lalu lalang di jalanan.Tetapi kemudian matanya menangkap sosok anak laki laki yang sedang duduk di kursi dengan tangan yang mengelap senjata di pangkuan nya


Carla memperhatikan anak laki laki itu selama beberapa menit tetapi anak laki laki itu tak kunjung juga berdiri.Carla yang sudah merasa jenuh apalagi punggung nya yang terasa sakit akibat duduk terus menerus,Carla pun berpikir kalo ia ingin menikmati pemandangan di sekitar mansion ini sebentar,Carla keluar dari kamar nya tak lupa ia berpamitan terlebih dahulu pada sang ayah jika mau keluar agar ayah nya tidak mencemaskan nya.


Setelah bertemu Sang ayah dan berpamitan sebentar,Ia segera turun dari tangga menuju lantai 1,Kemudian ia terus berjalan dan terus berjalan...


Hingga ia tersesat karena Carla begitu antusias dan senang melihat pemandangan disekitar,hal itu membuat nya tidak mengingat jalan yang ia lewati karena saking semangat nya