ELEANOR

ELEANOR
Gagal?



Carla menggandeng adiknya untuk masuk kembali ke dalam ruang persenjataan.Carla berhenti tepat di penyimpanan senjata yang mereka buat di lemari kayu.


Ia membuka dan mengeluarkan senjata senjata itu.Cal hanya memperhatikan apa yang dilakukan kakak nya.Ia heran dan terkejut saat Carla mengeluarkan senjata senjata itu dari dalam lemari


"Kakak,Kenapa kakak mengeluarkan senjata nya lagi?"Tanya Cal heran yang dilakukan kakak nya saat ini


"Stt"Jawab Carla sambil meletakkan telunjuk nya di bibir agar Cal diam


Cal tidak banyak bicara lagi,Ia mulai diam.Cal hanya memperhatikan yang dilakukan kakak nya itu.


Carla mengeluarkan semua senjata yang ia buat selama 3 bulan ini,termasuk senjata pertama nya yang dibungkus dengan kain.


Carla meletakkan senjata senjata yang terbungkus dengan kain itu di lantai.Ia mulai memegang senjata tersebut dan menutup matanya.


Carla berbicara dalam hati berharap agar senjata tersebut bisa lebih kuat dari aslinya yang sekarang.Cal hanya terdiam menatap kakak nya kemudian beralih menatap senjata senjata itu


Tapi...keajaiban tak kunjung datang.Cahaya yang biasanya dirasakan oleh Carla,kini ia tak merasakan lagi.Dan hening selama 5 menit,tak ada yang terjadi selama itu.Begitu pula cahaya terang yang selalu keluar saat Carla fokus dan mengarahkan tangan nya,kini tidak keluar.


"Emmm...Kak,tidak terjadi apa apa tuh"Ucap Cal memecahkan keheningan


Carla yang mendengar perkataan Cal pun.segera membuka matanya secara perlahan lahan.Dan benar saja tidak terjadi apa apa


Terlihat jelas sekali dari wajah Carla kalo ia saat ini sangat kecewa karena tidak bisa membuat senjata yang lebih kuat dari asal nya


"Huftt...tidak bisa yaa"Ujar Carla lesu.


Cal hanya bisa menepuk nepuk punggung sang kakak mencoba memberikan semangat


"Tidak apa apa,Tidak apa apa kak"Ucap Cal


Setelah itu,Carla mulai mengambil senjata senjata nya dan meletakkan kembali di lemari,tentunya dibantu Cal juga dalam membereskan senjata senjata itu ketempat semula


Sebelum Carla selesai mengunci ruang senjata.Cal sudah meninggalkan Carla.Ia menuju ke dapur,Saat ini Cal sudah sangat kehausan,tenggorokan nya kering.Cal sudah tidak bisa berdiam lebih lama di ruang persenjataan yang termasuk tempat yang sangat pengap,panas dan dalam keadaan haus itu.Cal dengan cepat berlari memasuki rumah tidak menghiraukan Carla yang saat ini belum selesai mengunci


Carla hanya menggelengkan kepalanya melihat sang adik yang begitu mudah nya meninggalkan nya disini sendiri.


Setelah selesai mengunci ruangan itu,dengan segera Carla menyusul sang adik ke dalam rumah


Sesampai nya ia di dapur.Carla sudah melihat Cal yang duduk diam dengan tenang di kursinya.Cal saat ini terlihat sedang membaca buku di tangan kiri nya dan di tangan kanan nya terdapat gelas yang berisi air.


"Dimana ibu,Cal?"Tanya Carla sambil menggeser kursi nya untuk duduk


"Emm...Ibu sedang memetik sayur sayuran di halaman belakang katanya tadi"Jawab Cal yang tidak mengalihkan pandangan nya dari buku


"Lalu dimana ayah,Cal?"Tanya Carlatte lagi


Cal juga nampak menolah noleh ke arah lain mendengar pertanyaan sang kakak


"Emm...Tidak tau,Tadi ayah duduk di kursi itu.Sekarang Cal tidak tau ayah kemana"Jawab Cal dengan menunjuk sebuah kursi yang tak jauh dari tempat posisi mereka saat ini


Carla hanya mengangguk ngangguk paham mendengar Cal


Tak lama setelah itu,Blic datang dari pintu belakang dengan membawa sayur sayuran untuk di masak


"Ibuu!"Seru Cal bahagia melihat ibu nya.Saat ini Cacing cacing yang ada diperut Cal sudah meronta ronta ingin diisi.Terlepas dari rasa haus,kini Cal juga sangat kelaparan setelah membuat senjata senjata itu.Tenaga anak kecil itu terkuras habis saat membuat senjata bersama sang ayah dan kakak nya.Tapi meski ia lelah,ia tetap meneruskan pembuatan senjata nya sampai ia terbiasa dengan rasa kelelahan ini


Blic hanya melihat dan tidak menjawab seruan Cal


Carla beranjak dari kursinya dan berjalan mendekat ke arah Blic


"Ibu,Apa buah buahan tidak ada yang bisa dimakan hari ini?"Tanya Carla heran saat melihat tangan ibu nya penuh dengan sayuran tapi tidak ada satu pun buah


Blic hanya diam,tak berniat menjawab perkaatan yang Carla lontarkan itu.


Blic berjalan ke arah ember yang berisi air.Ia mencuci sayur sayuran yang baru ia petik itu sebelum di masak


"Ibu,Hari ini sayuran nya mau diapakan?Carla bantu ya agar cepat selesai"Tanya Carla sekali lagi


"Tidak usah.Kamu duduk saja disitu tunggu masakan ibu selesai.Kalian pasti lelah karena 3 bulan akhir akhir ini harus membantu ayah membuat senjata .Jadi Carla,Kamu tidak usah mengkhawatirkan pekerjaan rumah dan memasak sebagai nya"Jawan Blic tegas


Carla sangat terharu mendengar perkataan Blic.Tak bisa ia percaya,dan tak bisa ia pungkiri saat ini gadis kecil yang belum genap berumur 9 tahun itu sangat bahagia mendapat perhatian ibu nya.


Carla pun hanya mengangguk mendengar Jawaban tegas dari sang ibu.Ia mulai duduk di kursinya dengan tenang dan menunggu sang ibu selesai memasak.


Setelah Blic selesai memasak dan menghidangkan nya di meja makan.Blic pun juga mulai duduk untuk menyantap makanan.Kini di meja makan hanya ada sayur dan daging,Tidak ada makanan pokok.Mereka tidak mengeluh atas apa yang ada,meski jika nanti nya yang ada di meja makan itu hanya sayuran dan tidak ada yang lain selain itu,mereka akan tetap memakan nya bukan?


Carla selalu mengambil makanan untuk adik nya dan diri nya.Saat ini daging di meja makan itu terlihat sedikit,jadi mereka harus berbagi agar yang lain juga merasakan nya.


"Ayo kita berdoa dulu dan makan!"Ajak sang ibu yang selalu tidak lupa dengan kata doa


Blic menutup mata dan mulai menangkupkan telapak tanganya.Ia berdoa dalam hati.Sementara Carlatte dan Carius hanya biasa saja.Mereka malah tidak peduli dan tidak melakukan apa yang dilakukan Blic.Tapi saat Blic mulai membuka mata,Carla dan Carius secara tidak langsung seolah olah berpura pura telah menyelesaikan doa nya juga.Iyaa...Jika Carla dan Carius tidak terlihat berdoa,Maka Blic akan sangat murka atas ketidaksopanan keduanya


"Ibu,Apa Ayah tidak ditunggu saja biar kita makan malam bersama?"Tanya Carla pada Blic