ELEANOR

ELEANOR
Membersihkan ruang senjata



Hari hari berlalu,kini Sang ayah telah kembali tadi pagi dari barteran nya ke daerah sebelah.


Seperti biasa,agenda kegiatan rutin yang selalu dilakukan oleh Carla.


Ia segera turun dari tangga,Carla melihat ayahnya tidur di lantai.


Di dapur,Ia tidak melihat Blic.Biasanya ia akan melihat Blic yang sibuk dengan kegiatan dapur.


Carla melangkahkan kaki ke kamar ibunya,Disana Carla tidak melihat adanya Blic,Ia pun mulai cemas.


Ditengah kecemasan nya,Carla mendengar bunyi.


'Tok.Tok.Tok'Seperti bunyi orang yang memotong daging,Carla mencari dimana arah sumber bunyi tersebut.


Ia berhenti di depan pintu.Carla merasakan bunyi tersebut ada di depan pintu,ia gemetar tertahan


Dengan penuh keberanian dan tekad,ia segera membuka pintu.jujur saja Carla sangat takut untuk membuka pintu dikarenakan saat ini matahari belum terbit dan pastinya masih gelap diluar,Ia takut semisal ada monster atau makhluk yang diluar prasangkanya sedang berada di luar.


"Huft..tenang,tarik nafas.Bisa saja itu ibu"Carlatte mulai membulatkan tekad


Ia memegang gagang pintu dan membuka perlahan lahan.Hal yang pertama kali ia lihat adalah seekor daging kelinci yang terpotong potong.


Carla pun lemas setelah melihat hal itu.Tapi ia tetap membuka pintunya,haha ternyata gadis itu sangatlah penakut?


Saat pintu sudah terbuka sepenuhnya barulah Carla bernapas lega,karena ia melihat ibu nya sedang memotong motong daging kelinci tersebut.Carla segera berseru pada ibunya


"Ibu!!!"


"Hm...."Blic hanya menjawab seperti itu,tanpa menoleh ke arah Carla


"Ibu,Apakah ini barter yang ayah dapat di daerah lain?"Tanya Carla mendekat kepada Blic


"Iya,ini salah satunya."Jawab Blic


"Salah satu?"Tanya Carla memiringkan kepalanya.


"Iya.Barter 4 daging,inti sihir, dan kain untuk digunakan pakaian."Jawab Blic


Carla terkejut mendengarkan jawaban Blic,pasalnya barter sebanyak itu pasti sang ayah membutuh kan banyak senjata untuk ditukar.


Carla pun segera sadar dari keterkejutanya.


"Ibu.Daging daging ini mau diletakkan dimana?"


"Bawa daging itu ke dapur"


"Iya bu."Jawab Carlatte


Setelah itu ia pun memungut daging daging yang sudah dipotong.Daging tersebut masih mempunyai bulu.Ia segera berjalan ke arah dapur


Sesampai nya didapur Carla pun mulai mencabut i bulu daging itu.


Beberapa jam berlalu,kini matahari sudah naik.Tapi ia belum selesai mencabuti semuanya,Carla pun juga belum mandi


Collyn membeli 4 daging kelinci dan itu sudah termasuk banyak bagi mereka,makanya butuh berhari hari untuk mencabuti bulunya.


1 daging kelinci dihargai sekitar 3 belati jika menggunakan sistem barter.Senjata dan bahan pangan sama berharganya,maka dari itu senjata pun juga dihargai sangat mahal disini.Jika menggunakan sistem koin,maka 1 daging kelinci bisa dihargai hingga 60 koin perak,tergantung juga seberapa gemuk kelinci tersebut.Sebenarnya dihargai berbeda beda di berbagai daerah menganut dengan sistem koin,semisal jika di daerah satu dihargai 60 koin perak maka bisa saja di daerah lain dihargai dengan 15 swift-Mata uang.Perbedaan ini lah yang sering terjadi,namun aktivitas jual beli manusia masih tetap berjalan meskipun di dunia yang kacau seperti ini


Carius pun sudah bangun.Cal segera pergi ke dapur.Saat Cal pergi ke dapur,ia melihat kakaknya yang tengah sibuk dengan daging daging.


"Oh...Cal,sudah bangun?Tumben,Sekarang masih pagi kan."Kata Carla tidak sadar


"Apanya yang pagi kak?Matahari sudah naik tuh"Jawab Carius


Carius pun naik ke meja makan melihat kakaknya yang sedang sibuk


"Ehh....?Astagaa,Kakak tidak memperhatikan."Kata Carla terkejut


"Em..kak,itu daging kan?"


"Iya,Cal."


"Yeee!Cal bisa makan daging lagii"


"iya iya,Ayah baru pulang tadi pagi.Cal,tolong bantu kakak!Katanya Cal mau makan daging,bantu kakak supaya cepat selesai ya."Kata Carla meminta bantuan pada adik nya


"SIAP!!!"Cal mulai berjalan ke Carla dengan semangat


Mereka berdua mulai mencabut i bulu sampai bersih.Tak lama kemudian Blic datang,Ia membawa daging dan beberapa sayur,buah untuk dimasak.


"Apa sudah?"Tanya Blic


"em...Belum bu,ini juga dibantu Cal."Jawab Carla dengan sedikit takut dimarahi


"Huft...ya sudah,minggir.Cabutin bulu nya diluar aja,Ibu mau masak sebentar"Kata Blic


Carla pun menghela nafas lega karena ibunya tidak marah.Segera mungkin Carla meletakkan daging daging itu diluar dan mencabutinya lagi.Carius pun juga sangat membantu.


Setelah hampir selesai mencabutinya


'Kruyuuukk' Suara terdengar dari perut Carius


"Ehehehe...emm,Kak makan dulu yuk.Cal lapar"Kata Cal sambil menggaruk hidungnya yang tidak gatal.Ia malu


"Yasudah ayo masuk ke dalam dulu."Kata Carlatte mengajak Carius


Saat Carla masuk,Ia sudah tidak melihat ayahnya tertidur di lantai.Ntah sang ayah kemana.


Carla pun masuk ke dapur.Carla tidak melihat Blic disana,tapi makanan sudah ada di meja makan.Carlatte dan Carius pun duduk di kusi masing masing.Mereka menunggu sang ayah dan ibunya tiba.


Tak lama mereka menunggu ayah dan ibunya muncul dari kamar mereka.Rupanya sang ayah pindah ke kamar dan Blic pergi ke kamar untuk memanggilnya makan.


Mereka berempat makan dengan lahap.Carla mulai membuka percakapan di meja makan itu


"Ayah,Apa senjata yang dibuat sudah ditukar semua?"Tanya Carlatte


"Masih ada kok,tinggal tiga" Jawab ayah


"Oh."


Carla berpikir,Ia akan membuat senjata lagi pasti nya karena senjata yang lain sudah ditukar


"Oh ya,ayah.Mana kunci ruang persenjataan ayah?Carla cari dimana mana tidak ada"


"Nih,mau buat apa?"Tanya Ayah


"Hari ini Carla berniat membersihkan ruang kerja ayah"Jawab Carla


Sang ayah pun hanya mengangguk.Setelah itu di meja makan mulai hening lagi.Hanya ada suara sendok dan garpu berbenturan dengan piring.


Setelah selesai makan,Blic pun menumpuk piring piring dan membawanya untuk dicuci.


Carla keluar dengan membawa kunci menuju ruang persenjataan,diikuti Cal dibelakang nya.


'Grakk,Graaak...Ceklek'


Pintu pun terbuka.Carla dan Cal masuk ke ruangan itu


Carla menengok seluruh sudut ruangan.Ia pun mulai berjalan dan berhenti di meja.Ia mengulurkan telunjuknya ke meja.Dan benar saja Carla menghela napas,Karena ruangan itu sangat berdebu.


"Berdebu sekali.."Ucap Carla lirih melihat jari telunjuknya


Carla pun segera mengambil sapu dan kain untuk membersihka ruangan ini.


Ia berbalik dan alangkah terkejutnya saat ia melihat sang adik berada di belakang nya


"Ehh?Cal,ada apa kemari?"Tanya Carla


"Emm...Cal mengikuti kakak"Jawab Cal


"Oh,kamu ke dalam rumah saja daripada disini"Kata Carla dengan berjalan menuju arah sapu


"Tidak mau!Cal mau disini,Cal mau bantu kakak membersihkan ruangan ini"Kata Cal dengan menatap sang kakak


"Cal melihatnya,Kak Carla itu sibuk membersihkan atau membantu ibu.Tapi Cal hanya duduk dan bermain saja,Cal mau ikut membantu!"Ujar Carius


Carla menatap sang adik sejenak.ia heran melihat sang adik yang semakin dewasa sikapnya.


"Yasudah,ayo bantu kakak membersihkan ini"Seru Carla


Cal mengangguk dengan semangat


"Nih!Elap meja yang berdebu dengan kain ini"Ucap Carla memberikan Kain ke adik nya


Cal dan Carla pun mulai bersih bersih,hari itu mereka menghabiskan waktunya dengan membersihkan ruang kerja.