
Collyn melihat putrinya sebentar,kemudian ia mengangguk sambil mengelus kepala putrinya.Setelah itu Collyn memberikan keranjang buah untuk alat pembayaran nanti malam,Carla merasa senang saat ini lalu ia mengecup pipi ayahnya sebelum menutup pintu kamar
"Ayah,terimakasih.Carla sangat senang,dah!"Ucap Carla sambil melambaikan tangan pada Collyn lalu menutup pintu kamar nya dengan kuat,sungguh ia malu mengingat tindakan yang baru saja Carla lakukan pada sang ayah Ia saja baru sadar saat ini dan sedang merutuki kebodohan nya.Meski ada yang bilang hal itu wajar untuk tindakan Carla,akan tetapi Carla tentunya mempunyai gengsi yang tinggi apalagi ia termasuk tipe gadis yang tenang dan penurut jadi ia sedikit gusar karena mencium pipi ayah nya seperti anak kecil
Setelah Carla menenangkan dirinya,ia baru ingat terhadap surat dari Cal,karena terlalu senangnya ia diizinkan oleh sang ayah membuat Carla melupakan sejenak surat tersebut.
Carla berjalan ke arat tempat tidurnya seraya membuka surat tadi,lalu membacanya.Kadang ia tertawa saat membaca surat adiknya.
Carla terlalu larut dalam membaca surat hingga ia tidak sadar bahwa matahari mulai terbenam
Carla baru sadar saat ia dengan tidak sengaja melirik ke arah jendela dengan ekor matanya,tentu hal itu membuat nya terkejut dan sontak bangun.Waktu berlalu dengan sangat cepat tanpa ia sadari
"Ah...Sudah mau malam ya"Ucap Carla merenganggangkan tubuhnya
Kemudian ia berjalan ke arah cermin,Carla merapikan rambutnya yang sedikit berantakan,Setelah dirasa rapi Carla bergegas turun,siapa tau bukan jika semisal Millia sudah ada dibawah?
Dan benar saja Millia sudah ada di depan sambil melambai ke arah Carla.
Carla menghampiri Millia
"Millia,apa perlu kita naik kereta kuda,bukan berjalan kaki saja?"Tanya Carla
"Umm...Ya menurutku lebih baik seperti itu agar kita bisa membaur ya kan,akan tetapi ibu melarang nya tadi.Jadi nya karena takut tidak diizinkan mau tidak mau kita akan menaiki kereta kuda dan dikawal beberapa pengawal"Jawab Millia
Carla mengangguk paham,Ya ia mulai tau bahwa ibu nya Millia atau nyonya besar Krysi sangat protektif terhadap anak anak nya,tapi menurut Carla hal itu wajar.Bagaimanapun juga Millia dan Lion saat ini adalah harapan dan kebanggaan keluarga Krysi apalagi mereka berdua sangat berbakat.Ya~ kalian pasti mengerti lah maksud perkataan El
Sejenak Millia memandang Carla dari atas sampai bawah dan hal itu tentunya Carla tau bahwa ia sedang ditatap dengan seksama oleh sang kawan
Carla pun memberanikan diri untuk bertanya,entah kenapa ia merasa risih dipandang terus seperti itu
"Ada apa Mil?Apa ada masalah dengan penampilan Carla?"Tanya Carla
"Emm.."Millia terlihat berpikir dengan jari berada di dagunya sambil memejamkan mata
Kemudian Millia membuka matanya dan menghela nafas,hal itu membuat Carla semakin bertanya tanya
Tanpa menunggu Carla bertanya lagi,Millia segera menggandeng tangannya ke suatu tempat
Carla terkejut tapi ia tidak banyak tanya,Carla membiarkan Millia mengajaknya kemanapun tanpa bertanya
Sesampai nya di sebuah ruangan yang tak lain adalah ruangan milik Millia sendiri atau dengan kata lain kamar Millia.Millia membawa masuk Carla ke kamarnya kemudian ia menutup pintu rapat
"...?Mengapa Carla dibawa kesini Mil?"Tanyanya heran
"Huft,Astaga Carla.Kamu masih bertanya mengapa,Apa kamu sadar bahwa baju yang kamu kenakan itu tidak cocok dengan malam ini"Cerocos Millia
Carla melihat pakaian nya sebentar,Ia sekarang memakai kemeja putih dengan celana juga sepatu seperti biasa nya.Carla merasa ia berpenampilan tidak bermasalah,lalu kenapa Millia terlihat seperti itu?
"Lantas?"Tanya Carla yang masih tidak mengerti permasalahanya dimana
"Huft,Begini Carla kan saat ini adalah malam yang membahagiakan jadi penampilan Carla harus berbeda dari biasanya"Jawab Millia menjelaskan maksudnya
"...Apa segitu pentingnya?"
"Iyaa~Itu ibu yang bilang padaku sejak kecil"
Carla terlihat berpikir kemudian mengangguk
"Tetapi...Carla tidak punya baju seperti itu"
"Nahh~Maka dari itu lah aku membawamu kesini"Seru Millia sambil menyeringai menatap Carla
Carla terkejut melihat Millia yang sudah membawa banyak baju,ntah sejak kapan Millia membuka lemari pakaiannya yang besar itu.
"Fufufu.Ayo kita ganti baju,Carla wahai temanku~"
Sekitar setengah jam telah berlalu,Carla terus didandani oleh Millia bagaikan boneka selama itu
"Mil,sudah.Ayo kita kebawah,Carla terserah pakai apa saja"Bujuk Carla pada temannya itu,ia sudah merasa pegal dan bosan
"Mil"
"Mil,Carla bosan"Keluh Carla yang terkesan sedikit dingin.Carla sudah mulai jengkel dengan situasi ini,Millia yang paham pun berniat mengakhirinya agar tidak membuat Carla marah,akan tetapi tiba tiba...
'Brakkk'Suara dobrakan pintu membuat kedua gadis kecil itu terkejut dan sontak menoleh ke arah pintu kamar Millia yang sudah rusak dan terlihat lah disana Lion yang nampak menahan amarahnya
"Ada apa Lion?"Tanya Millia polos,ia seolah olah tidak merasa bersalah karena membuat Lion menunggu selama setengah jam
Lion yang sudah menahan amarah pun tak mampu membendungnya
"MILLIA"Geram Lion
"Kau tau?Aku sudah menunggu kalian lama sekali eh ternyata kalian enak enak kan disini dandan dandan"
"Ih,apaan sih.Cuma setengah jam doang kok dipermasalahin"Cerca Millia yang nampaknya juga tidak mau kalah dari Lion.Tentu hal itu mampu memancing kemarahan Lion
(Oh ya nampaknya El kurang menjelaskan ya tentang 'waktu',sebenarnya di beberapa daerah sudah ada yang mengenal 'waktu' tapi ada juga daerah yang masih menggunakan kata siang,pagi atau malam.Jadi dunia Carla saat ini juga tidak terlalu kuno tapi juga tidak modern,akan tetapi kalau dibilang dunia yang Carla tempati ini termasuk zaman kuno,mungkin...?.Pertamanya 'waktu' itu istilah yang diciptakan oleh seseorang dan menyebar ke daerah daerah lain.Nanti bakal El kenalin kok,Tenang!)
"Nih lihat,Lion.Cantik kan Carla"Ucap Millia sambil menunujuk Carla yang saat ini masih terbalut dengan pakaian yang cantik
Sontak hal itu membuat Lion memerah,ia memalingkan mukanya lalu berdehem
"Fufufu,apa kau malu Lion?"Goda Millia
"Diamlah"Balas Lion jutek lalu segera pergi dari kamar Millia
"Ish.......Ehhhh?Tunggu Lion!Kau harus bertanggung jawab atas kerusakan pintuku,aku tidak mau tau!"Teriak Millia yang baru ingat dengan nasib pintu nya
"Iya iya nanti,berisik tau.Sekarang ayo kebawah!katanya mau keluar,jangan dandan lagi."Jawab Lion