ELEANOR

ELEANOR
Konflik keluarga



Selepas keajaiban itu terjadi,Carla masih hening dan melamun.Lamunan nya pecah tatkala ia melihat malam berganti dengan kemunculan fajar.Apalagi betapa terkejutnya ia saat melihat dengan seksama langit terpecah menjadi dua,yang satu malam ditemani dengan cahaya bulan dan yang satu lagi sebuah cahaya fajar yang mulai muncul.


Carla bertanya tanya apa sudah masuk fajar?lalu mengapa langitnya seperti itu?Sungguh itu adalah fenomena yang tak pernah ia lihat.


beberapa detik kemudian,suasana malam itu benar benar hilang,bukan.Lebih tepatnya seolah olah dimakan oleh cahaya siang.Warna keemasan nampak dilangit,namun kemudian hilang.


Malam telah berganti menjadi siang.


Sang ayah mematung melihat fenomena gila itu.


Keajaiban telah terjadi di hutan synántisi,hutan tempat mereka berada.


'Grep' Cukup lama Carla melamun hingga ia tersadar saat ada yang memegang tangan nya dengan erat.


"Ah"Carla meringis kesakitan saat menyadari pergelangan tangan nya dipegang oleh sang ibu


"I-Ibu"


"Apa yang kamu lakukan Carla?"Tanya nya dengan wajah memerah,nampaknya Blic sedang memendam amarah


Carla tidak tau apa yang dibicarakan ibunya


"Jangan pura pura tidak tau.Kami semua disini tau dan melihat bahwa ada keanehan yang terjadi selang beberapa waktu lalu.Ini pasti semua karenamu,karena dirimu adalah satu satu nya penyihir disini"


"BLIC!!!Apa yang kamu lakukan?"Bentak Sang ayah


"Sayang.Diaaa...Dia melakukan hal aneh lagi.Sudah dibilang jangan melakukan hal yang berbeda dari manusia biasa!,tapi anak ini...anak ini Monster"


"Pulang!"Ucap ayah penuh penekanan sambil menatap tajam istrinya.Ia nampaknya juga terbawa amarah


"...S-Sayang?"


"Pulang.Semua,ayo pulang"Ucap nya sekali lagi


Blic terdiam kemudian keluar dari gua disusul dengan sang ayah


"K-kakak"Ucap Cal dengan mata yang mulai berkaca kaca


"Cal..."Carla melihat adiknya lalu tersenyum dan mengajak adiknya untuk keluar dari gua.Sebelum ia benar benar keluar,Carla sekali lagi memperhatikan gua yang berserakan inti sihir di mana mana Yaa~Inti sihir dari monster cacing itu.


"Aneh,Setahu Carla jika ingin mengambil inti sihir dari monster maka harus membelah jantung nya.Tapi kenapa saat ini inti sihir berserakan padahal Carla dan ayah tidak melakukan pembelahan...Apalagi yang lebih aneh,kemana para monster itu?"Batin Carla bertanya tanya


Cal menggenggam jemari kakak nya itu saat ia melihat Carla yang mulai melamun.Carla tersadar dari pikiran nya


Mereka berempat pulang dengan suasana yang hening.Nampaknya Collyn benar benar marah karena sungguh dari awal perjalanan pulang,tidak ada satupun yag berbicara,suasana pun juga tidak enak.


mentari kian meninggi saat mereka sudah sampai dirumah.


Sang ayah yang dari tadi sudah berwajah suram pun melirik ke arah Blic yang juga terlihat sinis.


"Carla,bawa Cal masuk ke dalam kamarmu"Perintah Collyn.Blic mengeratkan giginya


Carla melihat keduanya sebentar kemudian tatapan nya menjadi sendu,Cal saat ini tengah digendong oleh gadis kecil itu.


Inilah yang tak Carla sukai dari sosok sang ayah karena beliau bisa main tangan hanya karena mendiang istrinya yang tak lain adalah ibu Carla.Meski sosok sang ayah ramah pada putra dan putrinya namun ia bisa merasakan ada jurang yang sangat besar di keluarganya,ntah itu karena wanita bernama Arne atau karena Blic?


Carla tak mau Blic merasakan sakit lagi tapi...Bagaimana ia membantah perintah ayahnya?


".......Baik ayah"Jawab Carla lirih sambil menggendong adiknya menuju kamar.


'Plaaaakkk'


Selalu.Selalu seperti ini,Carla tau hanya saja kedua orang tuanya bertengkar di dalam kamar.Carla mengintip dari sela sela pintu sebelum ia tutup.


Ia...Melihat Ayahnya menampar Blic.Dan Blic...Berlinang air mata sambil memegang pipinya.Cal menarik kemeja Carla agar kakak nya itu menutup pintunya segera.Carla menutup pintunya kemudian ia duduk meringkuk


"K-Kamu...Kamu menamparku seperti ini karena aku mengatai anak itu?Memang nya apa yang salah dari perkataanku?Ibu nya monster,maka sudah dipastikan anak nya pun sama!!!Tidak ada bedanya.Darah yang mengalir tak bisa dibohongi"Ucap Blic lumayan keras sambil menatap suaminya


"Salah?Kau tanya apa yang salah.Yang salah itu perkataanmu,mana ada seorang ibu mencela anak nya.Dan lagi cukup bilang istri dan putriku monster,Blic"Bentak ayah


Blic tentu semakin terisak mendengarnya


"AKU BUKAN IBUNYA!!! "


!!!


"Kenapa?...Padahal sudah bertahun tahun ia mati namun kau tak bisa melupakan nya!Arne,Arne,Arne...selalu wanita itu di pikiran mu.Aku pun sudah berusaha keras selama ini tapi bagimu...Istrimu hanya Arne,kan!Lalu kau anggap Cal dan aku itu apa?"


Collyn memalingkan mukanya


"Hentikan...hentikan perdebatan tidak berguna ini"


"Hentikan?Hentikan kau bilang?Memangnya siapa yang memulai ini?Jika...Jika saja kau bisa mencintai ku maka aku tidak akan jadi seperti ini.Kau tau?Yang mengulurkan tangan disaat aku sudah tak punya keinginan untuk hidup adalah KAMU.Jalang itu merebut dirimu dariku"Bentak Blic yang mulai tidak waras.


Siapa yang merebut siapa,hei?


"BLIC,Sudah ku bilang cukup.Kau yang membuat lingkaran sesat ini!jangan mengatai Arne dengan sebutan jalang.Kau tak pantas untuk di samakan dengan Arne"Bentak nya dengan penuh penekanan di akhir


Sungguh sakit hati Blic saat ini,ia terkesiap sambil merunduk dan memegang dadanya yang sesak


"Collyn.Kau yang harus berhenti untuk membentak ku"


"...Hah,Akan lebih baik apabila kita berpisah.Aku akan membawa kedua anakku dan kamu terserah mau kemana.Aku sudah lelah selama ini"


"Kau...Mengusirku?"


"Terserah kau menganggapnya apa.Kau sudah kukasih kesempatan untuk menjadi ibu yang baik bagi Carla,namun kau tak bisa bukan?"


Blic mendengarnya dengan air mata berderai


"Hiks...Aku benci kamu...Tapi,disisi lain aku juga mencintaimu.Aku tidak mau kau tinggalkan.A-Apa yang kurang dari ku sebenarnya?Kenapa?"


"Yang salah itu kau,Blic.Kau salah karena mencintai laki laki yang sudah punya wanita lain di hatinya.Kau juga salah karena terlalu memaksakan kehendakmu,kau tidak memperdulikan perasaanku.Atas dasar cinta kau melukai semua nya!Aku selama ini diam karena aku juga mementingkan perasaan Carius namun nampaknya kau semakin pilih kasih terhadap putriku.Sebenci bencinya kau pada kaum makhluk itu,kau tidak seharusnya membenci putriku yang tidak tau apa apa!Dan kau seharusnya tidak mencela nama mending istriku yang tidak pernah melukai mu!"


"Yang menghancurkan mu dan merebut semua yang kau miliki itu mereka,bukan Arne!!!Jangan membawa bawa luka masa lalu mu pada rumah tangga kita,Blic"