ELEANOR

ELEANOR
Minuman berasa



Cal senantiasa tersenyum ala anak kecil biasa sembari memakan roti gigitan kakaknya.


Tak lama setelah itu,Cal tertidur namun ia sering kali terbangun karena jalan yang tak rata sehingga membuat anak kecil itu terbentur bahkan sekujur tubuhnya sakit namun ia tak mengeluh toh semua nya pasti merasakan itu,tak terkecuali dengan Carla.


(Kereta kuda di zaman Carla,tak secanggih saat zaman kerajaan jadi jangan berharap ada kursi yang empuk sebagai tempat penumpang)


Cal tidur dengan badan yang terus bergoyang mengikuti arah jalan,kepala nya juga sering kali meleng kesana kemari.Kadang kala saat Carla melihat adiknya yang terus terbentur seperti itu membuat Carla tak tega untuk membiarkan nya.Kemarin kemarin juga Carla menjadikan tubuhnya sebagai sandaran untuk Cal tidur...Dapat dipastikan bahwa tubuh Carla juga sudah sangat lelah.


'Syuutt...' Kepala Cal terantuk ke bawah,namun dengan sigap Carla meletakkan telapak tangannya dibawah kepala Cal yang terhuyung agar tak terbentur


"Fiuhhh...Hahh,Ada ada saja"Ujar Carla menghela napas lega.setelah nya ia meletakkan kepala Sang adik di bahu nya ,Carla juga merapatkan dirinya pada badan kecil Cal.Lama kelamaan Carla tertidur.Blic melihat hal itu,ia juga sering kali menyelimuti Carla dan Cal saat selimut mereka mulai jatuh,tentunya tanpa sepengetahuan kakak beradik itu yang selalu tertidur.


Mereka sampai dirumah saat hari sudah gelap,Tak ada yang bicara lantaran lelah telah melakukan perjalanan panjang.Dari daerah barter ke rumah Carla dan sebaliknya tak membutuhkan waktu yang singkat,jarak yang mereka tempuh bukan termasuk jarak yang dekat karena harus melewati hutan hutan yang rimbun juga panjang


Cal menggandeng tangan Carla untuk masuk ke dalam,mereka hendak tidur.Cal tak menyusahkan Carla dengan meminta dongeng karena ia tau mereka semua sama sama letih.Cal pun juga lelah karena pinggul yang sakit saat kereta berjalan juga kepala nya yang terus terbentur sehingga membuat anak itu tak bisa tidur dengan tenang sebelum Carla memberikan sandaran untuk Cal.


.......


.......


.......


'Ting,ting' Hanya ada suara dentingan sendok juga piring di ruang meja makan itu.Carla memakan sop yang ia buat pagi tadi,begitu juga dengan Cal yang tak kalah lahap.


Makanan pagi ini ada sop yang berisi 2 jenis sayur,Nasi juga kentang.Sungguh kenyang,tak lupa juga Carla yang membuat minuman berasa dengan memeras buah jeruk yang tumbuh di belakang.Yaa~Nggak manis sih karena mereka tak pernah barter dengan gula,toh keluarga kecil itu hanya meminum air danau yang dimasak seperti biasa hanya kali ini saja Carla ingin mencoba membuat minuman yang sama seperti saat ia bersama Millia ke pasar malam waktu itu.Jadi wajar jika mereka tak mempunyai persediaan gula


Sebenarnya minuman berasa yang Carla buat sangat asam sehingga membuat Cal ingin segera menggantinya dengan air biasa namun itu tak mungkin mengingat yang membuat minuman aneh ini adalah kakak nya.Ia tak mau membuat Sang kakak merasa sedih karena tak di hargai.Hal itu pula yang membuat Cal terus meminum minuman nya.Blic terlihat tak bermasalah dengan minuman ini


"Uhuk,Lain kali jangan buat minuman seperti ini ya nak"Tukas Sang ayah,Akhirnya ada yang waras untuk mengomentari minuman buatan Carla


"Emm...Tidak enak ya,ayah?Carla juga merasa ada yang berbeda dengan minuman yang Carla minum bersama Millia.Apa karena tak ada gula jadi perbedaan nya sebesar ini"Gumam Carla namun masih mampu terdengar oleh mereka semua,kemudian Carla langsung menoleh pada Cal.Ia melihat Cal dengan seksama dan Cal nampak berkeringat dingin di tatap Sang kakak


"Cal,menurut mu minuman ini bagaimana?Apa enak?"Tanya Carla serius namun Hanya terdengar gumaman tak jelas dari Cal.Mungkin ia takut jika salah salah menjawab


"Cal!Jadinya enak apa tidak?"


"U-Umm........Tidak,Sangat masam.Ini minuman terburuk yang pernah Cal coba"Jawab Cal diakhiri dengan helaan napas dari nya.Tampak ia lega karena mengutarakan pendapat sejujur jujurnya


"....Ihhh,Kok kamu gitu?Padahal kan Carla buat ini agar Cal tau rasanya"Balas Carla dengan muka masam


"U-uh..."Cal tampak gelagapan dan sulit menjawab


"Hahahaha,Sudah sudah~Jangan marah,nak"Ucap Collyn menengahi


Meski telah di tengahi oleh Sang ayah,namun Carla tetap menatap jengkel pada adiknya seolah olah omongan ayahnya hanya angin lalu.


"Nah!Kalau sudah selesai makan,kalian bisa melihat lihat hasil barter ayah kemarin"Ujar ayah mencoba mengalihkan kekesalan putri nya


"Hum...Nanti saja,Kakak mau makan sampai selesai"


"Hehehe,Siap"Balas Cal dengan tangan hormat pada Sang kakak,Setelahnya mereka meneruskan makan dengan tenang.


.


.


"Wah lihat ini kakk!"Ucap Cal antusias melihat barang barang barter


"Emm?"Carla berjalan menuju adiknya yang saat ini sibuk mengobrak abrik hasil tukar ayahnya


"Ada buku..Wah buku kelas pedang"Cal meletakkan satu persatu buku dari segala macam


"...Eh?Ayah!Ini apa?"Tanya Cal heran sambil memegang sebuah benda berbentuk persegipanjang.Karena penasaran Cal pun mengintip isi dari benda persegi panjang itu


"Ehh?..Emm,Ini apa kak?"Tanya Cal sembari mengangkat benda benda dengan bentuk tabung?dan dibawahnya sedikit lancip,Benda benda itu juga berwarna.Cal asing dengan benda ini kemudian ia tersadar saat ingat akan sesuatu yang ia baca di buku


"Ah....Ini!Ini bukan kah..."


"Alat pewarna"Jawab Carla meneruskan ucapan Cal yang terputus.Cal terkejut karena melihat benda ini secara langsung


"...Ini buat gambar kan kak?"


"Iya,Em...Lalu untuk apa ayah barter dengan alat warna?"


"Itu hadiah untuk Cal.Bukankah hari lahir kamu sudah dekat?Jadi itu hadiah dari ayah"Jawab Sang ayah sembari melipat kertas yang sepertinya surat,entah untuk siapa


"Em..."Cal nampak berpikir sebentar sambil melihat dengan seksama alat pewarna di tangannya


"Kenapa tidak pisau saja?Cal rasa,Cal lebih butuh itu untuk berlatih"


"Hush,Anak kecil tak boleh menyebut benda berbahaya seperti itu"Ucap ayah tersenyum,Carla meringis sementara Cal cemberut


"Ahahaha tak apa apa Cal.Alat pewarna ini cocok kok untuk kamu,siapa tau Cal ingin menggambar lalu di warnai dengan ini"


"...Ah!Benar juga,Itu kan bisa dijadikan hiasan di kamar Cal.Setelah menggambar dan mewarnai supaya lebih hidup baru di tempelkan di dinding"Ujar Cal dengan semangat kemudian ia memeluk erat alat pewarna itu


Carla tersenyum melihat adiknya tersenyum,kemudian ia melihat lagi benda hasil barter yang belum semua Cal lihat


"Ada apa saja disitu Cal?"


"Emm..Sebentar!Biar Cal liat lagi,hehe"Ucap Cal sembari tertawa renyah,kemudian ia mencari cari lagi sesuatu di barang bungkusan itu.Tak lama Cal mengangkat tinggi sebuah kain yang terlihat seperti baju