ELEANOR

ELEANOR
Sifat nekat Carla



Masih Flashback


Malam hari tiba,seperti biasa Carla makan malam bersama ayah dan ibu nya.Di meja makan itu hening,hanya ada suara garpu berbenturan dengan piring.


Sang ayah yang melihat keheningan itu pun heran,karena biasa nya Carla akan mulai cerewet saat makan bersama.Sang ibu pun juga heran tapi ia memilih acuh.


Carla menghela napas kasar saat mengingat tadi siang.Ayah yang melihat Carla menghela napas seperti itu pun hanya mengernyitkan dahinya


"Carla,apa ada masalah?"Tanya ayah dengan ramah


Carla melihat ayah nya dan bergantian melihat Blic.Carla sebenarnya ingin berterus terang saja pada ayah nya.


....Tapi,entah kenapa ia ragu.


"Carla?Nak."Sang ayah mengulang lagi ucapan nya,ia cemas melihat putri nya yang diam tidak seperti biasanya itu


"Carla,apa ada yang kamu sembunyikan"Tanya sang ayah yang sudah mulai serius.


Pertanyaan ayah nya itu pun tepat sasaran untuk Carla


Carla memandang wajah ayah nya yang teduh itu.Ia...berniat mengatakannya pada orang tuanya tentang tadi siang.


"A-Ayah,Ibu...Apa kalian akan percaya pada Carla?"Tanya Carla yang sedikit ragu


Blic hanya mengernyitkan dahinya sementara sang ayah tersenyum ramah dan menganggukkan kepalanya.Carla yang melihat jawaban ayah nya pun mulai sedikit tenang meski ia tidak mendapat jawaban dari sang ibu.


Carla mulai berbicara tentang hal yang membuat kegundahan hati nya


"Ayah,Ibu.Carla...Sepertinya Carla bisa melakukan keajaiban"Kata Carla deng lirih


Sang ayah mengernyit mendapati perkataan Carla yang ambigu


"huft...Ada apa sebenarnya,nak?Apa yang membuat putri ayah ini merasa gelisah?"Tanya Sang ayah dengan tersenyum lembut menatap putri satu satu nya itu


Carla yang mendengar pertanyaan lembut dari sang ayah pun langsung mendongak ke wajah ayahnya yang saat ini tersenyum bengitu lembut padanya.Ia mulai dipenuhi rasa semangat dan yakin akan pembicaraan nya ini melihat suara dan tatapan ayah nya yang begitu tenang membuat keraguan di dalam hati Carla sirna begitu saja.


"Ayah.Carla bisa melakukan hal aneh"


"Hal aneh?"


"Iya hal aneh.Seperti saat Carla terjatuh waktu itu,Lutut yang berdarah saat jatuh tersandung batu seketika sembuh dan tidak ada bekas nya."Jelas Carla menggebu nggebu


Sang ayah dan Blic yang mendengar perkataan Carla langsung menatap Carla intens.Mereka berharap menemukan kebohongan atau candaan dari perkataan Carla barusan


Mereka tentu tau apa yang dimaksud dengan perkataan Carla saat ini.


"N-Nak.Jangan bercanda saat ini,bercanda nya nanti saja"Ucap ayah.Ia benar benar berharap apa yang dikatakan Carla barusan hanya sebuah candaan belaka


Carla yang mendengar jawaban tidak percaya ayah nya itu pun langsung kecewa.Ia saat ini tidak mampu menyembunyikan kekecewaanya karena tidak dipercaya.


Carla menoleh sejenak pada sang ibu"Ibu,Apa ibu juga tidak percaya dengan perkataan Carla?"


Carla terdiam.Sejujurnya saat ini Carla sangat kecewa,ia terluka dan ingin menangis sejadi jadinya karena perkataan yang ia bilang dengan keberanian itu malah dianggap sebagai candaan belaka.


Ia marah.Sangat marah.Tapi di satu sisi bukan kah itu wajar jika orang tua nya tidak mempercayai perkataan Carla dan ingin menghindari kenyataan ini.Orang tua mana yang mau mempunyai anak dengan kekuatan sihir yang tidak dipunyai manusia pada umum nya.Pastinya tidak ada yang mau kan.


Ya sebenarnya ada sih manusia yang punya sihir tapi mereka dianggap penyihir hitam.Karena penyihir itu bekerja sama dengan siluman atau iblis.maka dari itu manusia biasa memusuhi penyihir padahal penyihir itu berasal dari manusia.Manusia menganggap penyihir adalah manusia yang berkhianat dari kaumnya dan mengikuti aliran hitam,itu yang dikatakan buku secara turun temurun dari para leluhur,yaa itu adalah pengetahuan dasar sih.


Jika hal bahwa Carla mempunyai sihir dan diketahui oleh manusia yang lain pastinya keluarga kecil ini akan di hancurkan.Bukan begitu?.


Carla tidak mampu memendam kemarahanya karena tidak dipercaya saat ini.Ia langsung berdiri dari kursinya dan berbalik mengambil pisau dapur.Ia menggores pisau itu ke tangan nya


'Sraaaattt' Seketika Darah mengucur ke lantai


Blic dan ayah Carlatte sangat terkejut melihat tindakan nekat nya untuk membuktikan bahwa ia tidak berbohong.Tanpa sadar mereka berdua berdiri dari kursi nya dan hendak berjalan menuju Carla yang saat ini terdiam.


Gadis kecil berusia 5 tahun itu menggores tangannya sendiri dengan pisau tanpa pertimbangan.Sungguh Gegabah sekali!Hanya karena ingin membuktikan yang dia katakan benar.


"Berhenti sampai disitu ayah!"Ujar Carla


"C-Carla.Kenapa kamu melakukan ini nak?"Ucap ayah nya dengan khawatir


"Aku ingin membuktikan pada ayah dan ibu,Bahwa aku tidak berbohong!"Ucap Carla dengan tegas.Pertama kalinya Carla menggunakan kata 'aku' pada dirinya .Ia tidak suka,jika ia tidak dipercaya dan dianggap bohong apalagi yang melakukan itu adalah orang terkasih nya


"I-Iya nak.Ayah dan ibu percaya padamu,jadi tolong turunkan pisau itu.Kita lanjutkan makan saja ya"Kata ayah.Ia saat ini takut,tak pernah ia terpikirkan putrinya yang penurut akan senekat ini.sifat Carla yang seperti ini mengingatkan nya pada mendiang istri nya terdahulu.Sangat mirip


"TIDAK.Ayah tidak percaya pada Carla,ayah hanya ingin Carla menurunkan pisau ini karena berbahaya kan"Ucap Carla


Sang ayah hanya menatap nanar pada putri nya.Ia tidak mau putrinya bertindak nekat lagi.


"Tenang saja yah,Carla tidak berniat bunuh diri hanya karena tidak dipercaya.Carla saat ini hanya ingin mengungkapkan perkataan Carla bukan bohongan belaka!"Ucap gadis kecil itu dengan penuh penekanan.


Carla mulai merapalkan ucapan yang ia ucapkan saat itu.


Seketika tangan yang digores oleh Carla dengan pisau,kini darah nya berhenti mengalir,luka itu mulai menutup kembali dan tidak meninggalkan bekas apapun.Keajaiban itu hanya berlangsung beberapa detik saja,tapi itu sudah membuat Blic dan ayah nya terkejut bukan main.Tanpa sadar Blic dan sang ayah mundur satu langkah.


"A-Apa itu tadi?"Tanya Blic dengan mengerjabkan matanya tidak percaya apa yang baru saja dilihat.Ayah nya hanya terpaku dalam diam nya


Suasana di meja makan kala itu sangat hening.Kali ini tidak ada suara garpu yang berbenturan dengan piring,hanya ada deru nafas dari mereka bertiga


"Carla,Nak.Bagaimana kamu bisa melakukan hal itu?"Tanya ayah


Carla hanya mampu menggeleng.


"Tidak tau ayah..."


Setelah percakapan singkat dan adegan mengejutkan itu terjadi.Mereka meneruskan makan malam tersebut,tetapi kini di meja makan itu tidak ada seorang pun yang mampu mengeluarkan sepatah kata.


Flashback berakhir