ELEANOR

ELEANOR
Lukisan Cal



Makhluk seperti itu?Bagaimana cara melawannya?Benar,manusia hanya punya satu pilihan untuk tetap hidup yaitu lari daripada menghadapinya


Jika engkau berbicara tentang fisik,tekad dan senjata untuk melawan mereka,jangan terlalu bermimpi!


Fisik?Manusia memiliki batasan dalam hal fisik begitupun dengan kekuatan,lain dengan monster yang fisik nya jauh berkali kali lipat dari manusia.Lantas bagaimana itu?


Tekad?Tau kok tau,tekad itu mengerikan namun tetap saja itu tak mampu mengalahkan kaum mengerikan itu.Karena tekad juga membutuhkan semua hal yang bisa untuk digunakan melawan kaum seperti mereka


Senjata?Pft,Senjata yang dihiasi inti sihir?Yang sewaktu waktu membuat manusia gila bahkan mati.Apa itu mampu dibanggakan?ya memang senjata itu saja yang menjadi harapan karena senjata yang dihiasi inti sihir akan menjadi sangat ringan juga mampu membelah 'mereka'.Namun ada harga yang harus dibayar atas semua itu


Kemenangan manusia?Tak ada...Untuk sekarang.Namun meski begitu,manusia bukanlah makhluk yang lemah,terbukti bahwa kaum manusia mampu berdiri hingga saat ini


Carla semakin terisak saat ia mengingat kemarin malam,ya~Orang tua nya bertengkar lagi!Padahal mereka baru sampai rumah namun pertengkaran tak terelakkan terjadi di kamar dan Carla tentu mendengarnya secara samar saat ia kembali ke kamarnya setelah dari kamar Cal.Pertengkaran kedua orang tua nya tak jauh dari masalah rumah,Blic tetap ingin pindah rumah ke daerah besar sementara Collyn tak mau.Entah apa yang membuat Sang ayah sebegitunya tak ingin meninggalkan rumah ini


"Hiks..."Carla dengan segera mengusap bekas tangisannya kemudian ia memejamkan mata dengan angin semilir menerpa wajahnya


"Kakak"Terdengar suara memanggil dari jauh,lama kelamaan suara derap langkah kaki pun mulai terdengar


"Kak!"Panggil nya,siapa lagi kalau bukan Carius.Carius menggoyangkan badan kakaknya karena Carla tak menyahuti dari tadi


"Emm?"


"Ibu memanggil tuh"Ucap nya dan benar saja Carla langsung membuka matanya


"Ada apa Cal?Apa ibu butuh bantuan bersih bersih?"


"Emm...Mungkin"Jawab Cal sambil mengangkat bahu tak tau


"Huft...Baiklah kakak akan ke ibu sebentar"Carla berdiri sembari melangkah pergi namun tiba tiba ia berhenti dan menoleh pada Sang adik


"Oh ya Cal,Awas kena ulat bulu lagi!"Ucapnya kemudian melangkah menjauh diiringi senyuman hangat


"Huh"


Carla masuk menemui ibunya dan benar saja ia harus membersihkan halaman rumah


.......


.......


.......


"KAKAK!!!"Panggil Cal setengah berteriak pada Carla yang saat ini mengelap jendela.Carla tak menjawab namun ia hanya menoleh pada Cal


"Kak,ayo ke gua!"Ajaknya.Namun kemudian ekspresi nya berubah"Kakak,Kenapa tidak dipakai gaun kemarin?"Tanya nya melihat Carla yang saat ini tak memakai gaun.


"Hmm~Iya,Sebentar...Kalau untuk gaun,Kakak malas.Lihat sendiri kan!Kakak saat ini tengah bersih bersih jadi memakai gaun rasanya sedikit sulit bergerak"Jawab nya sembari melipat kain lap,kemudian ia beranjak membawa kemucing tergeletak di samping Carla.Carla pun membereskan alat alat bersihnya dan berjalan ke arah dapur


"Oh~...Mau ngapain sih kak ke dapur?"Tanya Cal membuntuti Carla


"Ishh,Sabar lahh Cal.Kakak mau ambil pakaian untuk di cuci di danau kan sekalian ke gua"Balas Carla kemudian Carla melihat sejenak Cal yang sedang memeluk sesuatu


"Kamu ngapain bawa benda benda itu?"


"Oh ini?Ya Cal kan mau gambar disana terus Cal letakkin di gua"Jawab nya,ya~saat ini ia membawa alat alat lukis.Aneh aneh saja anak itu!


Tak banyak basa basi,Carla dan Cal pun mulai berlari menjauhi rumah.Tunggu!Pamit?Tentu,Carla tak lupa berpamitan pada Blic tapi meski Carla tak berpamitan pun,Blic juga sudah tau anak berdua itu mau kemana


Di sepanjang jalan ,Cal selalu bersenandung senang dan Carla pun juga mengiringi senandung adik kecil nya


"Cal,berhenti dulu ya!Kakak mau nyuci baju"


"Siaappp!"Seru Cal sembari melihat Sang kakak yang mulai mencuci satu persatu pakaian


"Emmm...Butuh bantuan kak?"


Sungguh saat ini Cal tengah cemberut.Tak lama Cal menunggu,Carla sudah selesai mencucinya.


"Emm...Kak apa balik ke rumah lagi buat meletakkam cucian itu"


"Hihihi,Nggak usah.Kita jemur di gua"


"Ohhh~Yasudah ayo lanjut perjalanan!"


Sesampai nya disana Carla menjemur pakaian di bebatuan sementara Cal menggambar sesuka hatinya.


"Hihihi...Cal mau tempelin ah~"Ucapnya tanpa sadar bahwa Carla sudah berada tepat dibelakang


"Sedang apa Cal!"


"Uwaaa!!!Uhh...Jantung Cal berdetak cepat..sekali"Ucap nya seraya memegang dadanya dramatis.Carla hanya menggeleng saja melihatnya kemudian ia melihat di dinding gua,Sungguh gila.Bagaimana bisa ia membuat gua yang seharusnya suram menjadi tempat kanak kanak seperti ini!


Coretan ada dimana mana begitupun dengan gambaran yang menghiasi dinding dinding gua meski tak seluruhnya.Dan lagi...Betapa kuatnya tekad Cal untuk menempelkan gambarannya pada dinding sehingga ia memanjat menggunakan batu yang paling besar di bawah lubangan gua itu untuk menempelkan ke dinding yang lebih tinggi


"Wah...Pengacau ya Cal"


"Ihh,Ini indah tau kakkk!"Sahut Cal tak terima


"Tapi Cal,jujur saja gua ini sudah tak terlihat seperti gua malah terlihat seperti...Kamar Cal?"


"Uhh..."Cal tak mampu membalas perkataan kakaknya karena itu memang benar dan tepat sasaran


Carla melirik pada tangan adiknya yang saat ini tengah memegang banyaknya gulungan bergambar


"Terus apa itu di tangan mu Cal?"


"Ini?Ah...Emm"Cal nampak kesulitan menjawabnya


"Hahh...semua dinding sudah penuh,jadi..."


"Jadi?"Cal masih menunggu ucapan kakaknya yang terputus


"Jadi mari kita pendam!"


"Hehhh?Pendam?...Emm,Boleh lah~"


"Nahh,Sini!Cal,kamu tadi membawa tempat kotak berukuran sedang kan untuk kertas juga alat warna?"


"Iya,memangnya untuk apa kak?"


"Ya untuk tempat memendam nya.Nanti kalau gambaran Cal dipendam secara langsung pasti akan rusak karena menyatu dengan tanah maka dari itu kita butuh tempat"


"Ohh~Ini"Ucap nya sembari memberikan sebuah kotak berukuran sedang namun tetap ringan.Carla kemudian memasukkan semua nya pada kotak itu


"Huft..."Ia mengusap peluh di dahinya


"Eh...?Tunggu!Ini kak belum"Ujar Cal sambil memberikan kertas dan alatnya melukis


"Loh?Ini memangnya mau kamu pendam?"


"Emm...Iya"


"Yang benar?Berarti kamu nggak melukis lagi,Cal"


"Iya,tidak apa apa.Cal rasa alat alat ini lebih baik dipendam karena jika sewaktu waktu Cal ingin mengenang masa kecil maka alat alat ini akan masih ada dan tetap terjaga"


Sungguh Carla tertegun mendengarnya


"Hihihi,Benar~Yasudah ayo kita pulang"Ajak Carla sembari mengelus kepala Cal.Ia pun mengambil kembali pakaian yang sudah ia jemur dan meletakkannya di keranjang