ELEANOR

ELEANOR
Membuat senjata



Suara gemericik air dan suara angin angin yang berhembus menghasilkan suara khas hutan terdengar seperti nyanyian.Saat ini Carla dan Blic sedang membagi tugas.Seperti biasa Carla mengisi air di wadah sampai penuh sedangkan Blic sedang mencuci pakaian.


Cal?Kalau Cal saat ini sedang duduk di samping ayah nya.Ia menunggu Sang kakak dan Sang ibu sampai selesai dengan pekerjaaanya saat ini,baru ia akan berendam bersama ibu dan kakak nya


Setelah Blic dan Carla selesai melakukan tugas nya.Mereka mulai berendam di danau.


"Huftt...Letih sekali"Lirih Carla


Sang ayah hanya duduk diam,tak beranjak dari batu yang ia duduki.Sesekali ia bersiul mengikuti suara khas hutan


Setelah mereka selesai berendam.Mereka segera pulang.


Di perjalanan pulang.Carla menolah noleh ke arah kanan dan kiri di sepanjang jalan.Kini tidak ada lagi suara maupun bunga bunga besar yang tumbuh di sekitaran,Ini sangat aneh.Sewaktu perjalanan ke danau tadi Carla tidak terlalu memperhatikan sekeliling nya.Tapi saat ia pulang ia mulai memperhatikan lagi disekitar nya saat ini,dan ada yang berbeda dengan pemandangan sepanjang jalan yang Carla terakhir ingat.


Waktu itu Ia yakin di sepanjang jalan ini ada banyak bunga dan tanaman yang berjejer jejer rapi.


"Hmm...suara yang terdengar saat itu sekarang sudah tidak ada ya?"Kata Carla dalam batin nya


Sesampai nya di rumah.Mereka mulai makan makanan yang disiap kan Blic.


Di meja makan itu masih terdapat daging yang sudah hampir habis.Begitu juga dengan persediaan nasi.


Carla mengambilkan makanan untuk adiknya setelah itu ia mengambil untuk dirinya


"Emmm...Nasi dan daging nya sudah hampir habis yaa"Kata Cal lesu


"Hmm...Iya"Jawab Carla mengelus kepala sang adik.


Mereka berempat mulai makan makanan di piring masing masing.Di meja makan itu hening tanpa ada percakapan


"Emm...ayah,Apa senjatanya masih belum ada yang jadi?"Kata Carla


"Ada,Tapi hanya 3 yang baru ayah buat"Jawab sang ayah


Iya,membuat senjata sangat memerlukan tenaga dan waktu yang sangat lama.Oleh karena itu Senjata di dunia ini sangat berharga sama dengan harga barter makanan.


Mendengar jawaban sang ayah Carla mengangguk paham


Carla berpikir bahwa ia akan mulai lagi membuat senjata bersama sang ayah agar senjata senjata itu cepat selesai tentu nya.


Mereka semua beranjak pergi dari kursi meja makan.Blic membersihkan piring yang kotor,Sang ayah pergi ke ruang senjata seperti biasa.Sementara Carla mengikuti Ayahnya yang akan ke ruang senjata dari belakang,Cal pun hanya mengikuti Carla dari belakang juga.


Sesampai nya disana


Sang ayah berbalik bertanya pada anak anak nya


"Mengapa kalian mengikuti ayah kemari?"


"Carla mau ikut membuat senjata,membantu ayah"


"Cal juga,Cal mau buat senjata juga"


Sang ayah tersenyum dan mengelus elus kepala putra dan putri nya


"Nak,sebenarnya Carla tidak perlu membantu ayah.Ayah bisa membuat nya sendiri tanpa merepotkan kamu"


Carla hanya menggeleng.Ia tetap mau membantu ayah nya membuat senjata


"Dann...Untuk Cal,Cal masih kecil.Belum genap berumur 4 tahun.Jadi tangan Cal akan terluka dan tidak terbiasa"Jawab sang ayah bersungguh sungguh


"Nggak mau.Cal tetap mau membuat senjata dengan ayah dan Kakak.Cal juga ingin membuat senjata Cal sendiri"Jawab Cal tetap teguh pada keinginan nya


Cal menggeleng kuat mendengar ucapan ayah nya


"Tidak mau.Cal pokok nya mau membuat senjata Cal sendiri"


Sang ayah pun menghela napas mendengar jawaban keras kepala putra nya.


"Sudah lah ayah.Jika Cal sudah seperti itu maka permintaan nya harus dituruti.Cal,kamu nantinya kalau terluka tangan nya,Jangan menyesal ya nanti!"Ucap Carla menengahi pembicaraan ke duanya.Carla mulai memasuki ruangan itu.


Ruang senjata itu sangat minim pencahayaan.Carla mulai membuka buka lemari kayu atau kotak.Ia saat ini mencari pedang yang ia buat


"Ayah.Apa ayah waktu itu juga menukar pedang pertama yang Carla buat?"Tanya Carla


"Hmm?Oh,pedang itu yang kamu maksud?"Jawab sang ayah sambil menunjuk pedang pertama yang Carla buat di meja tertutup kain


"Ah...Iya ini,Carla mau melanjutkan membuat yang ini saja agar bentuk nya lebih sempurna"Jawab Carla.Ntah kenapa ia begitu menyayangi pedang pertama yang ia buat.Padahal setelah pedang itu Carla mulai membuat berbagai pedang dan senjata lain.Tapi ia selalu tidak rela jika pedang pertamanya ikut ditukar.


"Cal,kamu kan pertama kali.Cal mau membuat senjata apa?"Tanya Carla


"Emmm....Cal,mau membuat pedang juga seperti kakak"Jawab Cal.


"Oh,lalu desain nya?"


"Emmm...Cal tidak tau"


Carla tersenyum


"Bagaimana kalau seperti ini.Sini,kakak tunjukin desain yang lain.Nanti Cal bisa pilih"Jawab


Carla menerangkan dengan antusias desain yang ia buat pada adik nya.Sang adik pun tak kalah antusias nya saat mendengarkan penjelasan dari sang kakak


"Ini.Ini.Ini!Cal mau menggunakan desain itu"Jawab Cal dengan mata berbinar


Carla mengacungkan jempolnya sambil tersenyum manis pada sang adik.


Mereka mulai membuat senjata.Terlihat sekali saat ini mereka bertiga sangat lelah dan kehausan tapi mereka tetap tersenyum dengan semangat dan gembira meski kelelahan.Hari hari itu mereka lalui dengan cuaca matahari terik yang menerpa.


Selama 3 bulan mereka membuat senjata dengan jumlah yang terbilang cukup banyak dan dengan desain desain dari Carla yang membuat senjata senjata itu enak di pandang.


Setelah selama berbulan bulan mereka membuat senjata.Kini senjata itu diletakkan di lemari kayu untuk nanti nya ditukar.


Sang ayah segera keluar dari ruangan diikuti Cal.Ia heran dan menoleh ke arah Carla yang tak kunjung bergerak dari posisi nya yang sekarang


"Ada apa Carla?"Tanya sang ayah


"ahh..Tidak,Ayah duluan saja,Carla mau disini sebentar."


"Oh yasudah.Kalau sudah selesai kunci pintu nya.Nih kunci nya ayah letakkan di atas meja ini ya!Jangan lupa dikunci!!!"


"Iya ayah."


Sang ayah pun segera berbalik dan meneruskan jalan untuk masuk ke dalam rumah diikuti Cal dibelakang nya.Saat ini Cal ingin segara menuju ke dapur untuk mengambul air minum.ia sudah sangat kehausan setelah membuat senjata senjata itu.Tetapi....


"Hei Cal,pst.Hei"


Bisikan Carla dan tarikan nya menghentikan Cal dari jalan nya


"Ada apa kak?Cal mau ke dapur dulu.Cal lelah dan haus,Mau minum."


"Sini aja dulu,sebentar.Ikut kakak!"Perintah Carla menggandeng tangan sang adik yang mulai lesu itu