ELEANOR

ELEANOR
Kereta kuda?



Setelah Cal selesai mengambil barang berwarna coklat itu pun ia letakkan di tangan sang kakak


"Daging?"


Cal mengangguk menjawab pertanyaan kakaknya.Dia mengambil daging panggang dari tas milik mayat


"Cal tadi merasakan keberadaan daging,jadi nya Cal berhenti untuk memastikan nya"Ujar nya seraya tersenyum manis


"Nah kak,kita tak akan kelaparan lagi!"Seru nya sekali lagi dan...Carla terdiam melihatnya namun ia segera berdiri saat tersadar bahwa ini bukan waktunya untuk berpikir.


"Ayo Cal!Sini kakak gandeng!Siapa tau ada air untuk kita minum"Ajak nya tak lupa Carla dan Cal berucap maaf dan terimakasih pada mayat itu.Maaf telah mencuri makanan serta menginjak atau pun melangkahi dan terimakasih atas makanannya karena rela berbagi makanan untuk yang hidup


Banyak sekali ruangan yang tak terkunci mungkin karena para penginapnya waktu itu tengah tergesa gesa untuk keluar saat para monster menyerang


Karena tak menemukan air di ruangan ruangan yang mereka lewati itu pun dengan segera Carla pergi ke arah tempat makan,ia mengingat lagi arah tempat saat ayah dan dirinya makan disini.


Saat sudah sampai,lagi lagi pemandangan tetap sama namun Carla dan Cal mengacuhkannya.Carla segera mencari air dibantu dengan Cal,ia menemukan air yang mungkin belum di masak namun karena terlalu haus,mereka meminum air itu langsung dan tentunya dengan saling berbagi,tak lupa Carla menyisakan untuk perjalanan mereka meski tak tersisa banyak.


'Greekk' Cal dengan senang hati membuka buka lemari kecil di sana,tempat penyimpanan makanan.Ada banyak namun Mereka tak bisa membawanya sehingga Cal hanya membawa satu roti berukuran besar di tangan


"Ayo Cal!"Desak Carla yang melihat adiknya begitu menikmati perjalanan mencuri mereka


Setelah keluar dari penginapan itu,mereka membungkuk seraya menghormati orang orang yang mati disini.


Carla segera berlari dengan Cal disampingnya,Cal tak lagi ia gendong.


Malam pun tiba,mereka kedinginan meski sudah tak lagi lapar namun setidaknya perut mereka sudah terisi.Carla tadi tak mengambil baju milik para penginap,ia merasa itu sangat tak sopan dan tak ada satu pun baju yang menggantung di salah satu ruangan,baju baju itu pasti dipakai jasad jasad yang berserakan disana dan...Carla tak mau mengambil baju dari tubuh mayat.


Mereka tidur dengan saling memeluk erat ditemani cahaya bulan yang menerangi dan menjadi saksi kehangatan kakak beradik itu


.......


.......


.......


Berhari hari mereka lalui,Fajar berganti senja dan siang berganti malam,terus seperti itu setiap hari nya.Cahaya terang menyambut pagi mereka kali ini.


Makanan masih tersisa namun air untuk mereka minum sudah habis tak tersisa


'Bruk'


"Ugh...Sakit kak,Kaki Cal keseleo"Keluhnya menahan tangis.Sungguh Carla tak tega melihat adik nya yang nampak terlihat sangat lelah dengan perjuangan hidup ini


"Biar kakak gendong saja Cal supaya nanti nggak keseleo lagi"Ucap nya mengambil ancang ancang untuk Cal naik


"Emm...Tapi Cal kan berat,nanti kakak yang lelah"


"Tidak apa apa,ayo!"Ucap nya dan Cal naik ke punggung sang kakak,Carla pun melanjutkan lari nya


Ia sering kali terjatuh,kaki nya benar benar mati rasa kali ini,Tenggorokannya mengering meminta diisi air namun bahkan setitik pun tak ada yang tersisa.


Lama Carla berlari dengan menggendong adiknya,kini saatnya untuk istirahat.Mereka duduk di bawah pohon besar yang rindang.


"Hahh...Kakk,Apa kita akan mati?"Tanya Cal sendu dengan meringkuk di bawah pohon,Carla hanya terdiam mendengarkan pertanyaan adiknya bercampur keluhan


"Kakak...apa ini mimpi?Benarkan?Kita bermimpi sama!"


"...Jika saja ini mimpi,kakak akan merasa lega namun sayang nya bukan"


"Uhhh..."


Sesungguhnya Cal ingin berharap semua peristiwa ini hanya mimpi belaka...Namun sungguh sayang,kenyataan telah berada di depan mereka.


"Nah,ayo Cal kita lari lagi.Kita harus tetap hidup dan...mulai saat ini,kakak akan melindungi Cal!"Itu adalah janji Carla sebagai seorang kakak untuk adiknya


"Hikss...Cal juga,Cal akan melindungi kakak suatu saat nanti!"Ucap nya dengan penuh ketegasan meski air mata mengucur deras membasahi pipi nya


Setiap kali mereka terjatuh,mereka akan bangkit kembali dan terus seperti itu,Mereka terus berlari lagi dan lagi hingga tak terhitung sudah berapa kali


Sang surya telah berganti dengan bulan menghiasi malam juga gemerlap bintang bintang yang memancarkan sinarnya.Seorang gadis tengah duduk bersandar diatas pohon dengan seorang anak kecil di sampingnya,ntah sejak kapan gadis itu selalu beristirahat diatas pohon bersama adiknya.Duka yang mereka alami perlahan lahan terganti dengan senyuman riang kebahagiaan.


Carla selalu menghibur dirinya sendiri dan adik nya yang sama sama terluka.Seperti contohnya Carla mengajarkan adiknya memanjat pohon dan diterapkanlah ajaran itu sekarang,meski terkesan sederhana namun hal itu mampu mengganjal hati mereka yang telah terluka setidaknya untuk sebuah penghiburan


Carla juga membacakan cerita yang ia hafal dari sekian lama membaca puluhan buku cerita pada adiknya sembari duduk di salah satu dahan pohon yang kokoh,pemandangan bawah yang indah pun menjadi penghias untuk kedua kakak beradik itu.Senyuman mereka kembali dan tangisan seolah terhapus.


Rasa lelah mereka terobati.


Dunia yang suram ntah sejak kapan teralihkan dan rasa sakit yang mereka alami seolah olah perlahan lahan hilang sedikit demi sedikit


Bagi Carla,adiknya adalah sumber kekuatannya di dunia yang kacau


Dan bagi Cal,Sang kakak adalah cahaya terang yang menerangi dunia nya yang telah suram dan mengobati rasa sakitnya kehilangan


Carla mengakhiri cerita nya dan kemudian ia menutup mata beristirahat namun samar samar terdengar sebuah teriakan memanggilnya,membuat Carla membuka mata dengan terkejut


"CARLAAA!!!"Teriakan itu menggema di hutan.Cal juga Carla serentak menoleh ke arah depan,menajamkan pendengaran mereka


Lama kedua kakak beradik itu terpaku hingga Carla mulai tak menghiraukannya.Ia berpikir mungkin saja suara itu berasal dari angin malam yang berhembus sehingga menghasilkan suara yang mirip dengan namanya.


'Gredek,Gredek...Drap,drap' terdengar suara langkah kereta kuda yang sangat berisik dari arah depan sehingga membuat Cal juga Carla yang hendak menutup matanya lagi pun terbangun karena terganggu


"CARLAAAA"Lagi lagi teriakan itu terdengar ,kali ini ia merasa bukan suara angin melainkan memang ada yang tengah memanggilnya.Carla menoleh pada Cal yang saat ini tengah menatapnya lekat


"Kakak...Dengar?"Tanya nya dalam dan Carla mengangguk


Cal berdiri di sana mencoba melihat suara apa ditengah tengah malam seperti ini?


"Apa Cal?"


"...penerangan yang berjalan"Jawab anak kecil itu


"Apa!"Carla pun ikut berdiri dan benar saja ada kereta kuda berlari dengan kecepatan tinggi menuju ke arahnya


"MILLIA"Teriak Carla menyahuti teriakan itu berkali kali,ntah kenapa firasatnya mengatakan bahwa kereta kuda itu adalah milik keluarga Krysi dan...Cal hanya terdiam melihat kakaknya menyahuti teriakan itu


"CARLA"Teriak nya lagi