ELEANOR

ELEANOR
"Kami...Iri"



"Bukan punya ku,aku ini kuat.Sebagai seorang pemburu,aku di haruskan kuat"Bantah nya seraya tersenyum,Carla pun membalas senyumannya sebelum ia menoleh pada pedagang yang babak belur itu


Anak anak tersebut mencuri karena lapar,dan pedagang ini memukuli mereka karena anak anak itu merugikannya dengan mencuri dagangan?Bukankah seperti itu?


"Kau siapa lagi?Kau temannya?"Geram laki laki itu seraya meludah


"Hei nak,jika kau berteman dengannya maka putuskan lah karena berteman dengan bocah biadab itu tak ada untungnya,kau hanya akan dianggap sebagai golongan pencuri.Mau bagaimanapun mereka salah karena mencuri"


"...Jika mereka meminta secara baik baik,apakah anda akan memberikannya...meski mereka tak akan membayar?"Lirih Carla dengan sendu


"Ah!Ternyata kau hanya sama saja seperti bocah bocah itu.Lihat saja,aku akan mengeluhkan hal ini.Semua orang akan tau bahwa pemburu memukuli pedagang kecil seperti ku...lihat saja besok!Berita itu akan panas di Nerkel"Ucap nya pada mereka yang mungkin lebih ke arah ancaman


Carla hanya menatap diam pedagang tersebut yang berlari keluar.Erye maupun Carla tak berniat mengejarnya,malahan Carla lebih menuju ke anak anak yang sedang terkapar penuh luka di tangannya


Carla menjongkokkan badannya dan berniat menarik tangan mereka untuk mengobati lukanya namun mereka menepisnya dengan kasar dan berlari tertatih tatih.Carla tak Bodoh,tak mungkin kan ia mengobati mereka dengan sihir?Maka dari itu tadi Carla segera pergi meminjam obat luka,mungkin...ia akan menempelkan tanaman luka itu pada mereka namun diam diam Carla juga berniat menyembuhkan mereka agar tak terlalu sakit dan tentunya harus tanpa sepengetahuan mereka


"Hei,Jangan lari!Carla hanya berniat-"Carla hendak mengejarnya namun ucapannya terputus saat Erye menggenggam tangannya erat dan menggelengkan kepala.


Sejenak hening,Carla hanya menatap laki laki di depannya ini dengan seksama.


"Kau kacau sekali"Keluh Carla.Ia melihat Erye yang nampak kacau,meski ia tak berdarah sedikit pun akan tetapi membanting tubuh dewasa dengan tubuh nya yang saat ini membutuhkan tenaga besar apalagi laki laki tadi berbadan gemuk jadi bukanlah hal yang tak memungkinkan bahwa Erye berpenampilan kacau


'Bruk'Erye duduk langsung di tanah dan bersender pada di dinding


"Hosh...Hosh"


"Kau bodoh ya?Mengangkat tubuh orang dewasa itu berat jadi kenapa kau membantingnya tadi?"Maki Carla ikut duduk disamping Erye tanpa memperdulikan sekitarnya yang terdapat tetesan darah akibat kejadian tadi


"Ahaha,tadi itu tak berat tau!Aku saat menarik kerahnya dan juga membanting tubuhnya ke tanah,aku merasa biasa saja tapi setelah amarahku reda,aku mulai merasakan lelah di tangan ku"Jawabnya


"Hmm...Apa ada yang sakit?"Tanya Carla melihat dengan seksama Erye yang saat ini terkapar kelelahan


"Tak ada,aku hanya merasa lelah saja"Balas Erye


"Baiklah,Carla tunggu"Ucap Carla tersenyum kemudian bersender di dinding dan memejamkan mata


Beberapa menit telah berlalu,nafas Erye kemudian mulai normal


"Huft,Ayo kita pergi!Aku harus berlatih lagi karena hari ini saja aku sudah kelelahan,ahahaha aku bisa malu saat kembali ke profesiku dulu dengan fisik seperti ini"


"Erye,kau itu sudah kuat!"Puji Carla yang memang benar


"Tapi,aku masih belum puas.Akan lebih baik lagi jika aku bisa mengangkat orang dewasa dengan satu jari"


"Hahaha,kalau satu tangan mungkin bisa dicoba tapi kalau satu jari itu baru mustahil"Balas Carla mengenai ucapan tak masuk akal temannya itu,disusul dengan gelak tawa


"Hm~Ya,siapa yang tau kan?Bisa saja aku nantinya bisa melakukan itu?"


"Hihihi,Baiklah berusahalah dengan keras jika ingin mewujudkannya"


"Hahaha,tentu...Oh ya,kau mau kemana berkeliaran tanpa pengawalan seperti ini?"Tanya Erye dengan pandangan tajam


"Ah!Carla berniat membeli lilin"


"Lilin?"


"Iya,perintah bibi Nia"


"Ohh...buat kuil ya"Lirih Erye paham dan Carla mengangguk


"Baiklah,ayo kutemani!"


"Hah...jadi sama saja ya,seperti dikawal"


"Beda~pengawal yang biasanya itu benar benar biasa sementara pengawal saat ini tampan dan mudah diajak bicara"Ucapnya percaya diri


"Hihihi,Baiklah~Tapi Erye,Carla harus mengembalikan barang di tangan Carla ini sebelum pergi membeli lilin"


"Ah!Bisa bisa nya kau kepikiran meminjam obat di situasi yang menegangkan di depan mata seperti itu"Ujarnya tertawa kecil dan Carla hanya tersenyum biasa menanggapinya


"Terimakasih,bibi!Terimakasih"Kata Carla berterima kasih pada bibi pedagang yang dengan rendah hati meminjamkan obat obat an pada Carla yang terdesak tadi


Saat sudah selesai,dengan segera Carla membeli lilin sesuai perintah Bibi Nia namun sebelum itu...Ditengah perjalanan ada seorang anak yang menabrak Carla,anak itu berlari dan menerjang Carla dengan cepat


'Buk'Carla sedikit kehilangan keseimbangannya namun Erye dengan sigap memegang lengan gadis itu sementara Sang anak kecil terjatuh dengan menunduk


"Ahh....Adik kecil,apa kamu tidak apa apa?"Tanya Carla sembari mengulurkan tangannya


"Lain kali hati hati lah!Jangan berlari dan kalau berjalan harus hadap depan.Jangan sampai kau menabrak lalu jatuh seperti ini lagi"Ucap Carla menasehatinya


Hening sejenak,Karena anak itu tak kunjung berdiri bahkan uluran tangan Carla ia abaikan.Carla tak serta merta menarik tangannya,ia tetap mengulurkan tangannya sampai anak itu menggapai uluran nya


"...Aku sengaja"Ungkap anak itu berdiri tanpa bantuan Carla,ia tetap menundukkan kepala nya.Carla mengangkat alisnya dan matanya lebar tatkala mendengar jawaban anak kecil itu


"Ah...Baiklah adik manis~Kalau kau tak menerima bantuan tangan kakak juga tak apa"Carla menarik kembali tangannya dengan canggung


"Kami...iri!"Ucapnya dingin dan dalam.Carla diam,ia begitu diam mendengar penuturan anak itu


"Padahal...kau sama seperti kami,tapi yang diselamatkan oleh orang orang berpengaruh itu hanya kau dan adikmu saja!Kami...Tak mendapatkan apa apa.Memang benar,kami diselamatkan 3 tahun lalu namun setelahnya kami harus berdiri sendiri,mereka tak mau tau!Kami iri dengan kehidupan nyaman mu"Ujarnya dengan menangis sesenggukan


Ya~,inilah kenyataannya...Pantas saja ada banyak yang tak menyukai Carla dan adiknya karena ini tak adil untuk mereka?Namun orang orang yang berpengaruh itu membuat gosip agar semakin panas,ibaratnya menuangkan minyak dalam api yang berkobar kecil.


Sebenarnya...Selain Carla,Carius,Erye dan Rue...masih ada banyak korban pembantaian 3 tahun lalu,sekitar 10 orang yang berhasil diselamatkan selain mereka...namun pertanyaannya mengapa keluarga Krysi hanya memberikan tumpangan yang nyaman pada mereka sementara yang lain tidak?Jawab sendiri!