
"Ohohoho tentu,Nak."
"Wahh hebat.Anuu,Boleh tidak Carla berguru pada bibi?"Tanya Carla takut takut sambil memainkan jari nya.Sungguh imut sekali,Bagaimana tidak?Carla yang mempunyai pipi chuby,mata emas yang besar dan rambut sepundak yang dikuncir membuat nya tambah menggemaskan
"Aduhhh~Lucu sekali kamu nak.Ya tentu saja boleh"Kata bibi Lila sambil menciumi pipi Carla
Carla saat ini sangat memerah seperti kepiting rebus.
"Sudah ibu.Jangan menggoda kakakku lagi"
"ahahhaha iya iya,Eh sejak kapan Carla menjadi kakak nya Rue?"
"Em..sejak pertama bertemu"
"Uoohhhh~Ahahahaha.Ehem,Carla sini!"
"Iya,bibi?"
"Ini,kamu campurkan bahan bahan ini"
"Semua?"
"Iyaa~Semua"
Carla mengangguk paham lalu ia mencampurkan bahan bahan kue seperti kata bibi Lila
Dapur itu kini dihiasi dengan suara canda tawa dan gurauan.Sepanjang hari Carla diajari memasak oleh bibi Lila dengan riang.Rue hanya sebagai pencicip untuk kue yang dibuat Carla dan sebagai pemberi nilai atau kekurangan kue yang dibuat nya.
Carla sangat senang sepanjang hari itu,Ia baru pertama kali membuat kue seperti ini,Blic tidak pernah mengajari nya.Oleh karena itu ia seperti memiliki keluarga kedua.
Kini sudah waktu senja,matahari akan tenggelam.Paman Lery menawarkan ruangan untuk menginap kepada Carla dan ayah nya agar mereka tidak usah menginap di penginapan.Nampak nya hubungan Sang ayah dengan paman Lery sangat akrab terbukti bahwa senyuman mereka berdua tidak pernah luntur dan saling merangkul bahu.
"Ohohoho,Seru sekali ya tadi.Aku sangat senang bersahabat dengan mu.Lain kali bawa anak mu yang satu nya dan istrimu kemari.Kami akan menerima kalian dengan tangan terbuka "Ucap paman Lery
"Ohohoho tentu tentu.Kami besok akan melanjutkan perjalanan lagi,jadi saat nya kami harus balik ke penginapan"
"Ehem.Anu,Collyn kalo kamu tidak keberatan,kamu bisa menginap disini.Istriku akan menyiapkan 2 kamar"
"Ah...Lery,aku jadi tidak enak dengan kalian dan warga lain"
"Ohohoho jangan dipikirkan,tidak apa apa.Gimana jadi nginap disini tidak,Kawan?"
Sang ayah menoleh ke arah Carla untuk meminta pendapat,tapi respon Carla hanya mengangkat bahu nya
"Ehem,lalu apa kami harus bayar?"
"Ahahahhaah tentu tidak,kawan.Bercanda mu aneh,ada ada saja!"
"Huft,Siapa tau kan hahaha...Yasudah lah kalau kau tidak keberatan.Aku dengan senang hati akan tidur disini"
"Ohohoho,Bagus kawan"
"Tapi kami harus membawa barang kami terlebih dahulu dari penginapan"
"Iya,tidak apa apa"
Tak usah banyak basi,Sang ayah dan Carla segera mengambil barang nya dari penginapan.Setelah itu mereka baru menuju rumah paman Lery.
Malam hari tiba,Carla membantu bibi Lila yang saat ini sibuk didapur untuk menyiapkan makan malam.
"Bibi,Carla bantu apa nih~?"Tanya Carla manja
"Eiyy~Anak maniss.Tidak usah bantu bibi,kamu kan tamu.Mana bisa tamu ikut ke dapur untuk membantu"
"Hehehe,Tidak apa apa bibi.Carla hanya bosan berdiam di kamar.Jadi boleh ya Carla bantu masak?"
"Huft,Ya sudahlah tidak apa apa.Sini,sekalian belajar nak Carla"
"Terima kasih bibi Lila"Ucap Carla merangkul badan Sang bibi.Mereka berdua mulai memasak bersama.
Kini di meja makan sudah terdapat banyak makanan,Carla memanggil ayah nya,paman Lery dan juga Rue.Mereka makan bersama dengan penuh keharmonisan.
"Umm,Kak Carla.Kakak punya saudara?"Tanya Rue
"Hmm~Punya"
"Benarkah?"
"Wah apakah adik atau seorang kakak?"
"Adik.Carla punya seorang adik yang seumuran dengan Erue"Ucap Carla disela sela makan nya
"Laki laki?Atau perempuan kak?"
"Laki laki~"
"Ohh...Wah kalo adik nya kak Carla kesini,Rue jadi punya teman dong"
"Ahahaha benar,Tapi adik kakak itu sangat nakal Erue.Jadi jika ia kesini,kakak harap Erue tidak marah pada nya apabila dijahili"Ujar Carla serius
"Eh?Jadi ada yang lebih nakal dari Rue?"
"Hmm"Gadis itu hanya berdehem menjawab nya sembari berpikir,benar tidak ya?
"Lalu namanya siapa kak?"
"Cal"
"Cal?"
"Ah!Ya itu adalah nama kesayangan untuk adik kakak"
"Oh,jadi seperti nama 'Rue' ya,tapi adik kakak nama kesayangan nya 'Cal' "
"Benar"
"Lalu nama yang sebenarnya apa kak?"
"Carius"Jawab Carla santai
Setelah percakapan ringan itu,mereka mulai memakan makanan nya kembali
Carla balik ke kamar yang sudah disediakan oleh bibi Lila.Kini sang ayah dan Carla sudah tidak tidur dalam satu ruangan melainkan 2 ruangan saat ini.
Carla mengangkat tangannya dan melihat dinding atas kamar di sela sela jari tangan.
"Huft.Cal,Kakak rindu.Kamu saat ini sedang apa?Apa setiap malam kamu selalu kesepian karena tidak ada lagi yang mendongengi dan menyanyikan lagu pengantar tidur?Dan...Apa Cal juga rindu kakak?Hah...Sayang sekali kita tidak bisa bersurat suratan sekarang ini.Tunggu sampai di daerah tujuan,kakak akan mengirim surat pertama untuk mu"Oceh Carla mulai ngawur
Carlatte sering kali menghela napas saat mengingat adik tersayang nya itu.Setelah Carla puas menumpahkan kerinduanya dengan ocehan tidak bermutu nya,Ia mulai terlelap dalam mimpi indah.
Sinar matahari mulai masuk menerangi ruangan yang terdapat gadis yang tengah tertidur saat ini
Sayup sayup terdengar suara seorang anak kecil yang membuat gadis tengah tertidur itu tebangun dari mimpi nya
"Kak Carla,bangun!"Ucap Anak kecil yang tak lain adalah Erue sedang menggoncangkan selimut Carla
"Hmm...Hoam,Eh?Erue sedang apa?"Tanya Carla yang mulai terbangun karena goncangan dan panggilan Erue
"Membangunkan kakak"
"...Lalu?"
"Emm...Nggak ada sih hanya saja Rue mau membangunkan kakak"Jawab Rue santai.Sifat nya yang seperti ini benar benar mengingatkan nya pada Carius yang menjengkelkan
Lalu setelah itu,tiba tiba saja Erue menyodorkan beberapa makanan yang dibungkus dengan plastik dan mempunyai gagang kecil kepada Carla.
"Ehh?Apa ini Erue?Permen?"Tanya Carla,Carla tau nama 'Permen' karena makanan itu ada dalam buku yang ia baca bersama Cal.Dibuku itu tertulis kalau permen adalah makanan yang manis tetapi Carla maupun Cal tidak pernah merasakan nya secara langsung
"Iya,itu ganti kue yang kakak berikan waktu itu ke Rue"Jawab nya
"Emm..Seharusnya tidak usah tidak apa apa tapi terima kasih ya Erue,Nanti saja ya kakak makan.Saat ini kakak mau mandi terlebih dahulu"Ujar Carla
"Hmm.."Nampak Erue berpikir sebentar
"Kenapa?"
"Bisa tidak kakak memanggilku dengan nama Rue?"
"...Boleh?Itu kan nama kesayangan yang seharusnya dipanggil untuk orang yang berharga saja"
"Boleh kok,Lagian Kak Carla bukan orang asing"Jawab nya.Lalu Erue turun menemui yang lain.