
Setelah dua sejoli itu tak nampak,Carla tersenyum melihat kertas yang dibentuk seperti pesawat di tangannya dan tanpa disadari Carla,adiknya melihat kakaknya saat ini
Carla memandang ke arah langit kemudian menerbangkan pesawat mainan itu supaya terbang bebas tak terbatas mengikuti arah angin ntah kemana pesawat itu akan mendarat nantinya,Sebuah takdir terlukiskan dan tertulis dari sini.
Seorang laki laki yang tengah berlatih dengan target pohon menatap ke arah langit saat melihat pesawat mainan melintas di atasnya.
Pesawat itu pun terbang jauh tak terlihat lagi dari matanya,Mainan kertas yang terbang bebas mengikuti angin berhembus...Melewati hutan hutan yang luas
"Nyam...Ah~Bekal sudah habis,Hahahah baiklah aku akan berkata 'Ini terpaksa!' "Seru seseorang namun ia terdiam saat melihat pesawat mainan terbang yang mulai menjauh
Melewati lereng gunung dan juga sungai sungai hingga sampai ke pedalaman yang tak diketahui.
"Paman!!!Apa seperti ini cara membuat nya?"Tanya anak kecil seraya berlari menuju Sang paman
"Iya benar,Bagus"Balasnya seraya mengelus rambut Sang anak kecil
Terbang~Terbang begitu jauh
"Hei,Turunlah dari pohon!"Teriak seseorang sembari memanggil temannya yang tengah duduk dengan santai di dahan kokoh
"Tidak mau,Tidak mau~"Tolak nya seraya mengejek seseorang dibawahnya
"HEJJI!Lihatlah dia tak mau turun"
"Kau galak sekali,aku jadi takut untuk turun~"Goda nya dengan jahil
Seorang laki laki pun keluar dari rumah dan menatap seseorang yang tengah bandel dengan naik ke atas pohon.
Apalagi?Ya tentu mereka ribut.
"Kau curang!Padahal tak boleh naik ke pohon"Cerca seseorang
'Srek'Hingga sebuah suara membuat seseorang yang tengah duduk di dahan menoleh.Ia mengambil sebuah pesawat yang menyangkut di dedaunan samping nya
"Apa itu?...Terbangkan lalu kau turun lah!"Titah nya kemudian anak yang tengah duduk itu dengan tangan kiri nya memegang pesawat kertas pun menerbangkan pesawat itu kembali
"Sudah"Balasnya santai.Mata mereka semua mengikuti arah terbang mainan itu sebelum mereka kembali ribut
Sapuan angin dengan cepat membawa mainan kertas itu ke wilayah wilayah lain,ada banyak yang melihat namun mereka tak peduli dan meneruskan kegiatan kadang kala ada juga yang tersenyum
'Tak'
"Yey,kena!"Serunya menunjukkan busur panah yang menancap di target kayu
"Wahhh"Sementara gerombolan teman temannya terlihat kagum pada nya
Namun fokus mereka buyar saat semua melihat mainan kertas yang terbang meliuk liuk di langit
"Kejar!!!"Tanpa basa basi anak itu beserta gerombolan temannya mengejar kertas berbentuk pesawat,Ia meninggalkan busurnya dan di geletakkan begitu saja
'Drap,Drap' Derapan kaki terdengar memenuhi area hutan tersebut berselingan dengan tawa dari mereka menjadikan melodi dalam hutan,bersamaan dengan tangan mereka yang berusaha menggapai pesawat mainan
"Kejar sampai dapat!"Sorak yang lain terus mengejar hingga sampai ke pedalaman yang tak diketahui manusia
"HEIII!"Teriak seorang wanita pada mereka yang tak menghiraukannya dan tetap mengejar benda melayang tersebut
'Buk'Semuanya terjatuh saat seorang wanita lain menghadang gerombolan anak anak itu dengan tubuh berisi nya
"Aduh"Begitu keluhan yang terdengar dari mulut sebagian anak anak kecil itu.
"Yaahhh"Lesu mereka semua melihat mainan kertas itu sudah terbang jauh dan takkan mampu mereka gapai
"AYYELEY!Kalian ya,mana busurnya!Jangan Bilang ditinggal di sana?"
"U-Uwaaa!T-Tunggu kak!"
"Hei,Pst.Mana busurnya tadi?"Tanya nya pelan pada sang kawan,dia yang meninggalkan busur itu malah dirinya pula yang tak ingat
Pesawat kertas itu terbang dan terbang hingga sampai di wilayah tandus yaitu gurun pasir,Sebuah bangunan mewah berdiri di tengah tengah nya,sangat mewah dan nampak berkilau.
'Pranggg'Sungguh sayang,pecahan guci yang cantik nan indah untuk di lihat berserakan di lantai dengan bersamaan suara teriakan seseorang nyaring di sebuah ruangan sunyi
Seorang anak laki laki tengah terluka sembari memegang tangannya yang berdarah,ia menggigit dalam bibir bawahnya.
"Dasar brengsek,Berani berani nya...Dia melakukan ini padaku.Brengsek,kubunuh semuanya"Geram nya
"P-Putri.."Ucap anak laki laki dibelakangnya dengan gagap sembari menahan tangis
Sebuah asap berwarna hitam muncul dan membentuk wajah juga setengah tubuh seseorang.Kedua tangannya bergerak memegang wajah seseorang yang tengah menumpahkan amarah dan menahan luka yang ia dapat
Wajahnya mendongak menatap kepulan asap yang kini berubah menjadi sebuah wujud.
"AHHHH!!"Sebuah teriakan yang menggelegar sebagai awal kisah mengerikan di padang gurun itu...
'Srett,Swiss'Pesawat kertas itu melintas dengan laju tanpa ada yang tahu
"Aduh~Pak,bagaimana kalau harga tukarnya di turunin?8 apel gitu?"
"Hei,Anak muda!Harga barter disini sudah termasuk rendah tau!Kau ingin menawar lagi?Tidak bisa!11 apel paling mentok!"Ucapnya dengan tegas
"Ugh,Bagaimana kalau di genapi saja pak?Jadi 10 buah apel?"Tawarnya lagi
"Apa!"Pedagang itu mulai nampak memerah karena kesal dengan pemuda di depannya ini
"Pak,coba mengerti lah pak...Tanah sebelah sana baru menghasilkan sedikit buah dan lagi coba bapak lihat!Banyak tanah yang tak subur,bagaimana bisa saya menukar apel sebanyak itu?"Ucapnya lagi dengan gigih menawar harga barang
"Hahh...yasudah lah 10 apel!"Pasrah penjual itu
"Nah,dari tadi seperti itu pak"Balasnya santai
"Ya,ya,ya...Anak muda kalau dilihat lihat aura mu ini sedikit berbeda dengan orang sini"
"Hahaha,banyak yang bilang seperti itu pak tapi akhirnya mereka juga salah menebak"Ujarnya sembari tertawa renyah
Pesawat kertas itu melintas tanpa ada yang melihat namun ia menjadi saksi keadaan di bawahnya
'Tap,Tap,Tap'Suara langkah kaki terdengar di lorong lorong bangunan
"Hei kau dengar?Katanya putra mahkota berniat menjadikan putri pertama kediaman Xia sebagai permaisurinya"
"Ahahaha,benar.Aku ingat kaisar sedikit gusar karena putra mahkota begitu gigih"
"Ya...Sejujurnya bukankah itu tak meguntungkan putra mahkota?karena perdana menteri Xia sudah tiada,sekarang ini kekuasaan dari keluarga Xia sudah sangat lemah tak sama seperti dulu.Lebih tepatnya tak membantu dalam membangun kekaisaran yang pernah 'rusak' ini"Balas yang lain
"Hahaha,benar!Seperti singa yang kehilangan taringnya."Ujarnya kemudian mereka tertawa,kehancuran keluarga penguasa menjadi kesenangan bagi mereka yang kurang dengan candaan.
Sementara dibalik tembok mendengus mendengarkan mereka tertawa,ia mengepalkan tangannya kuat kemudian berbalik dengan membawa amarah di kepala nya namun apa daya ia 'belum' bisa melakukan apapun...
"Hahh..."Terdengar helaan nafas dari seseorang yang sedang duduk duduk di kursi kayu,tak tau apa yang membuatnya menghela nafas seperti orang dewasa