
Carla mengangguk mengerti
"Bye Carla"Ucap Millia melambai tangan pada Carla sebelum ia keluar,tidak lupa juga Millia membawa buku buku tadi di tanganya
"Ah...Bye"
Sekarang benar benar hening.Carla melihat jendela yang ditutup gorden,Carla beranjak menuju jendela,ia menyampirkan gorden itu kesamping sehingga Carla dapat melihat indah nya pemandangan malam dari atas.Carla tidak berani membuka jendela karena ia tau pasti angin malam sangat dingin
Setelah Carla merasa sudah waktunya tidur,ia menutup kembali gorden nya dan tidur
•
•
Suara kicauan burung terdengar di ranting pohon samping jendela dan sinar matahari yang menerpa masuk ke dalam ruangan sehingga membuat seorang gadis yang awalnya tertidur lelap kini terbangun
Gadis itu ialah Carlatte tentu nya
Carla mengambil pakaian setelah kesadaran nya berkumpul,lalu ia menuju bak mandi untuk berendam
Setelah selesai,Carla menuju kamar Millia tapi Millia tidak ada dikamarnya.Kemudian Carla mengelilingi mansion mungkin saja Millia ada di lain tempat
Carla berkeliling,sesampainya di halaman yang terbilang luas ia berhenti karena mendengar suara
'Hyaatt' Suara seorang gadis terdengar samar ditelinga Carlatte
'Trang,Tranggg,trang'
Carla yang penasaran pun mengikuti arah sumber suara tersebut.Setelah menemukan sumber suara,Carla berdiri di antara semak semak.Carla melihat Millia,Lion dan seseorang yang kemungkinan adalah pengajar pedang keluarga Krysi.
Tak lama setelah itu,Millia yang tengah sibuk berlatih pedang menoleh dan melihat adanya Carla yang sedang melihat mereka berlatih
"Carlaa!!!"Panggil Millia berlari menuju Carla
Sontak hal itu membuat Lion dan pengajar keluarga Krysi menoleh
"Carla,kamu kesini?Ayo duduk disana"Kata Millia menggandeng tangan Carla
Carla mengangguk
Setelah itu,Carla duduk di bawah pohon melihat Lion yang sedang berlatih
"Carla,Apa kau juga ingin ikut berlatih?"Tanya Millia
"Hmm?"
"Apa kau juga mau berlatih bersama kami?"Ucap Millia sekali lagi
Sebenarnya Carla bukannya tidak mendengarkan,ia berkata seperti itu hanya karena takut pendengaran nya salah.Bagaimana bisa Millia mengajak Carla berlatih dengan teknik pedang keluarga Krysi yang menjadi rahasia penting dari sebuah keluarga?Meski Millia tidak masalah dan menganggap Carla sebagai sahabat tapi bukan kah hal itu adalah tindakan yang bodoh?
"Em...Entahlah,bukan kah hal seperti itu tidak boleh?"
"Ah...Maaf.Tapi,untuk Carla boleh kok"Jawab Millia enteng
Carla tersenyum mendengar jawaban enteng sahabatnya itu
"Lagian Carla memakai kemeja putih dan celana jadi pas untuk ikut berlatih"
"Ayo Carla kita berlatih pedang"Ajak Millia pada Carla
Ya sebenarnya Millia merengek seperti itu pun karena ia tau bahwa Carla merasa sangat tidak tau malu jika ia berlatih bersama.Toh sebenarnya Carla juga mau saja untuk berlatih bersama,Millia bukan orang yang memaksakan kehendaknya,nah karena Millia tau bahwa Carla sebenarnya tidak merasa keberatan untuk latihan bersama maka dari itu ia meminta Carla untuk ikut
Carla yang merasa tidak enak sekaligus mulai sumpek itu pun hanya mengiyakan ajakan Millia
"Huft...Kalo Carla ikut,Carla harus mengambil pedang Carla dikamar"Kata Carla.Ya selama perjalanan ke sini,Carla dan ayah nya selalu membawa pedang masing untuk berjaga jaga,tentu saja hal itu juga membuat energinya terkuras karena harus mengisi tenaga ulang dengan sihirnya.Bagaimana pun juga Carla hanya seorang gadis kecil dan fisiknya juga sama seperti manusia biasa jadi tidak heran bukan jika ia pingsan di tengah jalan dengan membawa beban seberat itu,tapi untungnya hal itu tidak terjadi.(Disini El benar benar menyamakan kekuatan fisik seperti manusia biasa.Tidak ada yang namanya fantasi seperti anak balita yang membawa batu berukuran besar atau sebagainya.Disini juga,manusia bukan lah makhluk yang diciptakan dengan dibekali sihir)
"Memakai pedang kayu juga tidak apa apa Carla,toh ini hanya latihan"Kata Millia
Carla berpikir sebentar,lalu Carla mengangguk.Benar juga bukan?tidak ada salah nya memakai pedang kayu sebentar,Carla juga malas berjalan untuk mengambil pedang nya dikamar
Carla belajar banyak hal tentang pedang dari mereka berdua,Ya Carla tentunya tidak terkejut lagi melihat mereka yang termasuk dalam golongan orang jenius karena ia ingat generasi keluarga Krysi saat ini sangat berbakat dan penuh talenta.Harus Carla akui bahwa Millia dan Lion sama sama berbakat dan pantas menyandang kebanggaan keluarga Krysi
"Carla,buka kaki mu lebih lebar"
"Carla,pegang pedang yang benar"
"Carla,kamu harus fokus pada titik kelemahan lawan dan jangan pernah lengah atau pun membalikkan pandanganmu"
Berbagai macam perkataan yang keluar dari bibir Millia saat mengomentari Carla.Namun ada beberapa yang Millia akui bahwa Carla masih terbilang cukup baik dalam berpedang meski Millia tidak tau gerakan yang digunakan Carla berbeda denganya,gerakan yang Collyn ajarkan pada Carla.
Carla menghela napas pelan,ia benar benar merasa diomeli oleh seorang ibu
"Mil,Kamu cerewet juga ya"
"...A-APA?"
Carla tersenyum
"Bercanda doang"
Millia berceloteh penjang lebar tentang harus memperhatikan jarak saat berpedang supaya mengenai target dan sebagainya.Millia dan Marlion sangat berbakat menurut Carla,karena mereka di usia yang masih 7 tahun sudah menjadi pemburu yang hebat di daerah yang besar ini,ya tidak terkejut namanya juga penerus keluarga terhormat,seperti kata kata orang.
Setelah sekian lama,Carla mulai menguasai teknik yang diajarkan Millia dan juga pengajar keluarga Krysi.Sementara Lion?Ia saat ini sedang duduk duduk sambil memakan apel.
"Wahh...Carla hebat,sudah mulai menguasainya"Ucap Millia sambil bertepuk tangan
"Hosh,Hosh...Hosh.Memangnya hal seperti ini hebat?Hosh,Millia jauh lebih berbakat daripada Carla"
"Bakat ya?"Sejenak Millia terlihat begitu sendu
"Ahahaa,meski aku punya bakat seperti kata orang tapi kalau tidak dilatih maka apa gunanya?lagian Carla tak kalah hebatnya,bahkan jauh lebih hebat"Ucap Millia lagi
"Mana mungkin.Millia kamu terlalu merendah?"
Carla terus mengarahkan pedang nya ke arah bonek kayu yang memang sebagai target sambil sesekali berbincang dengan Millia namun meski begitu fokusnya terhadap target pedang nya tidak pernah terbagi
'Krek..Krek,Brakk' terdengar suara rusaknya boneka kayu dengan deru nafas capek seseorang beriringan
'Prok Prok prok'
"Good job Carla"Ucap Millia sambil mengarahkan jempolnya
"Hmm...Wah kau sudah merusakkan 22 boneka kayu,Lumayan lah untuk permulaan~"Ujar Millia
Carla mengusap peluh nya sambil mendengarkan Millia.Carla memutuskan untuk mengakhiri latihan nya hari ini.Dari tadi Carla tidak menggunakan sihirnya sedikitpun.
"Carla,Ayo kita minum teh"Ajak Millia sambil menggandeng tangan Carla menuju tempat duduk .Millia tadi memang sudah menyuruh para pelayan nya untuk menyiapkan meja juga tempat duduk untuk mereka minum teh nantinya.