ELEANOR

ELEANOR
Menyusul ayah



Sesampai nya di kamar,sungguh betapa terkejutnya aku saat melihat pemandangan di kamar itu sungguh mengenaskan,aku menjadi pucat pasi melihat situasi itu.Aku pun sedikit melirik ke arah tabib tua yang juga nampak syok,wajahnya tak kalah pucat dengan ku tapi yang ku heran bagaimana ia bisa tetap terjaga dan tak berteriak melihat pemandangan penuh darah ini?Apa karena ia seorang tabib jadi terbiasa dengan darah,namun pemandangan di depan kami berbeda dengan yang biasanya para tabib lihat.


Aku sedikit tersadar saat mendengar suara tangisan bayi di samping Arne yang saat ini tak lazim untuk di lihat.Collyn menggendong bayi mungil itu dan diberikan pada tabib tua untuk dibersihkan,Sementara ia memeriksa Arne.


Saat aku melihat kesedihan yang terpancar dari wajah Collyn setelah memeriksa denyut nadi Arne juga jantung nya,entah kenapa aku tersenyum.Aku tau bahwa Arne telah mati karena melihat ekspresi Collyn yang sangat suram.


Jujur saja aku senang,Mengapa?Ntahlah aku tak tau harus mengekspresikan nya seperti apa.Aku sedikit tersentak saat bayi itu sudah dibawa kemari oleh tabib,aku menatap bayi yang baru lahir itu.Kulitnya sedikit kemerahan,rambutnya berwarna merah muda dan matanya berwarna kuning?Tidak,ini jelas tak mirip dengan mata Arne.Karena mata ini sungguh cerah berwarna kuning emas berbeda dengan mata Arne yang kuning redup.Anak ini tak mempunyai kesamaan dengan Arne selain dari wajahnya yang nantinya akan cantik dan lumayan mirip namun tetap saja aku merasa ia tidak mirip sama sekali dengan Arne.


Tapi meski begitu aku tetap membenci bayi tak berdosa itu.Mata ku sudah tertutup oleh rasa sakit yang kurasakan,sehingga aku tak peduli apapun.


***


Carla terbangun sebelum matahari terbit,Ia tengah menyiapkan kereta kuda untuk mereka nanti.Carla masih ingat bahwa ia sudah menyetujui usulan Blic,Siang kemarin juga Carla sudah mengirim surat terlebih dahulu ke daerah barter an menggunakan burung merpati milik ayahnya namun yang membuat Carla semakin cemas karena surat itu tak kunjung kembali pada nya.


"Carla,Apa kereta kuda nya sudah siap?"Tanya Blic sambil berteriak.Ia keluar dari rumah dengan menenteng tas berukuran sedang


"Sudah ibu"Jawab Carla


"Baiklah,ibu juga sudah selesai menyiapkan semua nya.Ayo kita pergi!"


"Ibu,sebenarnya mau kemana kita?"Tanya Cal yang tak mengerti karena Carla belum memberitahu apapun pada adik kecil nya itu


"Nak,kita akan menyusul ayahmu"


"...Memang nya ayah sudah tau?"Tanya Cal


"Kakak sudah mengirim surat akan tetapi belum ada balasan dari sana"Ujar Carla,Cal mengangguk pelan mendengarnya


Nah disini mereka akan segera menyusul Sang ayah menggunakan kereta kuda,akan tetapi ada satu masalah...Apa itu?Ya~Siapa yang akan mengendarai kereta kuda nya?Carla tentu tak bisa karena ia tak pernah mengendarai kuda sementara Blic?Blic tentu juga tak bisa,ia sedari kecil di didik menjadi seorang Lady.


Hening semua nya


"Umm,Kalau begitu...Siapa yang akan mengendarai kereta kuda nya?"Tanya Cal polos sambil mengerjab beberapa kali


"...Ahh...Ibu,Carla tak bisa mengendarai kereta kuda"Ungkap Carla lirih.Itu benar,bagaimana bisa ia menunggangi kuda sementara Collyn tak pernah membeli kuda?


Carla dan Cal naik di belakang dengan Blic yang mengendari kereta itu.Sepanjang jalan juga Cal tak henti henti nya mengoceh menikmati pemandangan sehingga membuat Carla merasa lelah karena harus menjawab ocehan Cal namun Carla tetap merespon omongan adik nya


4 hari kemudian sampai lah mereka di daerah yang dituju namun sungguh sayang situasi disana sangat mengenaskan.Carla dari jauh mampu melihat banyak nya darah yang berceceran di tanah,juga...Ia samar samar mendengar suara benturan pedang


'Deg!' Semakin dekat jarak Carla saat ini dengan daerah itu Carla mulai merasakan getaran di jantung nya


'Deg....'Begitu pula di lain tempat yang tak terbilang jauh dari posisi Carla saat ini.


Mereka sama sama merasakannya.


Seorang wanita yang tengah duduk santai di ranjang kini melesat pergi ke arah pohon setelah merasakan sesuatu yang pernah ia rasakan saat itu,tepatnya 10 tahun yang lalu.


'Sreeettt...' Seorang wanita yang berbadan setengah kuda? Atau bisa dibilang Centaur namun manusia tetap menggolongkan nya sebagai siluman itu menghentikan serangan nya kemudian ia mendongak sebentar merasakan hal yang sama seperti kembaran nya.Tangan nya masih melayang,ia tadi nya ingin meraup para pemburu yang menghalanginya saat ini namun perhatian nya teralihkan oleh sesuatu yang terpancar kuat mendekati wilayah


"A-Apa itu?Aku merasakan lagi sensasi ini!Sensasi yang menjadi peringatan bagi semuanya terkecuali manusia"Batin nya bertanya tanya


"Swiiiittttt"Terdengar siulan dari Rycanse namun siulan ini tak berada di ruangan yang sama terakhir kali,wanita siluman itu tersadar dari pikiran nya setelah mendengar siulan yang begitu nyaring namun itu terlambat


"Graaaaa"Wanita itu berteriak karena merasakan sakit di tangan nya saat tangan nya terpotong oleh sebilah pedang yang tajam,Namun dalam beberapa detik tangan yang terpotong itu mulai tumbuh kembali dengan guratan hitam menjalar kemudian tak nampak lagi saat tangan itu sudah tumbuh seperti awal


Nampaknya wanita itu mulai fokus kembali pada pembantaian yang harus ia lakukan.


Sementara Carla saat ini tengah berlari mencari ayahnya,ia membawa Sang adik di gendongan nya sementara Blic mencari dari sudut lain.Carla sudah bilang pada ibunya agar tak memasuki arah utara di wilayah ini,karena Carla tau ada pertarungan berdarah disana.


Sekian lama mereka berpencar untuk mencari Sang ayah namun tak kunjung ketemu juga,akhirnya Blic dan Carla jalan berdua dengan pelan pelan,mayat bergelimpang di sepanjang jalan yang mereka lalui.Sungguh pemandangan itu membuat keduanya mual,Carla dengan sigap melihat pada adiknya yang saat ini masih tertidur untunglah sang adik tak terbangun? ia kemudian menutup hidung Cal agar tidak mencium darah.Bangunan pun sudah banyak yang rusak,tanpa sengaja Carla melihat sebuah burung pipit tengah berusaha melepaskan diri dari kurungan.Carla melihat hal itu.Dengan segenap keberanian,ia berpisah dengan ibu nya yang tak melihat nya saat ini


"Cwittt...Cwitttt"Kicau burung itu,nampak ia ingin keluar dari dalam sangkar yang mengurungnya,mungkin burung itu tau bahwa ada sihir hitam di dekat sini.Oleh karena itu burung tersebut ingin keluar menyelamatkan diri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Tolong biasakan Like&Komen!🙂...


...Terimakasih~...