ELEANOR

ELEANOR
3 Tahun



(Niirkhel)


Waktu berlalu begitu cepat,namun tidak bagi mereka yang merasakan duka.Tak terasa sudah 3 tahun berlalu sejak tragedi itu terjadi.


Sang surya memancarkan sinarnya dengan terang,menyinari segala makhluk yang hidup dibawah penerangannya,burung burung berkicau dengan merdu juga hembusan angin yang membuat suasana sejuk.


Seorang gadis tengah tersenyum simpul melihat ke arah langit sembari memegang pedang di pinggang nya.


Desiran angin menerpa helai helain rambut yang lolos dari kunciran dan menutupi sebagian dari wajah gadis itu,bibirnya berwarna merah muda alami dengan belahan di bawah,sungguh cantik.Ditambah dengan keindahan mata nya yang menyala.


Gadis itu tak lain adalah Carla yang sudah berusia 13 tahun.Ia sudah bukan lagi gadis kecil 3 tahun yang lalu.


peluh keringat membasahi dahi nya,gadis itu tengah memperkuat fisiknya dengan berlari.


'Tap'Derap langkah kaki nya berhenti saat melihat seorang gadis berperawakan tinggi seperti nya,memiliki rambut berwarna coklat dan mata berwarna coklat pula.Gadis bersurai coklat itu mengangkat senjata nya sembari tersenyum menghiasi bibir nya yang berwarna peach


"Angkat senjatamu,Carla!Ayo berlatih denganku"Gadis cantik itu mengajak tanding gadis bersurai merah muda keperakan.Ia mengajak dengan nada lembut selembut kapas dan suaranya begitu merdu untuk di dengar bahkan kicauan burung di pohon saja iri akan kemerduan suara nya


Gadis bersurai keperakan itu menanggapi dengan santai ajakan sahabat nya,ia dengan mudah pula memegang ujung pedang yang mengarah pada nya


"Tidakkah kau melihat bahwa Carla sedang lelah Mil?"Ucap nya tak kalah lembut dengan gadis yang tengah mengacungkan senjata nya.Meski fisik nya sudah berubah dari gadis 3 tahun yang lalu namun Carla tak berubah banyak dalam memanggil dirinya sendiri


"Hmm~Begitu ya?Aku minta maaf,wahai sahabat ku"Ujar nya menyarungkan kembali pedang nya


"Kalau kau segitu inginnya berlatih,kau bisa bertanding dengan Lion atau...Erye?"


"Hehhh...Kau tau,Carla?Mereka sibuk sendiri saat ini!"


"Ahahaha begitu ya.Baiklah ayo kita tanding!"


"Haihh...Pedangku sudah kusarungkan"


"Hmm~Jadi nggak nih?"


"Tentu~"Seru nya seraya mengeluarkan pedang yang baru ia sarungkan dengan cepat


'Tranggg' terdengar benturan kedua pedang itu


"Bagusss~"Carla tersenyum lebar menanggapinya begitupun dengan Millia


'Tranggg...Srethh' mereka berdua saling terpental menjauh


Carla terdiam sembari menyarungkan pedang nya begitupun dengan Millia yang juga melakukan hal yang sama.Mereka sedikit membungkuk dan Carla maju menuju Millia


Carla mengulurkan tanganya seraya sedikit membungkuk seperti seorang penghormatan untuk Lady,Millia menyerahkan tangannya sembari menggeleng lemah dan...


'Cup' Carla mencium tangan Millia yang terbalut dengan sapu tangan.


"Haihh...Kau selalu salah Carla,penghormatan antara perempuan tak seperti itu.Kau hanya harus membungkuk dengan tangan di dada begitupun dengan ku apalagi kita sedang tanding"


"Oh benarkah?"Hanya itu tanggapan yang keluar dari bibir Carla


"Benarkah?Kau selalu bilang benarkah!Kau nyaman kan dengan penghormatan seperti ini"


"Ahahaha tidak juga tuh,Carla hanya melihat di buku panduannya memang seperti ini jadi tentu ajaran itu tertanam di lubuk hati Carla terdalam"Jawab nya mendramastis dengan tersenyum senang


"Tentu salah,penghormatan itu diterapkan untuk seorang laki laki pada perempuan"Protes Millia menatap tajam pada gadis di depan nya ini


Dengan beberapa detik,mereka segera mengangkat senjata dengan cepat dan saling menyerang


'Trang,Trang,Trang' Bunyi benturan kedua pedang itu terdengar sampai ke sudut halaman dan lagi mereka bergerak dengan cepat


'Zrrtttt' Lagi lagi keduanya terpental,Carla dengan sigap memperkuat kakinya agar tak terjatuh,bunyi gesekan sepatu dengan ubin lantai terdengar lumayan keras.


Carla segera berlari ke arah depan menyerang langsung Millia namun tentu Millia sudah memasang penjagaan dan beberapa detik sebelum Millia menggoreskan pedang nya di tubuh Carla,Carla segera berbelok arah ke samping Millia dan hal itu membuat Millia terkejut sehingga ia dengan segera memasang pertahanan tubuh di belakang namun naas terlambat beberapa detik...Carla sedikit menyikut bahu Millia dan mengangkat pedangnya tinggi membuat pipi kiri Millia tergores,mengucur darah segar di wajah cantik nya,beberapa detik Carla sempat tersentak dan melebarkan matanya melihat bau amis merah itu menetes.Carla memang memperhitungkan jarak seberapa dalam atau seberapa jauh goresan itu di pipi Millia nantinya dengan ia menyikut bahu temannya,Tak berhenti disitu Millia menghadap ke arah depan saat Carla menjauhi Millia.


Lagi lagi benturan pedang terdengar memenuhi area tanding bahkan kicauan burung di pohon pohon tak lagi terdengar


Saat benturan terjadi,Carla dan Millia saling melihat dengan senyum yang sama sama mengembang


"Kau tau Carla?Wajah bagi seorang Lady itu sangat berharga..."Ucap nya dalam terdengar penuh kegembiraan


"Lalu?Apa masalahnya?"Sementara Carla menjawab dengan enteng


Millia menendang kaki Carla dan Carla tentu tersandung karena kecerobohannya namun Carla segera berputar ke arah depan dan ini lah kesempatan saat Millia memotong rambut Carla dan Carla melihat itu secara langsung.


'Srettt' Helaian rambut berterbangan


'Tep'Ia mendarat dengan sempurna,Carla menatap ke arah helaian rambutnya yang berserakan karena terpotong pedang Millia yang tajam,kemudian ia menoleh ke arah tetesan darah yang ada di ubin belakangnya,sesaat bola matanya sedikit goyah dan tangannya nampak gemetar namun detik kemudian kembali normal


Sangat singkat namun latihan itu membuat mereka puas


Kini dari hasil tanding,Millia mendapat goresan di pipinya sementara Carla mendapatkan rambut yang tak lagi lurus.


Carla memandang pada Millia yang saat ini tengah menyarungkan pedangnya setelah ia membersihkan helaian rambut di pedang gadis itu nampak ia juga senang terhadap hasil pertarungan ini


"Aku tak menyangka bahwa kau akan menggores wajahku...Lihat Carla!"Ucap nya seraya memperlihatkan bekas luka yang samar samar pada tanganya sekitar pergelangan tangan kiri


"Hah...Ini adalah hasil tandingku dengan Lion.Dia gila!Bagaimana bisa ia melukai kembaranya seperti ini?Bahkan saat aku melihat matanya yang serius seakan akan memotong pergelangan tangan ku"Terang nya sekali lagi


"Untung saja,aku segera mengoleskan cream agar bekas luka ini menjadi samar"Ucap nya lagi.Carla tau benar dengan Millia,ia lebih memperdulikan bekas luka daripada pengobatan luka.


"...Aku melihat sebuah goresan di lehermu,apa itu dari Lion atau dari Erye?"


"...Itu dari Erye beberapa tahun yang lalu.Saat Carla tak mampu untuk melukai Erye dalam arena tanding"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Btw El mau nanya.....




Ini emang gini ya?Beda gitu?El serius nanya..kan ada tuh disini yang juga penulis,jadi emang beda ya?atau...Cuma punya El doang?


El serasa di Php sih:")


Menurut kalian,yang mana yang benar?ಥ_ಥ


...Ok,See You Next Chapter!👋😉...