
'Buk,Buk'Bahunya bertabrakan cukup keras dengan tubuh orang orang lain yang besar,Carla meringis kesakitan namun pandangan nya tidak lepas dari Millia dan Lion yang terus berjalan,ia terus berlari tidak memperdulikan bahunya yang nyut nyutan,tak jarang juga Carla terjatuh namun ia berdiri lagi sebelum diinjak oleh orang orang.Saat Carla terjatuh juga ,ia selalu melindungi keranjang buah nya
Carla berteriak memanggil nama Millia dan Lion dengan tangan nya berusaha menggapai mereka yang terus menjauh,dan tentu saja suara Carla tidak mampu mereka dengar karena suara yang terlalu berisik dari para orang orang yang berlalu lalang.Pada akhirnya Carla benar benar tertinggal,Ia tidak lagi melihat jejak Millia maupun Lion
'Tap'Carla berhenti dan melihat sekelilingnya,sungguh ia tidak tau dimana.Yang pasti ini bukan lah jalan yang Carla lewati pertama kali kesini bersama ayahnya dan paman Gio.Carla berusaha melihat samping samping namun karena tubuhnya yang teramat pendek dari tubuh orang yang berlalu lalang sehingga membuat Carla tidak melihat apapun bahkan jika ia berjinjit sekalipun.Carla memutuskan untuk segera menepi karena orang orang semakin banyak dan tubuh mungilnya tidak mampu menahan tabrakan dan desakan.
"P-Permisi paman,bibi"Ucap Carla ingin menepi sebentar dari barisan keramaian,sungguh gerah saat ini
Setiap kali Carla selalu bilang seperti itu,ia ingin cepat cepat keluar dari keramaian yang membuatnya gerah.Dengan susah payah dan penuh kesabaran,Carla berhasil keluar.Ia sangat sulit bahkan hanya untuk keluar dari kerumunan itu,baju Carla saat ini juga tak luput menjadi faktor penyebabnya
"Huft..."Carla merasa lega kemudian ia bercelingukan ke samping nya,Carla sebenarnya ingin pergi dan mencari jalan namun Ia merasa hal itu mustahil mengingat dirinya yang tidak tau jalan daerah ini,bisa bisa Carla malah tersesat tak tau jalan pulang.Carla memutuskan untuk menunggu sebentar disini
1 jam telah berlalu,namun Millia dan Lion tak kunjung terlihat.Carla merasa kesemutan,ia berjongkok sebentar.kemudian Carla memilih mengambil keputusan untuk mencari.
"Kalau Carla tak menemukan Millia dan Lion di jalan maka Carla akan bertanya pada para penjual disini kemana arah jalan ke mansion Krysi"Pikir Carla saat itu,Yups~Carla berniat akan jalan kaki untuk pulang.Pada akhirnya Carla mengambil pilihan dengan membawa sifat nekatnya tapi juga membawa pikirannya yang rasionalitas.Tidak mungkin kan Carla mengelilingi jalan daerah hanya untuk menemukan Millia dan Lion?Menurut Carla lebih baik ia pulang saja dari pada mengelilingi jalan daerah ini,Secara logika,Coba kalian pikir.
Carla berjalan dan terus berjalan di gang gang kecil,mungkin itu memang terdengar bahaya akan tetapi Carla juga ogah berdesakan seperti tadi.Saat Carla mulai melihat seorang bibi penjual manisan,Carla berniat akan tanya.Dengan semangat Carla menuju bibi tersebut
"Permisi bibi,Apa Carla boleh tanya?"Ucap Carla memulai percakapan pada bibi penjual manisan
"Ah?Iya nak?"
"Kalau dari sini,Carla harus ke arah mana ya bi buat sampai ke mansion Krysi?"
"Oh,kamu bertanya itu...Ah,Tunggu sebentar!"Kata bibi itu,setelah berkata seperti itu,bibi penjual manisan terlihat sedang mencari sesuatu
"Bibi mencari apa?"
"Itu...Em,Sebuah kertas yang berisi arah jalan.Bibi yakin,bibi punya itu"
Carla heran mengapa bibi itu tidak langsung menjawab saja,kenapa harus diberikan kertas segala?
"Nih!Anak manis.Maaf ya bibi harus mencari kertas ini karena bibi lupa arah mana yang harus dilewati untuk sampai di mansion Krysi,jaraknya juga jauh dari sini.Tolong maklumi ya nak,bibi orang nya pelupa"
Carla mengangguk,kemudian ia berterimakasih
"Tidak apa apa bibi.Seharusnya Carla yang minta maaf karena telah mengganggu bibi yang sedang berjualan,Sekali lagi Carla ucapkan terimakasih banyak ya bi"Ucap Carla sambil membungkuk hormat pada yang tua.Gadis kecil itu selalu mendapat didikan sopan santun yang tinggi,meski didikan itu tak lewat dari Sang ibu maupun Sang ayah melainkan dari buku yang biasa dibawa ayahnya.Carla juga selalu mengajarkan adiknya agar membungkuk pada yang tua dan harus hormat pada mereka meski mereka jahat atau bagaimanapun itu.Menurutnya tak usah malu hanya karena membungkukkan badan,Malu lah saat kamu tidak memiliki sopan santun dan rasa hormat.Bahkan jika Carla disuruh membungkuk pada sang penguasa,maka Carla akan membungkuk sebagaimana ia menjunjung tinggi rasa kesopanan dan hormat,meski ada yang bilang ada beberapa orang yang tak pantas dihormati meski derajat mereka tinggi?entah nantinya Carla akan bertindak seperti apa saat ia sudah mulai besar dan mengerti beberapa hal,apa Carla akan mengerti hormat yang semacam itu?
tak lupa juga untuk anjuran hormat dan membungkuk pada mereka yang memiliki derajat tinggi maupun kekuasaan,hal itu sudah tertulis dalam buku yang selama ini ia baca sehingga tertanam jelas di benak gadis itu.Carla tidak peduli baik atau buruknya orang yang ia santuni dan hormati,Carla hanya berpikir bahwa kesopanan dan hormat sudah ia lakukan dengan baik.
"Oh ya nak,omong omong kenapa kamu mau menuju mansion Krysi"Tanya bibi itu
"...Ah,Emm..."Carla tidak tau menjawab apa,memang nya tidak masalah kalau ia jujur dan sedang tersesat saat ini?Tapi kalau tidak menjawab ia merasa tidak sopan
"Yasudah tidak apa apa,kalau kamu tidak mau bilang.Lagian pakaian yang kamu pakai sudah menjelaskan semua nya"
"Ah.."Carla melihat baju yang dipakainya dan darisitu Carla langsung mengerti
"Hehehe,Baiklah terimakasih ya bi.Carla mau pergi dulu~"Ucap Carla mengakhiri sambil melambaikan tangan
"Hati hati"Ucap bibi itu
Carla tersenyum dan terus melambaikan tangan begitupun dengan Bibi tersebut yang membalas senyuman Carla dan juga lambaian nya.Carla berjalan terus sambil memperhatikan kertas yang diberi oleh bibi tadi,Ia juga menolah noleh ke arah sekitarnya untuk memantau posisi nya saat ini benar atau tidak.
Jujur saja,Carla takut.Apanya yang tidak takut?berjalan di daerah yang tidak diketahui jalan maupun arah pulang apalagi sendiri dan lagi saat ini malam hari namun Carla melawan rasa takutnya.Jika ia takut dan berhenti di tengah jalan,lalu kapan sampai nya?Carla ingin cepat cepat pulang sampai sampai ia melupakan hadiah untuk adik nya,sebenarnya dari tadi Carla juga celingukan berharap menemukan hadiah yang cocok untuk adik nya namun ia tidak menemukan nya dan itu membuatnya semakin lelah padahal Carla ingin setidaknya meskipun ia lelah dan takut tapi hadiah untuk adik nya sudah ada namun kenyataan nya?malah berbanding terbalik dengan harapan Carla.Carla juga menggunakan sihir nya karena itu pula Carla bisa berjalan sejauh ini.Namun tiba tiba hal yang membuat Carla terkejut saat ia merasa ada yang mencengkram hebat pergelangan tangan nya
'Grep'
"Kamu kemana saja?Dicari dari tadi,Sudah buat orang khawatir juga"Ucap Suara serak dan sedikit berat mencengkram pergelangan tangan Carla.Carla merasa dejavu