ELEANOR

ELEANOR
Berdandan lama hanya untuk makan malam singkat?!



wajah cantik Millia ditopang dengan dagunya,ia membuka jendela kereta kuda sehingga terpampang lah wajah ayu nya dari luar


"Millia!"Panggil Carla seraya melambaikan tangan dan Millia terkejut hingga dagunya yang ditopang dengan tangan sedikit mengadah dan tangannya mengatup,tak lagi menopang dagu gadis itu.


"Hah...Kau lama sekali"Keluh Millia seraya menangkis kain penutup jendela


"Hihihi,Carla tadi bersama Erye"Ungkap nya dengan menerima bantuan tangan dari pengawal untuk naik,eits!Bukan berarti Carla tak tau caranya naik kereta kuda menggunakan gaun ya~Hanya saja tidak enak apabila menolak uluran tangan orang lain disaat seperti itu.Hal tersebut malah membuat kesan sombong sekaligus angkuh,apalagi jika Carla tak menerima uluran seperti itu maka akan seperti mempermalukan orang yang mengulurkan tangan dan membantunya untuk naik


"Apa!Kau tak mengizinkanku untuk memanggil Lion menemanimu tapi kau mengajak Erye bersama mu?"Kesal nya


"Duh,Bukan seperti itu.Tadi Carla hanya bertemu Erye dijalan jadinya...kami kemudian jalan bersama"Bantah Carla membuat alasan agar Millia tak cemberut.Tapi memang benar bukan?Carla bertemu Erye tanpa sengaja


"Hum!"


"Sudahlah,Millia.Jangan cemberut,kau terlihat jelek~Bagaimana bisa seorang nona muda Krysi dibuat kesal oleh gadis seperti Carla"Ujarnya masuk kereta dan menatap Millia dengan mata yang menyipit juga senyuman yang tulus serasa begitu hangat saat dilihat


"Gadis sepertimu?...Maksudnya?"Millia sontak mengernyit melihatnya


"Ah!Bukan apa apa.Nah,saat ini Carla mau dengar bagaimana tadi?...Oh ya Mil,Carla numpang kereta untuk pulang ya!"Carla tersenyum lebar sembari membelai gaun belakangnya sebelum duduk


"Ya kan tujuan aku menunggu seperti itu,agar kita bisa pulang bersama"Balasnya


"Hihihi,Benar~"


Millia mulai bercerita tentang bagaimana ia dan rombongannya tadi,katanya terasa begitu bosan karena ia yang paling muda saat itu.Carla mendengarkan nya dan sesekali melirik ke arah luar jendela,menikmati jalan pertokoan


Seorang gadis yang saat ini memakai gaun berwarna merah muda tua,memakai sepatu lumayan tinggi yang berwarna putih tengah bercermin di ruangannya.Ia sedang menyisir rambut nya kemudian ia gelung rapi namun menyisakan beberapa helaian di samping dan dikasih beberapa manik manik berwujud 2 daun yang menjadi satu dengan warna putih berkilau di tengahnya terdapat bundaran kecil berwarna kuning,ia menyelipkan perhiasan itu di antara sela sela rambutnya namun meski begitu rambut rapi gadis itu tak menjadi berantakan.Kenapa harus susah payah merapikan rambut dengan tangan sendiri?Karena ia tak mau merepotkan bibi pelayan hanya sekedar menyisir dan menguncir rambut sesuai keinginan dan lagi jika terus apa apa di lakukan oleh bibi yang membantunya hal itu akan menjadi kebiasaan baginya


Selesai dengan acara merias secara natural,Gadis muda dan cantik yang tak lain Carla itu mengenakan sarung tangannya.Setelah memastikan tak ada yang ketinggalan,Carla segera membuka pintu kamar.


Jangan salah sangka!Carla tak berniat kemanapun,ia juga tak berniat untuk pergi keluar mansion...hanya saja ia berdandan untuk makan malam seperti biasa dengan anggota keluarga Millia,ya hanya makan malam...makan bersama yang selalu dilakukan setiap hari,pagi dan malam.Hah?Lalu mengapa?Padahal hanya di dalam rumah tapi ia berdandan seperti mau kondangan saja?Loh ya harus lah,Kalau terlihat rapi dan cantik kan enak dipandang apalagi ia juga harus berpenampilan sopan layaknya wanita terpelajar,Millia juga tak jauh berbeda kok!


Carla membuka kenop pintu bersamaan dengan pintu kamar sebelahnya yang terbuka,yaitu kamar Cal.Anak itu juga terlihat sudah selesai berpakaian dengan rapi.Saat Carla menoleh ke arah samping ia mendapati Cal yang juga menoleh ke arahnya,detik kemudian gadis itu tersenyum.


"Tampan~"Puji Carla seraya melangkah menuju Carius lalu menepuk pelan kepala anak itu.Ia hanya menepuk pelan,Sungguh!Jika tidak,mungkin Carius harus menyisir rambutnya lagi


Setelah sampai di ruang makan,tak terlihat satupun anggota keluarga Krysi.Kemana mereka?Tapi ya hal ini menguntungkan Carla,karena ia tak perlu merasa tidak enak,toh bukan dirinya yang telat dan bukan pula orang tua Millia yang harus menunggu kedatangannya.Carla duduk di kursi tempatnya,meski keluarga Krysi belum hadir namun beberapa pelayan berjaga di sudut meja makan dengan jarak yang lumayan dekat.


Tak lama Carla menunggu,Terlihat Nyonya Krysi datang bersama Paman Gavin.Paman Gavin terlihat gagah dan selayaknya laki laki yang sudah berumur atau paruh baya,kerutan di wajahnya terlihat jelas daripada kerutan Collyn semasa beliau hidup,sementara Nyonya Krysi yang bertubuh berisi dan sedikit gemuk layaknya bangsawan eropa itu mengenakan gaun yang bawahannya mekar berwarna kuning tua dengan rambut yang sama digelung rapi seperti Carla hanya saja wanita itu tak menyisakan helaian rambut di samping nya,Beliau pun memakai aksesoris yang bawahnya adalah kain kasa dan diselipkan di gelungannya,kasa pendek itu akan menjulang dari gelungan ke bawah,namun meski begitu dari depan takkan terlihat namun baru terlihat saat melihat dari belakang.Nyonya Krysi memakai sarung tangan dengan membawa kipas di tangannya...Jujur,Beliau terlihat sangat anggun dan menawan khas wanita dewasa.Terlihat sekali bahwa...Nyonya Krysi dan Paman Gavin sama sama memiliki alis yang tebal namun rapi dan lumayan sama bentuk wajahnya


Carla dan Carius berdiri dari duduk nya,ia sedikit menggeser kursi lalu membungkuk sedikit dengan sopan


Tak lama,Millia dan Lion datang.Mereka datang dengan penampilan yang sama rapi dan sopannya,padahal hanya untuk makan malam lalu setelah itu bisa kembali ke kamar masing masing tapi mereka benar benar menghabiskan berjam jam hanya untuk dandan menghadiri makan bersama yang singkat.


Tanpa banyak bicara,mereka mulai makan.Tak ada suara canda tawa hanya ada suara garpu dan pisau yang berbenturan kecil,Ya itu sudah pasti karena berbicara saat sedang makan tak diperbolehkan apalagi mengecap terlalu keras...Ruangan makan ini memang selalu terlihat suram begitupun dengan meja makan yang terdapat lumayan banyak makanan namun tak ada sedikit pun kehangatan.


Terlihat Millia ingin berkata sesuatu namun ia tetap diam dan meneruskan kunyahannya,mana mungkin gadis itu berucap di tengah keheningan seperti ini?Apalagi jika Millia berbicara satu kata saja,Nyonya Krysi akan melihatnya dengan tatapan tajam...ya wanita itu selalu tau!Pendengarannya tajam sekali~