ELEANOR

ELEANOR
Perjalanan pertama yang Carla tempuh



Lalu Ayah nya berpamitan pada Blic


"Blic,Jaga diri mu baik baik"Kata sang ayah sambil merangkul pundak istrinya


"Iya,Semoga perjalanan kalian lancar"


Sang ayah mengangguk.Kemudian ia menunggu Carla yang masih berbicara dengan Cal


"Kakakk...Kak,Hari lahir Cal.sudah dekat tapi kakak malah tidak ada pastinya kakak baru akan pulang saat hari lahir Cal sudah lewat"Ujar Cal yang saat ini menangis.Berpisah dengan kakak nya adalah hal yang berat bagi nya karena selama ini Cal tidak pernah berjauhan dengan Carla


"Tenang saja,itu tidak akan terjadi"Ucap Carla sambil mencium pipi adik nya


"Eng???"Tanya Cal yang masih tidak mengerti maksud Kakak nya itu


"Nanti kalo kakak sudah balik,akan kakak ceritakan disana ada apa saja"Ujar Carla yang saat ini mengelus kepala adik nya


"hmm"Cal mengangguk


"Sudah ya,Jangan nangis dek.Cal kalo nangis jelek bangett"Ucap Carla


"Hum.KAKAK"Cal merasa kesal pada kakak nya itu.Ia saat ini benar benar merasa sedih akan berpisah dari kakak nya tapi kakak nya malah menggodanya,Itu benar benar menyebalkan


Carla segera menuju ayah nya karena ia lihat pamit berpamitan nya sudah cukup.


Carla berjalan mendekat ke arah sang ayah dan melambaikan tanganya kearah Blic dan juga adik nya.


Sudah 3 jam Carla dan ayah nya berlari.Selama perjalanan pertama mereka berdua tidak kesulitan apapun.


"Swisss,swiiss..."Gerak angin dan pohon bambu yang terdengar sangat merdu selama perjalanan mereka


Carla dan ayah nya juga berlari selama perjalanan.Sebenarnya sang ayah bisa saja jika harus berlari menapak pohon satu ke pohon lain nya agar waktu tersingkat tapi ia tau Carla masih belum bisa melakukan hal itu secara cepat jika salah satu langkah saja atau terpeleset maka Carla akan jatuh dari atas pohon dan Sang ayah tidak ingin mengambil resiko itu.Eh,Nampaknya ayah nya lupa jika Carla mampu menyembuhkan dirinya dalam waktu singkat bahkan jika itu patah tulang.


maka dari itu Sang ayah lebih memilih untuk berlari menginjak tanah.Ayah nya pun juga menyamakan langkah kakinya dengan putri nya agar Carla dan dirinya tidak terlalu berjarak


Carla melihat lihat pohon pohon sepanjang jalan yang mereka lalui.Serta mencium bau khas hutan.


"Ayah."


"Hm?Apa kamu lelah,nak?"Tanya Ayah,Ia cemas saat ini apabila putrinya sangat kelelahan karena 2 jam berlari tanpa berhenti


"Ah,Tidak.Carla masih belum lelah"


"Lalu?"Tanya ayah disela sela mereka berlari


"Jujur saat ini Carla merasa senang,karena ini adalah pertama kali nya Carla berlari sejauh ini dan melihat pemandangan yang jauh dari jarak rumah...Selama 8 tahun,Carla penasaran tentang daerah lain.Carla juga sering melihat di buku kalau ada beberapa daerah yang menggunakan pakaian yang berbeda dengan yang kita pakai,Begitu juga tanaman yang tumbuh di daerah lain.Tapi meski Carla penasaran dan ingin melihat dunia luar,tetapi Carla tidak berani bilang pada ayah maupun ibu.Saat Carla melihat Cal mengungkapkan keinginanan nya yang terpendam,Carla melihat diri Carla yang dulu"Ujar Carla


"Tenang saja nak,Nantinya bakal ada pemandangan yang lebih indah dari ini"Ucap Sang ayah yang menepuk nepuk kepala putri tersayang nya itu


Ntah kenapa setelah mendengar putra dan putri nya yang memiliki keinginan untuk melihat lebih jauh dunia ini membuat tekad sang ayah menjadi bulat dengan berniat menjadikan putra putri nya memiliki profesi yang sama dengan dirinya dulu yaitu seorang pemburu.


Sang ayah pun juga berpikir mungkin ia harus membeli rumah di daerah lain dan meninggalkan rumah nya yang sekarang,dengan hal itu bisa saja membuat putra putri nya dapat melihat wilayah lain dan peluang menjadi pemburu lebih dekat.


Sepasang ayah dan anak itu bercakap cakap sepanjang perjalanan


"Uhuk,Uhuk.Hosh,Hosh"Carla berhenti.Kakinya serasa mati rasa


Bagaimana tidak selama 12 jam mereka terus berlari dan tanpa minum dan makan.Sebenarnya dari tadi Carla sudah mulai menggunakan sedikit kekuatannya agar tidak lelah,ia tidak mau menjadi beban dalam perjalanan kali ini.Tapi nampak nya Carla sudah tidak kuat berlari meski sudah menggunakan sihir


Carla juga membantu membawa keranjang buah dan sayuran di tangan nya,Sementara di punggung sang ayah terdapat banyak sekali senjata yang pastinya sangat berat tetapi sang ayah tidak terlihat kelelahan sama sekali padahal mereka berlari tanpa berhenti,apa karena sudah terbiasa ya?


"Hmm...Kita istirahat saja disini.Ayo kita minum dan makan bekal nya"


"Emm..Maaf ayah."


"Tidak apa apa,Itu wajar kok.Lagian Carla sudah cukup kuat karena berlari selama setengah hari"


Carla yang melihat keahlian Ayah nya yang segitu mudahnya menaiki pohon yang sangat tinggi itu pun hanya membuka mulut nya tidak percaya.


"A-Ayah,Bagaimana ayah melakukan itu?"Tanya Carla heran.


Ia mulai mengelilingi pohon yang dihinggapi ayah nya.Terlihat jejak sepatu di tanah juga bekas kuku di pohon


"Em...Bagaimana Carla naik kesana?"Tanya Carla


Ayah nya pun tersadar jika Carla tidak bisa naik ke pohon seperti dirinya.Ia turun dari pohon.


"Aihh~,Ayah lupa.Maaf ya nak,Sini sini"Kata nya mendekat ke arah Carla


"Emm"


Sang ayah tanpa basa basi melompat lalu mencengkram batang pohon dan mulai naik sambil menggendong putrinya ke atas pohon


"Ah!"Hal itu tentu saja membuat Carla sangat kaget.Memang nya manusia bisa memiliki kecepatan seperti ini?harus Carla akui fisik para manusia sangat kuat di zaman ini


Ayah nya meletakkan Carla disamping nya.Kemudian sang ayah duduk


Carla penasaran dan ia berdiri di atas dahan pohon itu.Ekspresi Carla yang awal nya datar kini menjadi bahagia


"Uwaaaa,Indah sekalii"Seru nya


"Iya kan?"


Carla mengangguk dengan semangat,ia terlihat sangat bahagia.


"Carla tidak menyangka melihat pemandangan bawah dengan posisi diatas pohon sangat indah"Kata Carla yang masih berdiri


"Yasudah,Duduk saja,Nanti jatuh."


Carla mengangguk


"Emm..Ayah,Apa kita akan makan disini?"


"Iya,memang nya kalau tidak makan disini,apa mau makan di bawah sana?Hmm~"


"Hehehe,tidak."


Mereka berdua makan makanan yang dibawa dari rumah


"Hmm...Carla,Kamu liat itu!"


"Hm?"


"Apa kamu melihat rumah kita?"


"....Tidak ayah"Jawab Carla sembari melihat lihat tapi tidak menemukan ada nya rumah bahkan meski hanya atap nya saja tidak


"Itu berarti kita sudah sangat jauh dari rumah" Carla mengangguk paham


"Yasudah,ayo kita lanjutkan lagi lari nya"Ucap sang ayah yang mulai memasukkan bekal nya


"Iya"


Mereka berlari terus hingga memakan waktu 2 jam.


"Nah,penginapan nya sudah terlihat dari sini Carla.Lihat itu nak!"Ujar Ayah


"Emm.."


"Ayo lari terus nak sampai ke penginapan"