
"Tidak usah.Kata ayah mu tidak apa apa jika nanti ibu akan menyisakan untuknya makan, Karena saat ini ia sedang ada di hutan"Jawab Blic santai.Sebenarnya Blic tidak mau menyisakan makanan untuk suami nya karena ia tidak ingin sang suami memakan makanan sisa dari mereka bertiga.Tapi apa daya,Ia malah minta untuk mereka makan dulu dan tidak apa apa dirinya makan makanan yang disisakan
Sontak hal itu membuat Carla dan Cal terkejut bukan main.Sampai sampai Cal yang sudah mulai makan sayuran meski sedikit merasa tersangkut ditenggorokan dan akibat nya Cal batuk di tengah keterkejutan
"Uhuk,Uhuk"
Carla segera mengambil air dan menepuk nepuk punggung sang adik.Carla juga terkejut tapi reaksinya tidak separah Cal,Carla mulai sadar bahwa ia melupakan sesuatu jika Ayah nya adalah seorang pemburu monster.Karena juga sudah sangat lama ia tidak melihat ayah nya ke hutan untuk berburu.Carla berpikir bahwa sang ayah mulai berganti profesi dari pemburu monster dan siluman menjadi tukang ahli besi yang membuat senjata?
Padahal Carla sudah senang apabila ayah nya meninggalkan profesi yang berbahaya itu
Saat ini muncul banyak sekali pertanyaan pertanyaan yang ingin dilontarkan Carla
"Untuk..Untuk apa ayah ke hutan?Kenapa ayah tidak meninggalkan semua itu?"
Blic menatap Carla sejenak,detik kemudian ia menggeleng
"Tidak tau.Itu pilihan ayah mu"
"Tapi kan ibu bisa mencegah nya agar tidak kembali lagi ke tempat berbahaya seperti itu"
"Percuma saja,Itu pilihanya.Memang nya ibu bisa melakukan apa?Lagian belum tentu ayah mu kembali ke profesi nya yang dulu"
"Lalu?Kenapa ayah ke hutan?"
"Hmm..."Blic hanya menjawab acuh
Sementara Cal? Cal tidak mengetahui apa apa tentang itu.Cal hanya terdiam memakan makanan sambil mendengarkan percakapan ibu dan kakak nya
Setelah percakapan itu, di meja makan mulai dilanda keheningan.Mereka bertiga meneruskan makan makanannya,tidak ada yang berbicara setelah itu.
~~
Sudah 2 minggu sejak percakapan di meja makan itu.Seperti biasa kini mereka melakukan aktivitas nya masing masing.
Tak jauh dari rumah,terdapat sebuah pohon yang besar dan dibelakang pohon itu terdapat dua orang anak yang sedang duduk di bawah pohon tersebut.Terlihat Gadis kecil membawa sebuah buku di tangan kanan nya sementara tangan kirinya mengelus rambut anak kecil yang berada di pangkuan gadis itu.
Carlatte bercerita tentang dongeng yang ada dibuku tersebut pada adiknya yang saat ini dipangkuan.Carlatte sangat menyayangi adiknya lebih dari apapun di dunia ini.
'Pluk'Bunyi suara buku yang ditutup
"Huftt...Sudah selesai dongeng nya Cal"
"Emm....Lagii!"
"Tidak ada.Besok saja ya?Kakak lelah,mau bersandar sebentar"
Cal mengangguk sebagai tanda persetujuan
Carla melihat ke atas.Mata nya menangkap daun daun di pohon,terlihat sekali cuaca masih sangat panas yang membuat mereka gerah.
"Ugh"Sergah Carla sambil segera menutup mata.Ia merasa silau
Tak lupa juga Carla menampikkan tanganya ke atas mata sang adik agar mata adik nya tidak silau
"Hm...Tanggal lahir Carla sudah sangat dekat ya"Batin Carla
"Emmm...Lahir nya kakak...Sangat dekat,sudah bisa dihitung hari"Batin Cal.Cal mulai berpikir hadiah apa yang akan ia kasih ke kakak tersayang nya itu
"Cal..."
"Hmm?..."
Cal mengiyakan ajakan Carla
Mereka tertidur dibawah pohon dan sinar matahari menerpa ke duanya.
Carla yang tau kalau sinar cahaya itu akan membuat adik nya silau dan tidak dapat tertidur dengan pulas.Ia pun mulai mengarah kan tanganya ke mata sang adik agar menutup nya dari kesilauan Cahaya.Ia berharap adiknya tidur dengan pulas dan tenang.
Kini mereka berdua tertidur setelah mendongeng cukup lama.
Beberapa jam berlalu,Carla mulai membuka matanya secara perlahan.Ia melihat sang adik masih tertidur dalam posisi yang sama.Nampak nya Cal benar benar tertidur dengan nyenyak.Carlatte tersenyum melihat Carius.
Carla mulai melemaskan tubuh nya yang kesemutan.Tetapi ia tidak menggerakkan kaki nya maupun paha karena disana lah saat ini Carius tertidur.
Carla menunggu dan menunggu sampai adik nya bangun,Setelah lama menunggu akhirnya Cal bangun
"Nyenyak Cal?"Goda Carla yang saat ini tersenyum lebar.
"Umm,heheheh"Cal hanya terkekeh tidak jelas
Cal mulai berdiri,Dan saat Carla hendak berdiri juga,Kaki nya mulai merasakan kesemutan yang luar biasa sehingga membuat nya oleng dan terduduk kembali.
Cal terkejut dan langsung bergerak ke arah Sang kakak
"Ehh,Ada apa kak?"Tanya Cal khawatir
"Tidak apa apa,kaki kakak hanya kesemutan."
"Kesemutan?...Ah!Kenapa kakak tidak membangun kan Cal,kaki kakak pasti sangat sakit kan?"
"Sudah kakak bilang tidak apa apa Cal."
"Huftt,Kakak selalu seperti itu,Bukan sekali dua kali."Ucap Carius
Cal menyodor kan tanganya agar Carla bisa terbantu untuk berdiri.Carla tersenyum melihat itu,ia meletakkan tanganya di atas tangan Cal.Mereka mulai berjalan ke arah rumah dengan Carla yang dibantu oleh Cal.
Sesampai nya di dalam rumah,sudah ada ayah yang sedang menulis sesuatu dikertas.Entahlah Carla tidak tau apa yang ditulisnya dan ia juga tidak terlalu peduli akan hal itu.
"Ehh...?Ada apa dengan kaki mu,Carla?"Tanya sang ayah
"Emm,tidak ada apa apa ayah"
"Anuuu,Kaki kakak kesemutan karena Cal tidur terlalu lama di pangkuan kakak"Ungkap Carius
"Oh...Ahahaha,Yasudah Carla duduk saja sampai kaki nya baikan"Saran ayah sambil tertawa
Carla menggeleng perkataan sang ayah.Ia berniat pergi ke dapur membantu ibu nya
"Cal antar kakak ke dapur.Kakak mau membantu ibu saja,Lagian hanya kaki yang kesemutan,bukan karena luka atau sebagai nya"
Cal mengangguk dan mengantarkan kakak nya sampai ke dapur.Tapi sayang nya Carla tidak melihat Blic di dapur.
Ia bertanya pada ayah nya dan dijawab kalau Blic saat ini ada di halaman belakang.Sang ayah pun juga menyuruh Carla duduk dengan tenang saja di kursi meja makan sambil menunggu sang ibu datang.
Carla mengiyakan dan segara duduk di kursi
Tak lama setelah itu,Blic datang dengan membawa beberapa buah di tangan nya.Blic mencuci buah buah an itu dan memotong nya lalu meletakkan buah itu di atas piring.Blic berjalan mendekat ke arah meja makan untuk meletakkan buah itu di sana.Blic duduk di kursi nya disusul sang ayah juga duduk.Mereka berempat mulai makan buah buah yang di atas piring tadi.
Setelah makan malam mereka mulai beranjak menuju kamar masing masing dan tidur.