ELEANOR

ELEANOR
Kenalan yang benar,Lion!



"Aku akan meraciknya khusus untuk Carla"Kata Millia yang masih sibuk dengan peralatan teh


Carla hanya melihat Millia yang begitu ulet dalam meracik


Setelah selesai Millia menuangkan teko teh ke dalam cangkir Carla dan juga cangkir miliknya


Millia menolah noleh ke arah lain seperti mencari seseorang,Carla yang baru melihat nya pun terkejut karena Millia sudah tidak ada disampingnya.Selang beberapa menit,Millia membawa seorang anak kecil yang seumuran dengan nya,Siapa lagi kalau bukan kembaran nya.


"Carlaaa!!!"Panggil Millia sambil merangkul lengan Marlion,Kembaran nya


"?"


"Carla,Kenalin nih kembaranku Marlion"


"....Oh,Salam kenal.Terima kasih ya waktu itu sudah menolong Carla"


(...........)


Hening beberapa saat,Millia pun kesal karena Lion seperti tidak peduli


'Buk' Millia menyikut keras lengan Lion


"Ugh,Apa apa an sih Mil"Kesal anak laki laki itu


"Hahh...Kau itu yang apa apaan.Jangan mengabaikan temanku,Lion"


"...Maaf.Aku tidak bermaksud"


"huft...Carla,tenang saja.Lion memang anak yang super ngeselin jadi jangan dimasukkan ke hati ya sifat nya yang seperti itu"Kata Millia


"...Ah I-Iya"Kata Carla sambil tersenyum ramah


"Maaf untuk sikap ku yang tadi.Baiklah,aku akan memperkenal kan diri secara benar.Namaku Marlion Krysi"Kata Lion


"Iya,Nama Carla Carlatte.Senang bertemu denganmu"Ucap Carla sembari mendekatkan badannya untuk melihat lebih jelas kembaran dari sang kawan,benar benar sebuah cetakan yang sama!


Seketika Lion tersipu,telinganya memerah.Millia yang tau hal itu pun hanya mengejek Lion dengan suara tawa nya.


"Aduhh Carla~.Jangan seperti itu,Kembaranku ini bisa malu nantinya"


Lion menatap tajam Millia,lalu ia berbalik menjauh dari Millia dan Carla.Setelah itu Millia yang berniat mengajak Lion untuk minum teh bersama pun menyusul Lion lagi akan tetapi Lion menolak nya


Millia tidak mempermasalahkan hal itu,Millia dan Carla menikmati teh mereka masing masing sambil sesekali bercengkrama ria


Millia juga menyuruh pelayannya mengambilkan cream yang katanya bisa menghilangkan bekas luka dari sayatan pedang,Tak lupa ia memberikan nya juga pada Carla.Millia selalu memakai cream itu setiap selesai latihan


"Carla,Besok waktunya untuk berdoa.Kamu mau ikut?"Tanya Carla disela sela percakapan mereka


"Berdoa?Emm...Tapi Carla tidak memiliki 'kepercayaan' "


"Iya...Ah"


"Besok pagi aku dan Lion akan keluar sebentar dari mansion untuk pergi ke tempat suci"Lanjutnya


"Kamu selalu melakukanya Mil?"


"Hm?Iya.Carla...tidak pernah?"Seketika ia tersadar dan menyergah ucapannya sendiri


"Aduh,maaf!"


Carla mengernyit kemudian mengalihkan pandanganya dari tatapan Millia yang menatap nya saat ini


"..." Ia menoleh menatap Millia yang masih meneruskan minum teh nya dengan anggun


"...Tempat suci itu seperti apa Mil?"


Millia meletakkan cangkir teh nya,lalu ia menatap Carla lekat lekat


"Tempat suci ya?yang ku tau tempat itu digunakan untuk memuja dewa atau tuhan yang disembah.Kalau secara bangunan nya,kupikir mungkin Carla harus melihat sendiri"Ujar Millia


"Oh..."


"Carla,di daerah ini memiliki keyakinan dan kau tau?daerah ini sudah berdiri hampir 90 tahun silam,Cukup lama bukan?.Beberapa orang disini percaya bahwa daerah ini tidak akan diserang oleh monster karena memiliki keyakinan dan mereka yakin bahwa mereka akan dilindungi oleh sang tuhan.Carla,kau memiliki pikiran yang sama denganku?Keyakinan di zaman kita hidup saat ini masih buta jadi orang orang juga tidak akan tau mana jalan yang benar menuju cahaya, ntah itu orang yang yang tidak percaya pada tuhan atau orang yang memilih keyakinan pada tuhan.Mempunyai keyakinan atau tidak hanya diturunkan oleh para leluhur ke generasi generasi selanjutnya dan aku beserta orang orang sini hanya mengikuti keyakinan para leluhur"Terang Millia panjang lebar


Carla mendengarkan sambil meminum teh nya


"Tidak ada yang tau dan tidak ada yang pasti"


Suasana di sana pun menjadi hening setelah percakapan itu


"...Ehem.Mil,Bagaimana perasaanmu saat menjadi pemburu?"Tanya Carla berusaha mengalihkan percakapan


"Perasaanku?...Aku senang,aku bisa menjadi kebanggaan keluarga tapi jika untuk perasaan pribadiku...Aku harap hal itu tidak ada"


"Ah...Carla minta maaf,Carla tidak mengerti"


"Tidak.Justru kamu mengerti segalanya Carla,maka dari itu kamu bertanya padaku,hal yang tidak pernah seorang pun tanyakan padaku.Kamu mengerti diriku,Carla"


"...."


'Swisshhh~'Suara angin benar benar terdengar di tengah keheningan kedua gadis kecil itu


"Oh ya Mil,Anu...Apa besok malam atau kapan gitu kamu ikut Carla buat cari hadiah,Boleh tidak?"


"Hadiah?Untuk siapa?"


"Untuk adik Carla.Carla kan sudah pernah cerita waktu itu kalau Carla punya adik laki laki dan kelahiran adik Carla sudah dekat"Terang Carla,saat gadis itu membahas adiknya,tatapan matanya selalu melembut


"Ohh~Ya boleh saja sih,nanti saat makan malam aku bakal izin dulu"


"Terima kasih.Emm memangnya Millia tidak keberatan?"


"Untuk apa keberatan?Kan Carla yang minta lagian Carla juga tidak tau daerah ini nanti kalau tersesat gimana?Apalagi Aku juga untung kok,karena jadi punya alasan untuk keluar dari mansion,Hihihi"Kata Millia sambil terkekeh


"....Ya terserah Millia saja sih"


"Yaaakk,Jadi besok jadwalku pagi sampai siang ke tempat suci lalu pulang dan main dengan Carla,kemudian saat malam aku menemani Carla memilih hadiah"Ujar Millia sambil meletakkan jari telunjuk di bibirnya


Carla hanya terkekeh pelan saat ia melihat Millia yang ngoceh sendiri


Siang hari itu dihabiskan oleh mereka berdua dengan minum teh juga makan kue sambil berbicara panjang lebar.Carla benar benar bertemu dengan teman yang satu frekuensi dengannya.


Saat ini Carla sedang berendam di bak mandi nya,ia merasa lelah hari ini sehingga membuat gadis kecil itu tertidur pulas di tempat mandi


Carla terbangun saat hari sudah gelap,Kemudian karena ia baru sadar akan kecerobohan nya yang bisa bisa nya tertidur,di tempat mandi pula.Carla segera keluar dari ruangan mandinya,ia meraih kain lalu dililitkan ke badannya setelah itu barulah Carla memakai pakaian nya yang hanya kemeja putih atas dengan celana panjang dan juga sepatu.Ia hanya membawa 3 pakaian nya dari rumah,pakaian yang Carla punya juga pakaian yang rata rata kemeja serta celana panjang.Carla berjalan menuju ruang makan,Kemungkinan ayah nya sudah ada disana .


Sesampainya di ruang makan,memang benar sudah berkumpul disana,ada Millia yang melambaikan tangan nya ke arah Carla.Carla yang merasa tidak enak pun minta maaf kepada paman Gavin dan istrinya karena ia berpikir sudah membuat mereka menunggu?Mereka tentunya tidak mempermasalahkan hal itu toh mereka juga baru berkumpul.Setelah itu,Carla duduk disamping Millia.Mereka makan dengan tenang,tidak ada yang berbicara bahkan sepatah kata pun


Hari mulai larut,Setelah selesai makan malam,Carla menuju kamarnya.Carla merebahkan badan nya di ranjang...Ia melamunkan sesuatu,Carla baru sadar bahwa ia belum mengirimkan surat untuk adik nya karena terlalu senang bermain main dengan Millia sehingga ia lupa