
Carla yang masih kesal tetap terus berlari dan mengacuhkan....Tidak,tidak mengacuhkan paman Gio,Ia berhenti dari larinya dan berbalik ke belakang lalu tersenyum dan berkata
"Tidak,Tidak usah paman.Carla tidak enak nanti nya"Ucap nya sambil tersenyum
"Ohohoho Tidak apa apa Carla.Jika kamu berat membawanya paman bisa membawakan nya untuk mu"
"Ah!Benarkah?"Ujar Carla
"Tentu,bahkan paman akan membawakan nya sampai tujuan"
Carla nampak berpikir tapi ketahuilah ia berpura pura berpikir.
Saat ini ia senang karena membagikan beban di tangan nya pada paman yang dari tadi membuat nya jengkel,Tunggu!Bukan,Carla bukan pendedam.Kan tadi paman Gio yang menawari bantuan jadi Carla tidak menyianyiakan kesempatan itu dengan merajuk,Ia malah bersikap seperti malaikat yang sedang kesusahan dan butuh pertolongan
Setelah itu tanpa banyak basa basi,Carla segera meletakkan keranjang yang berisi buah dan sayuran ke tangan paman Gio.Lalu Carla berlari dengan riang,ia merasa sangat ringan karena tidak ada beban yang ia bawa saat ini selain tas kecil nan ringan yang berisi kebutuhan nya.Benar benar anak yang kurang ajar
Mereka terus berlari dan akhir nya sampai tujuan.
'Dap' Carla berhenti,posisi nya saat ini berdiri di atas dahan pohon sambil mata nya melihat ke arah depan yang terdapat puluhan bangunan megah nan mewah
"Wah...Ini!Indah sekali.Bagaimana manusia bisa membangun bangunan seperti ini...Ayah?"Tanya Carla yang masih tidak memalingkan wajah nya dari bangunan bangunan itu.Ia benar benar kagum sekali.
Saat ini,yang ada didepan matanya berbeda dengan pemandangan yang ia lihat kemarin kemarin bahkan desa Mogri yang Carla kunjungi dan kagumi beberapa hari lalu tidak dapat dibandingkan dengan daerah ini secuil pun.
"Ayah,Apa benar daerah ini yang akan barter dengan kita?"Tanya Carla yang masih tidak yakin
Collyn mengangguk lalu ia mengelus kepala putrinya,ia tau putrinya itu sangat terkejut dan kagum.Itu biasa,Karena ini adalah pertama kalinya Carla keluar dari sarang nya
"Ayah,Ayo kita segera masuk dan melihat lihat"Ucap Carla antusias,terlihat sekali binar di mata gadis kecil itu.
Sang ayah mengangguk begitupun dengan paman Gio yang tersenyum melihat keantusiasan Carla.
Mereka mulai masuk ke daerah itu,Carla sangat bersemangat.Ia berlari lari kecil di jalanan dan menengak nengok ke samping nya.
'Bzrttth'Carla terkejut karena ia merasakan saat di tengah tengah daerah tersebut,tanah yang Carla pijak serasa aneh
Carla melihat sebentar,namun tidak ada keanehan setelah itu.Setelah nya Carla tidak memperdulikan lagi,ia berjalan terus
Carla melihat lihat sepanjang jalan,ada lampu lampu besar yang digantung di setiap bangunan,Ada kursi di depan rumah rumah,ada kertas atau kain tertulis yang menempel di sepanjang jalan dan yang paling penting ada air mancur kecil di tengah tengah jalanan.
Sontak hal itu membuat Carla terkejut dan terheran heran,Bagaimana bisa ada sebuah air yang seperti itu,Tidak,lebih tepat nya bagaimana air itu bisa turun dari atas lalu ke bawah? Carla masih tidak mengerti bagaimana kerja nya air mancur yang kecil itu,Carla masih bisa mengerti jika air mancur yang turun dari tebing tapi kalo yang seperti ini?No,Dia masih tidak tau.Ia sering melihat di buku 'Air mancur' tetapi melihat dengan mata kepala sendiri membuatnya terkejut sekaligus senang.
Carla membaca nya,Ia merasa pernah mendengar nama 'Krysi'...Tetapi dimana?Sampai akhir nya ia baru sadar bahwa ada yang menggandeng tangan nya yang tak lain adalah Sang ayah untuk masuk kebangunan megah itu.Carla membiarkannya
Sepanjang jalan yang Carla lewati saat sudah masuk ke dalam bangunan itu berjejer banyak orang mau laki atau perempuan dan lagi mereka semua membungkuk
"Paman Gio,Kenapa mereka seperti ini?"Tanya Carla pada paman Gio dibelakang nya
"Oh itu adalah tanda hormat"
"Carla tau,Tetapi mengapa mereka semua ada disini dan memberi tanda hormat?"Tanya Carla lagi
Paman Gio hanya tersenyum,lalu Collyn meletakkan jari telunjuknya dibibir agar Carla diam sebentar.Carla mengerti lalu ia terdiam dan terlihat nampak berpikir
"Apa mungkin mereka melakukan tanda hormat karena menghormati ayah atau paman Gio?"Pikir Carla bertanya tanya Ia masih belum sepenuh nya mengerti tentang aturan atau tata sopan di suatu daerah.
Carla terus berpikir dan melamun hingga ia tidak sadar jika saat ini ia dan ayah nya telah menjadi perhatian di sana
"Gavinno!!!Sudah lama tidak berjumpa,Bagimana kabarmu kawan?...Ehem,maaf.Sebelum nya Saya akan memperkenalkan diri dihadapan para hadirin semua,Saya adalah orang yang akan melakukan barter dengan daerah ini dan...Ini putri saya"Ucap Ayah
"Salam"Kata Carla yang sedikit membungkuk tanda salam yang ia ketahui di buku
"Ohohoho,Jadi anda orang yang akan melakukan barter dengan kami.Bagaimana keadaan mu saat ini?Tidak ada masalah di perjalanan?"Ucap salah satu orang yang ada disana
"Ohohoho,Tentu tidak ada karena tidak ada satupun monster"Jawab Ayah santai
Carla melihat seorang laki laki paruh baya yang duduk di kursi paling lebar di ruangan bundar ini.Laki laki itu terlihat dingin apalagi tatapan elang nya yang menusuk.
Sementara paman Gio?Ia sudah tidak ada dibelakang Carla,Saat Carla menoleh ia terkejut karena sudah tidak merasakan keberadaan paman Gio dibelakangnya ternyata paman Gio saat ini sedang membisikkan sesuatu di telinga laki laki paruh baya yang sedang duduk itu dan bisikan itu membuat laki laki tersebut terlihat terkejut
"Gavinno,Apa kamu tidak mau menyambut kawan lama mu ini?"Kata Ayah sekali lagi
"Huft,Collyn kau tidak berubah ya?mungkin yang berubah hanya wajah mu yang sudah terlihat tua"Ucap laki laki itu
"Ohohoho kamu ingin aku berubah seperti apa Gavin?Lagian kalau dilihat lihat kamu terlihat lebih tua daripada aku,Gavin"Ucap ayah menggoda laki laki paruh baya itu,Padahal laki laki itu sangat acuh dan tidak tersenyum.Sungguh Carla berpikir bahwa ayah nya tidak tau tempat saat bercanda
"Ehem.Lalu bagaimana perjalanan mu beberapa hari ini untuk sampai ke sini Collyn?"
"Ya seperti itu,Sebenarnya aku merasa sedikit kecewa dengan teman lamaku yang tidak mengirimkan tumpangan kuda dan malah membiarkan teman seperjuangan nya ini harus berlari selama berhari hari untuk ke daerah yang besar ini"Kata Sang ayah seolah olah merasa sangat terluka dan sedih