ELEANOR

ELEANOR
Kisah Blic V



Aku tak ingin memiliki hubungan dekat dengan Arne,Sungguh!Wanita itu tak sefrekuensi denganku.Ia terlalu norak,bar bar dan menjengkelkan,jangan kan menjadi saudari,menjadi teman saja aku tak mau.Ketahuilah!Tata krama wanita itu Nol besar.


Pagi ini,Arne dan Collyn sedang memasuki hutan.Aku terkejut sebelum nya karena mereka begitu santai memasuki sebuah hutan ya meski tak dapat di pungkiri bahwa tempat tinggal ku sekarang berada di area hutan akan tetapi tetap saja masuk ke hutan bagian dalam itu tak wajar untuk seorang manusia.Aku berpikir seberapa berani mereka?


Berbulan bulan telah aku lalui,aku mampu beradaptasi dengan lingkungan baru juga keluarga yang baru.Aku selalu membantu dalam hal membersihkan rumah jadi aku tau seluk beluk letak rumah ini.Beberapa bulan yang lalu pun rumah ini di renovasi,aku yang menyarankan nya karena aku merasa rumah ini sangat jelek,Ups.


Aku menyarankan nya pada Collyn untuk mengubah rumah yang awal nya ada dua rumah menjadi satu rumah yang besar dengan tingkatan di atasnya.Collyn tak masalah namun tidak dengan Arne,ia nampak bermasalah dengan usulan ku.Meski awalnya Arne ngotot tak mau akan tetapi pada akhirnya ia menerima dengan lapang dada


Kebencian ku padanya semakin dalam saat aku tau sebuah rahasia mengerikan antara pasangan pasutri ini.Collyn selalu menukar kan senjata dengan hewan peternakan meski tak semua namun anehnya di rumah ini tak ada kandang untuk hewan ternak,lalu dikemanakan hewan hewan itu dalam waktu singkat?...Dulu,aku tak peduli akan hal itu akan tetapi seiring waktu ada yang terasa aneh dari mereka berdua.Lebih tepatnya pada Arne...dan disinilah aku juga tau mengapa tangan kiri Collyn selalu tertupi dengan kain...Tangan kirinya hanya memiliki 3 jari dan laki laki itu selalu membalutnya dengan kain,aku tak tau bagaimana lingkungan gila ini tercipta!


'PRANGGGG!!!!' Suara pecahan gelas juga piring terdengar sampai keluar area rumah


"KAU...Ternyata kau selama ini membohongiku!Kau menyakitiku,Arne!!!"Bentak ku pada nya sementara ia menatap ku datar


"Apa nya?"


"KAUM SEPERTIMU TAK SEHARUSNYA HIDUP DENGAN TENANG!Seharusnya kau merasa bersalah!Orang orang yang kalian bunuh merasa tak terima dengan nasib tragis dalam hidupnya namun kalian...Setelah merusak hidup seseorang,kalian menjalani hidup seolah olah tak ada beban"Ucap ku membentak.Rasa sakit kini mulai timbul,aku selama ini hidup dengan bersama kaum yang merebut semua nya dariku?Hahh...Aku ingin tertawa,Ternyata aku dikasihani oleh kaum yang membuatku seperti ini.


"Hah...Ahahahahaha,Lucu.Aku bercerita tentang masa laluku pada kaum yang membuatku hancur...Sekarang aku jadi penasaran ekspresi apa yang kau pasang dulu saat mendengar kisahku"Aku tertawa mengingat nya,Rasa sakit kini benar benar menjalar di hidupku.


"Ketakutan ku pasti hanya kau anggap sebagai candaan kan...Aku merasa kesal dan tak suka padamu tapi kini aku benar benar membencimu"


"...Aku tak salah"Jawab nya sekian lama terdiam.Salah?Sekian banyak jawaban,ia berkata seperti itu setelah lama terdiam.


Aku diam menatap nanar pada sosok wanita cantik di hadapan ku ini.Otak ku rasanya panas dan aku merasa kalau aku sudah mulai gila.Potongan potongan ingatan tentang tragedi malam itu muncul kembali memasuki otak ku.


"Keluar dari kamarku!Aku tak mau melihat kaum menjijikkan sepertimu"Perintah ku dengan dingin.Aku tak sanggup melihat wajahnya sekarang


Ia keluar menuruti keinginan ku,setelah nya aku terduduk dengan lemas.Sekalinya monster ya tetap monster...selamanya.Meski Arne menyamai manusia dari segi manapun namun tetap tak akan merubah identitas aslinya juga perangai kaumnya


Hanya butuh satu alasan untuk membuatku membenci nya.Hanya butuh satu alasan...


Aku sadar kini aku sudah tak waras.Rasa benci ku mengalahkan rasa bersalah karena telah mencintai suaminya.Aku tak tau,aku tak tau,Kurasa aku memang sudah gila.


Kejadian ini membuatku terpuruk karena tak mampu menerima kenyataan,aku ingin pergi dari sini karena melihat wajah Arne membuatku ingat segalanya meski Arne bukan lah sosok yang menghancurkan desa ku...Namun cintaku pada laki laki itu sangat besar seiring waktu sehingga aku tak mau pergi meski harus juga menambah derita pada hatiku yang sudah luka.Collyn terus menyemangatiku,ia menasehati dan memperhatikan ku.


Katakan lah jika aku iri.Karena bagaimanapun aku tak mengelak hal itu


Dia yang termasuk makhluk hina begitu bahagia dengan kehidupan nya sementara aku yang seorang manusia merasa begitu hancur,tanpa ku sadari aku terjerat semua ini dan tragedi yang menimpaku,namun aku sendiri lah yang merasa bahwa aku takkan bisa lepas dari rasa bersalah juga rasa sakit ini.


1 tahun telah berlalu,Hatiku benar benar hancur tatkala melihat Arne yang kini memiliki sebuah kehidupan di rahim nya.Perasaan ku benar benar sakit,ini pernah ku rasakan saat aku kehilangan keluarga ku dan kini aku merasakan nya lagi,rasa sakit yang sama.


Sudah seharusnya aku pergi dari sisi mereka,seharusnya aku tak ada disana.Namun jika aku pergi,maka aku harus kemana?Tolong jawab!Aku tak punya siapa siapa lagi dan aku sudah tak punya tempat untuk pulang selain disini.


9 bulan telah berlalu,saat ini adalah kelahiran buah hati mereka.Collyn yang dari awal sudah panik semakin panik mendengar erangan kesakitan Arne,Ia dari tadi menggenggam tangan Arne yang saat ini tengah meremas perutnya,aku tak tau mengapa Arne seperti itu namun aku dapat melihat bahwa kesakitannya itu nyata.


Collyn selalu memegang tangan Arne kuat mungkin karena ia takut Arne akan menyakiti dirinya atau bayi dalam perutnya.


Aku keluar segera dari rumah untuk melihat apa tabib yang berkirim surat dengan Collyn sudah sampai.Namun tetap tak kunjung terlihat kereta kuda yang melintas.


Collyn yang tak tahan pun ikut keluar dari rumah,ia sungguh panik.Collyn berniat untuk mencari tabib itu yang mungkin sedang dalam masalah saat di perjalanan dan tentunya hal itu ku cegah.Bagaimana bisa ia meninggalkan Arne yang sedang kesakitan?Namun ia tetap kekeh karena jika terus seperti ini maka Arne juga tak tahan menahan kesakitan di perutnya pada akhirnya pun aku melepaskan tangan nya dan Collyn segera berlari membawa sebilah pedang.


Sebelum berlari,Collyn juga berpesan padaku untuk menjaga Arne.Aku terdiam mendengarnya namun kemudian aku mengangguk pelan


Aku lama menunggu di depan rumah,aku memang mengiyakan perintah Collyn namun tetap saja aku tidak mau ke dalam,aku ingin menunggu Collyn di depan rumah.


Waktu terus berjalan,Aku terus mendengar rintihan dan erangan kesakitan Arne di balik kamar,kadang kala Arne juga berteriak menggunakan bahasa yang tak ku mengerti.Namun semakin aku mendengar nya rasa kasian mulai hinggap di hatiku,bagaimana tidak?Teriakan Arne begitu memilukan dan aku juga samar samar mendengar suara isakan nya yang tak berhenti dari tadi.Seberapa sakit kah ia saat ini?


Sekian lama menunggu,baru terlihat lah Collyn yang sedang menggendong wanita tua di punggung nya.


"Apa itu tabibnya?"Ujar ku bertanya tanya namun aku tak bertanya secara langsung karena tau situasi tak lagi mendukung untuk berbicara bahkan hanya sepatah kata.


Collyn masuk dengan mempersilahkan tabib tua itu,aku pun menyusul di belakangnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Tolong biasakan Like&Komen!🙂...


...Terimakasih~...