ELEANOR

ELEANOR
Ayo menikah kak!



"Cal,campurkan coklat dan gula nya seukuran 2 sendok kayu"Ucap Carla memerintah pada adiknya,sementara Carla sendiri saat ini tengah sibuk membuat adonan yang lain


Cal begitu teliti mendengar dan mematuhi perkataan Sang kakak,ia tidak mau dimarahi Carla karena salah atau ceroboh.Kemudian Cal mengaduknya hingga rata dan tercampur,setelah selesai Cal memberikan nya pada Carla.Dan Carla akan membentuk adonan itu menjadi bulat atau lingkaran.(Tolong jangan tanyakan mengapa tidak dicetak saja?Itu mahal...Pliss.Meski ada yang bilang penampilan juga sangat berpengaruh terhadap makanan namun Carla tak mau boros hanya demi cetakan makanan,toh berbentuk lingkaran juga memang apa masalahnya?Carla pernah bertanya berapa harga barter untuk sebuah cetakan dan itu cukup mahal apalagi Carla membeli coklat yang harganya fantastis di zaman itu padahal hanya coklat biasa sehingga tentu Carla merasa itu sudah sangat boros dan Carla juga membeli bahan ini bahan itu).


Carla dengan riang membentuk adonan itu menjadi bentuk lingkaran.Setelah selesai membentuk,Carla meletakkan nya di tempat yang ia sediakan dengan kayu bakar yang menjadi kompor nya.


Carla dan Cal menunggu sambil Carla membacakan soal soal untuk adiknya,ya itu adalah soal soal untuk anak seumuran Cal yang biasanya tinggal di daerah yang damai.Contohnya soal soal seperti ini,soal yang pertama Bagaimana tindakan mu selanjutnya jika kau tersesat di sebuah gua dan tidak memiliki penerangan di sekitarnya?Ya~Itu harus dijawab,tapi wajar juga jika Cal tidak mampu menjawab karena Cal tidak pernah tersesat di gua.Dulu Carla menjawab soal ini sengan jawaban bahwa jika Carla ada di posisi itu maka ia hanya harus menyalakan api dari batu sebagai penerang kemudian ia akan mencari jalan ke luar,itu jawaban pertama.Lalu jawaban kedua adalah Carla hanya perlu mencari kayu sebagai alat untuk meraba sekitar,kita tidak pernah tau apa yang bersembunyi di dalam kegelapan maka dari itu jawaban kedua Carla tidak akan menyalakan penerang tetapi ia akan berjalan tidak mengeluarkan suara dan hanya mengandalkan insting bertahan hidup kalau perlu ia harus menandai goa itu agar tidak tersesat ,mungkin hanya dua jawaban itu yang masuk akal di otak gadis kecil tersebut dan yang akan Carla lakukan akan tetapi jika melihat kepribadian Carla bukankah ia akan memilih jawaban kedua?


"Em...Cal tidak akan melakukan apa apa."Ucap Cal membuat Carla membuyarkan lamunan nya


"A-Apa?"


"Iya,Cal hanya akan duduk dan bersantai disana,mungkin tidur juga lebih baik.Cal tidak perlu bersusah payah mencari jalan keluar karena Cal yakin jika Cal tersesat di gua maka kakak akan mencari Cal"Jawab Cal polos dan begitu yakin.Jawaban Cal sontak membuat Carla jengkel,bagaimana bisa Cal menjawab seperti itu?


Carla menatap adiknya dengan tatapan kesal sementara Cal yang ditatap seperti itu hanya mengerjab polos


yak mari kita beralih ke soal berikutnya karena jika terus di soal pertama maka sudah dipastikan Cal tidak akan selamat dengan amukan Carla.


Carla segera mengucapkan soal kedua dan bla bla bla....


Setelah cukup lama,Carla segera melihat adonan nya yang nampak sudah jadi.


Carla pun meletakkan adonan kue nya di piring kayu berukir,tak lupa juga Carla mengambil beberapa buah untuk dijadikan hiasan.Carla melihat Cal yang selesai menulis sesuatu di buku nya,kemudian Cal mengikuti Carla keluar.


"Cal,Bawa kain untuk alas"Perintah Carla pada Cal


Cal mengangguk kemudian mencari sebuah kain yang lumayan lebar,setelah mendapatkan nya Cal keluar tak lupa membawa buku nya.


Terlihat Carla yang sedang menyapu karena daun daun berserakan padahal mereka tidak begitu lama masuk ke rumah.


"Kakakk,Ini!Sudah ketemu"Ucap Cal sedikit berteriak sambil berlari kecil menuju kakak nya


Carla mengangguk,setelah daun daun sudah disapu.Carla segera membeber kain itu untuk alas mereka duduk,meski biasanya mereka selalu duduk tanpa alas akan tetapi saat ini ada makanan dan pastinya terkena debu jika tidak dialasi.Cal duduk begitupun dengan Carla.Cal dan Carla mulai makan kue yang mereka buat


"Wahh~Enak sekali kak.Cal suka"


"Memang nya kapan kamu tidak suka apa yang kakak buat?"Ucap Carla.Cal memang selalu bilang suka terhadap apapun yang dilakukan Carla bahkan apapun yang disukai kakaknya itu pun ia suka


"Hehehe,tapi Cal serius kok kak."


"Kak,ayo menikah kak!"Ujar Cal dengan pandangan serius dan itu sukses membuat Carla terbatuk karena kue nya tersendat di tenggorokan


"A-Apa?"Carla nampak melongo mendengar ucapan Cal yang benar benar gila


"Ayo menikah sama Cal.Cal mau menikah sama kakak jika sudah besar"Ucap Carius sekali lagi


"Hehhh..."Carla nampak meringis mendengar ucapan adik nya itu


"Tidak bisa Cal.Suatu saat nanti kamu pasti suka dan akan merasakan jatuh cinta pada wanita lain "Ucap Carla


"Suka?Em...Tapi Cal suka kakak kok.Cal liat di buku,jika suka dan saling cinta maka harus menikah"


"Tidak.....Bukan seperti itu.Suka Cal pada kakak jelas berbeda.Yang kakak maksud itu cinta,cinta yang tidak bisa digambarkan dan mampu membuat orang berdebar....Mungkin?"Ucap Carla menjelaskan namun nampak ragu.


Memang nya cinta itu seperti itu?


"...Yaahhh,Berarti rasa suka Cal ke kakak bukan cinta dong?"Tanya Cal yang nampak murung dan kecewa


"BUKAN."Sungguh Carla harus membantah pikiran Cal saat ini.Jika terus dibiarkan maka Cal hanya akan tersesat dengan pikiran nya yang seperti itu


"Suatu saat nanti Cal akan menemukan seseorang yang mampu membuat Cal berdebar dan mampu membuat Cal menginginkan nya ,Cal akan memiliki keinginan kuat untuk terus menjaganya bahkan jika harus menyerahkan nyawa Cal lalu memberikan kehidupan yang layak bagi orang tersebut"Kata Carla memberikan penjelasan tentang cinta yang ia ketahui namun detik kemudian Carla sadar ada kata yang salah


"Tunggu!Cal,dengar.Jika suatu saat kamu jatuh cinta dan ingin menjaganya namun jangan sekali kali berpikir untuk memberikan hidupmu pada orang yang kamu cintai,kakak tidak suka."Ucap Carla dengan nada tegas.Bagaimana jika Cal akan memberikan nyawanya hanya untuk melindungi sang pujaan hati?Tidak boleh.Maka dari itu Carla harus mencegahnya sedari kecil


Cal mengangguk paham kemudian tersenyum sambil menampilkan giginya pada Carla,sungguh manis


"Kakak pernah jatuh cinta?"Tanya Cal


"Tidak"Jawab Carla cepat


"Ish...Kakak tidak seru!"Tukas Cal dan Carla malas menaggapi ejekannya


"Hmmm....Nanti,Jika Cal menyukai seorang gadis,Cal harus memberitahukan ini pada kakak ya!"Cal nampak diam beberapa saat guna mencerna ucapan kakaknya namun sedetik kemudian ia mengangguk


Mereka berdua terus ngoceh sambil makan kue sampai habis