ELEANOR

ELEANOR
Memasak?



Carla mendekat ke arah adik nya,lalu ia memegang tangan Sang adik yang tergores dan Carla mulai meraba tangan Cal


"Cal,apa masih sakit?"Tanya Carla dengan tatapan sendu


"Em...Nggak kok kak"


"Kalau sakit bilang Cal! darahnya sampai kering "Ucap Carla sambil menteteskan air ke tangan Cal lalu ia mengambil tumbuhan secara acak di sekitarnya dan menempelkan nya di tangan Cal,di buku seperti itu perintahnya apabila terluka.Setelah selesai,Carla membiarkan Cal berendam.Carla pun juga ikut berendam sambil memikirkan sesuatu


"Ayah,apa makhluk tadi termasuk monster?"Tanya Carla yang masih ragu itu monster atau bukan.Karena ciri ciri monster itu hanya sebuah hewan yang berukuran besar dan memiliki kekuatan mengerikan namun tak berotak


"...Ayah juga tidak tau.Makhluk seperti itu memang ada di hutan,ada yang bilang itu monster ada yang bilang sebaliknya namun makhluk yang berbentuk tumbuhan tapi bergigi tajam itu tidak memiliki inti sihir seperti monster pada umumnya"Jawab Ayah


Carla mengangguk dan larut dalam pikiran nya,Setelah semua selesai berendam,mereka segera pulang.Sebelum pulang Carla mengeringkan rambutnya.


'Swishhh'


Carla mengulurkan tangan nya lalu menatap ke langit


"...Apa sudah mau mulai pergantian musim ya?"Ucap Carla lirih kemudian ia berbalik menyusul yang lain.Ayah membawa kereta kudanya yang tadi di talikan di sebuah pohon agar kereta kuda tersebut tidak hilang hanya karena insting kuda yang merasakan ada sihir hitam.




Sesampainya dirumah,Blic segera menjemur pakaian yang ia geletakkan di halaman sementara Carla meletakkan senjatanya dan mulai memegang sapu.Ia menyapu daun daun yang berserakan karena angin tertiup cukup kencang dari arah selatan.Sementara ayahnya sedang membawa barang barter ke dalam rumah dibantu dengan Cal


"Wahh~Sejuk nya"Ucap Carla.Angin sepoi sepoi menerpa halus wajah dan juga rambut nya.Dengan hati riang,ia menyapu halaman.


Setelah selesai,Carla melihat Cal yang serius membaca buku


"Baca buku apa Cal?"Tanya Carla santai lalu duduk di samping Cal


"Emmm...Buku yang dibawa ayah"


"Oh...Memangnya di rak buku sudah dibaca semua?"


"Sudah"


"Bagus,ternyata kamu sudah lancar membaca"


Cal mengangguk antusias


"Nah,kalau gitu.Baca tulisan yang ada di kalung giok Cal!"Ucap Carla asal yang ingin melihat apa adiknya sudah lancar dalam membaca.Carla selalu memperhatikan segala apapun yang berhubungan dengan Sang adik.


"Emm?..."


Cal menoleh ke arah lehernya yang terkalungi giok,ia melihat dengan seksama karena tulisan itu kecil.


"...Tulisan apa ini kak?"Tanya Cal menoleh pada Carla.Carla terkejut karena adiknya juga tidak bisa membaca tulisan ini


".....Kários(καρίος)"


"Apa?Ká-ri-os?"Ucap Cal menirukan Jawaban Sang kakak


Carla mengangguk kemudian keadaan menjadi hening


Carla menggeleng lemah,semakin dipikirkan ini semua menjadi mustahil baginya.Bagaimana bisa Carla tau cara membacanya sementara Carla tidak tau asal tulisan itu?Jika Carla tau dari buku sudah dipastikan ia ingat betul namun Carla ingat bahwa ia tidak pernah membaca tulisan seperti ini dari buku maupun dari lain nya.Mungkin Carla harus meminta ayahnya untuk membelikan buku yang berisi macam macam bahasa dari daerah daerah lain?


Cal melihat kakak nya sebentar,kemudian ia melihat kalung gioknya.Cal menepuk pelan rambut Carla kemudian tersenyum seolah olah berkata bahwa tidak usah dipikirkan


Setelah percakapan itu,Blic memanggil semuanya untuk makan dan mereka sekeluarga makan dipenuhi canda tawa,sebagai perayaan untuk mereka pulang,perayaan untuk Carla pertama kali keluar dan untuk perayaan hari lahir Cal.Mereka berkumpul seolah olah melupakan kejadian berdarah tadi,begitulah cara manusia dizaman ini mampu mempertahankan pikiran nya agar tetap normal,menghibur diri dari rasa sakit yang baru mereka alami


~~


Ketika di tempat Carla saat ini sedang bahagia sementara di tempat lain yang tak jauh dari rumah Carla terdapat seorang wanita yang tengah melihat darah dari tumbuhan pemakan daging,Wanita tersebut memiliki badan yang tidak wajar karena badan wanita itu terselimuti dengan berbagai tanaman.Tatapan matanya tak lepas dari bekas medan pertarungan Carla juga keluarganya,kemudian ia menoleh ke arah jalan menuju rumah Carla


"Πόσο βάναυσος είναι αυτός ο τύπος (Brutal sekali laki laki itu)"Ucap nya


"Αυτό είναι γελοίο, θα δω πόσο προχωράει σύμφωνα με τις επιθυμίες του. Εντάξει, τώρα είναι ωραίο χαιρετισμό(Ini menggelikan,aku akan melihat seberapa jauh dirinya berkembang sesuai keinginan beliau.baiklah,untuk sekarang ini adalah salam yang bagus dari ku)"Ucapnya seraya berbalik dan menjauh dari tempat berdarah itu kemudiam wanita tersebut berjalan memasuki hutan lebih dalam





Hari demi hari telah berlalu dengan menjalani aktivitas yang sama berulang kali namun meski ada kejadian berdarah di sekitar danau tak membuat mereka sekeluarga meninggalkan rumah yang mereka tempati selama bertahun tahun,Melainkan kejadian itu membuat Carla juga Cal bertekad untuk menjadi semakin kuat agar saling menjaga dan melindungi tanah mereka dibesarkan.


Pagi hari tiba seperti biasa,kemarin kemarin Carla bercerita panjang lebar tentang saat ia melakukan barter bersama sang ayah,Cal tentu saja semangat mendengarkan cerita kakak nya.


Angin berhembus cukup sejuk dan semilir menerpa rambut kedua anak kecil itu


"Cal,menurutmu hadiah dari Millia enak?"


"Em...Oh kue itu ya?Enak banget kak,sungguh!Kak Millia bahkan sudah merebut hati Cal dengan hadiah nya"Ucap Cal mendramatis


"Nahh...Kalau begitu bagaimana kalau kakak buat kue untuk Cal?"


"Benarkah?Kakak bisa?"


"Iya"


"Mau!!!"Jawab Cal dengan semangat,kemarin saja ia merasa murung karena cuma merasakan kue itu 1 kali


"Yasudah ayo kita cari kayu bakar dulu...Oh ya Cal!Kakak baru ingat,kakak kan punya permen.Kamu ambil gih di tas kakak"Suruh Carla


Cal mengangguk kemudian mengambil permen di tas Carla.Ia begitu antusias untuk mencoba rasa permen,ekspresinya sama seperti Carla waktu itu.Setelah sudah,Cal menuju pada Sang kakak dengan membawa 4 permen di tanganya kemudian Cal memberikan 2 permen untuk Carla dan 2 untuk dirinya


Mereka berjalan mencari kayu bakar di sekitar.Setelah dirasa cukup,Carla mengajak Cal untuk ke dapur namun sebelum itu Carla harus bilang pada Blic


"Ibu!Carla mau ke dapur buat kue,apa boleh?"Izin Carla pada ibunya


"Hemmm...Terserah,tapi kalau sudah selesai taruh ke tempat semula"Balas Blic


Carla dan Cal mengangguk senang mendengar bahwa Blic mengizinkan mereka


Setelah nya mereka berdua memasak kue bersama.Carla tidak lupa ajaran dari bibi Lila,Carla juga mengajarkan pada adiknya apa yang ia pelajari disana.Ya~Carla selalu seperti itu,ia selalu menurunkan pengetahuan nya pada Sang adik agar adiknya juga tau banyak hal seperti dirinya.