
Pagi hari tiba,kini saat nya mereka bercocok tanam.
Carla dan Cal sudah siap dengan alat alat tani.Sang ayah meletakkan karung berisi pupuk itu kemari,sementara Blic sedang membuka dan memilah milih benih yang akan mereka tanam.Blic sudah mulai sedikit demi sedikit kembali seperti semula,meski kadang kala Blic selalu berteriak di malam hari karena teringat kejadian yang membuatnya sesak dan hal itu tentu membuat Carla dan Cal sering terbangun di malam hari,namun mereka memaklumi kondisi kejiwaan nya Blic.Setiap kejadian itu,Collyn selalu menenangkan dan meyadarkan Blic dari tidurnya.
Balik ke awal,2 anak kecil itu kini berjongkok sambil berbisik bisik membicarakan tanaman yang mereka lihat,benar benar nakal selayaknya anak kecil biasa.
"Hihihi,kak.Kak liat!Dia sangat malu ya saat Cal pegang"Bisik Cal pada kakak nya
Carla juga mengangguk antusias.Ya~Mereka sedang rese' pada tanaman putri malu,tanaman yang ntah sejak kapan tumbuh di sekitar halaman.
Saat mereka menemukan tanaman baru yang tumbuh di halaman rumah,tentu hal itu membuat mereka menggebu nggebu dan ingin mencari tau tanaman apa itu,apalagi sejak Cal dan Carla tau bahwa tanaman itu selalu menutup secara cepat daun nya saat disentuh.
Mereka terus ngoceh sambil berjongkok dan melihat tanaman kecil dengan seksama
"Cal,Carla"Panggil ayah
Sontak hal itu membuat keduanya menoleh
"Sini nak!"
Carla dan Cal mengangguk kemudian mendekat ke arah Sang ayah
"Nah,kamu kasih pupuk ya pada tanaman yang di sebelah sana"Suruh Sang ayah pada keduanya
Mereka mengangguk,kemudian dengan kerja sama Carla dan Carius mengangkat karung berisi pupuk itu,sungguh berat.
'Bruk'
"Huftt..."
Lalu dengan semangat mereka memberi pupuk pada tanaman.Cal saat ini sedang memakai topi dari jerami yang biasanya digunakan di perdesaan,sementara Carla mengikat rambutnya tinggi agar tidak kotor.
Setelah selesai,Tanpa sadar Cal mengusap dahinya dengan tangan yang berlepotan oleh pupuk,hal itu tentu saja memancing tawa dari Carla
"Ahahahaha"
"?"Cal yang tidak tau mengapa kakaknya tertawa itu pun hanya mampu mengerjabkan mata
"Ahahaha,aduhhh sakit perut Carla"
"Kenapa tertawa?"
"Ahaahaha.Sini kakak kasih tau apa yang membuat kakak tertawa,hahaha"Ucap Carla menggandeng tangan adiknya menuju bak berisi air yang digunakan nanti untuk menyiram tanaman
"Tadaaa!Lihat!itu mahakarya pertama yang sukses untuk Cal"Tunjuk Carla sambil mengambil topi yang ada pada Cal agar membuat Cal mampu melihat noda di dahinya
Cal kemudian melihat pantulan dirinya dari dalam air bening
"...Ehhh???Apa ini di dahi Cal?"Ucap Cal sambil menggosok dahinya dan tentu saja itu membuat pupuk yang tertempel di wajah Cal semakin banyak.Carla semakin tertawa melihat tingkah adiknya,Cal yang kesal pun melemparkan pupuk itu ke arah Carla dan...
'Buk'
"HEI,CALL!!!jangan kurang ajar"
"Bweekk,rasain"
Mereka saling melepar seperti anak kecil,sungguh kekanakan namun Carla nampak tertawa bahagia.Setelahnya mereka dimarahi seharian oleh Blic.Bercocok tanam?Tamat~
•
•
•
Hari berlalu dengan sangat cepat menjadi bulan.
'Zresshhh..'Suara hujan terdengar begitu deras.Rintikan air yang turun dari langit begitu segar membasahi tanah dunia ini dan bunyi percikan api terdengar bersamaan sebagai penghangat di dalam bangunan kayu
"haihh...Huft"Seorang anak tengah menghela nafas melihat derasnya hujan
Sudah 3 hari hujan tak henti henti,Carla sering kali melihat ke arah tanaman tanaman dari jendela.Usaha mereka menanam bahkan sampai dimarahi Blic seharian waktu itu ternyata gagal hanya karena derasnya hujan.
"Ughh...Uwaaa,kakakk!Sampai kapan hujan ini belum reda?"Tanya Cal yang sudah teramat sangat bosan,terkurung dirumah sungguh tidak menyenangkan bagi anak kecil itu.Ia yang biasanya bermain dan berlarian kini hanya bisa duduk termenung memandangi buliran air yang jatuh dari langit
Blic nampaknya juga sedang murung,Wanita itu menutup mata sambil mendengarkan suara hujan.
"Haihh...Cal,ayo buat sesuatu!"Ajak Carla pada adiknya
"Buat apa?"Tanya Cal jutek
"Buat kue?"
Cal mengangguk semangat tanpa memikirkan terlebih dahulu.
Mereka kini sibuk di dapur,setelah sudah jadi Carla membawa kue kue itu ke tempat ayah dan ibu nya duduk.Kemudian mereka makan bersama,meski hanya memakan cemilan namun itu mampu membuat kebahagiaan keluarga kecil itu tumbuh.
1 minggu telah berlalu dan hujan masih belum reda.
"Sungguh bosan~.Cal bosan,Cal bosan,Cal bosan,Cal bosan...Oh bosan~dirumah hanya melihat muka kakak setiap saat~Ohhh"Cal nampak menyanyikan lagu dengan rese` tentunya.Carla yang sedang membaca buku melirik Cal sebentar.
"Tidak akan ada yang berubah Cal meski kamu melototi ke luar setiap saat"Ucap Carla pada Cal yang memang selalu melihat keluar sejak musim hujan.
"Ishhh...Bisa bisa banjir ini"Oceh Cal mengerucutkan bibirnya,ia mengabaikan omongan kakak nya.
"Diam lah Cal.Apa kamu tidak ada kegiatan lain gitu?"
Cal menoleh sebentar ke arah Carla
"Hum...nyi nyi nyi,kakak sangat membosankan.Dari kemarin selalu baca buku"
"Lah terus kamu?"
"Ish...Kayak Cal nih kak,melihat dan menikmati berkah yang turun dari tuhan"
Sungguh ekspresi Carla saat ini sangat kacau.
Apanya yang menikmati berkah yang turun dari tuhan?Yang ada Cal malah ngoceh tidak suka.
Mereka saat ini berada di kamar Carla.Entah kenapa,Cal selalu membuat pagi Carla berantakan saat ini,bukan hanya hari ini saja tapi kemarin kemarin juga.
"Huft...Aih"Cal selalu menghela nafas setiap saat,benar benar seperti orang tua
'Ctak'Carla menyentil dahi Cal yang berkerut
"Jangan seperti itu!"
"umm...cuma menghela nafas kok"Gumam Cal sambil mengusap dahi nya
Sungguh hari hari mereka lalui dengan berat selama musim hujan.
.......
.......
.......
'Cip Cip Cip' suara burung bertengger di sekitar pohon.Pagi hari sejuk nan damai dimulai,hujan telah reda.
"Uwaaaaaaaa!!!Kakak,Liat hujan telah berhenti"Ucap Cal antusias
"Iya,tau.kakak masih punya mata kok dek"Balas Carla.Cal cemberut mendengar balasan kakak nya.
"Carla,kalau keluar jangan lupa pakai baju yang tebal(Jaket) "Ucap Blic
Carla mengangguk,kemudian mengambil baju tebal untuk dirinya.Ia juga mencari baju yang tebal milik Cal seingatnya mereka dibelikan oleh ayah baju tebal sendiri sendiri.Carla mencari dan terus mencari namun kebaradaan baju tebal atau jaket Cal tidak ada di lemari,Carla pun melihat ke arah kolong meja dan sampiran di kamar Cal,karena tak menemukan nya Carla pun keluar menemui sang ibu