ELEANOR

ELEANOR
Makan daging



Cahaya mulai menyinari dunia ini.Sang matahari malu malu menampak kan dirinya.


Saat ini terlihat seorang gadis kecil yang berumur delapan setengah tahun sedang duduk di bangku kayu menikmati pemandangan.Disamping kanan nya terdapat sebuah tongkat yang seperti senjata dan disamping kirinya terdapat sebuah wadah dan juga beberapa pakaian yang mungkin akan dipakai setelah mandi nanti


iya,gadis kecil itu adalah Carla.Ia duduk di bangku kayu depan rumahnya setelah selesai membantu sang ibu memasak seperti biasa.saat ini ia sedang menunggu ibu dan adik nya untuk pergi ke danau dan mandi.Tak lupa dengan membawa senjata.


Walaupun danau tersebut lumayan dekat dengan rumah dan matahari mulai terbit.Tetapi Carla tidak pernah menurunkan kewaspadaannya terhadap para monster.


ia membawa 1 tongkat dari aluminium(Tongkat ayahnya) untuk berjaga jaga saja jika semisal ada situasi buruk di danau nantinya


Tak lama menunggu,terlihat sang adik turun dari tangga dengan tergesa gesa.Struktur rumah Carla sangat simpel,juga tidak besar.Tapi walau begitu rumah nya memiliki dua lantai dan satu tangga kayu untuk penghubung kedua lantai tersebut.


"Kakk!!!"Teriak anak laki laki menuruni tangga.Sudah pasti,siapa lagi kalo bukan Cal.


"CALL.Jangan berlari di tangga nanti terjatuh!"Teriak Blic,ia sangat takut melihat Anaknya berlari menuruni tangga.


"Ehehehe.Maaf ibu"Jawab Cal meringis


Setelah itu terdengar rintihan kesakitan dari Cal.Carla tanpa basa basi menjewer telinga Cal dan itu pula yang membuat Cal merintih kesakitan.


"Huft...Anak ini,Sudah dibilang berapa kali tetap saja tidak berubah.jangan lari lari apalagi di tangga.Nanti kalau terjatuh bagaimana?"Omel Carla.Ia pun sangat takut apabila terjadi sesuatu pada adik nya.


Carla tidak melepaskan tangannya dari menjewer telinga Cal


"Ahh..Maaf kak,kan Cal takut kalo ditinggal jadi nya..."Kata Cal meringis.Ia berharap sang kakak dengan cepat melepaskan jeweran nya


"Alasan saja.Mana mungkin kakak meninggalkan Cal."Jawab Carla


Carla melihat wajah adiknya yang menahan kesakitan di telinga nya,ia mulai melepaskan tangan dari telinga sang adik.Dilihat nya telinga tersebut memerah.


"Hmm..Padahal Carla yakin,Carla tidak menjewer terlalu keras." Batin Carla sambil menatap telinga sang adik yang sudah memerah


Setelah dilepaskan oleh Carla,Cal pun mengelus ngelus telinga nya.Ia menggerutu dengan nada yang sangat pelan


"Aduhh...sakit sekali kalau dia yang menjewer.Dasar tenaga gajah"gerutu Cal dengan suara yang sangat lirih hampir tidak terdengar


Tapi sayang sekali Carla mendengarnya samar samar.Carla pun tersenyum pada adiknya


Sang adik yang melihat senyum Carlatte pun merinding dan ketakutan,pasal nya senyum Carla saat ini sangat menakutkan


"Cal,Apa kau tadi berbicara sesuatu?"Tanya Carla dengan senyuman yang tidak pudar dari wajahnya


"Ah...A-apa?Ti-tidak.Cal tidak bicara apa apa"Cal ketakutan!Ia memalingkan muka nya tak berani menatap sang kakak.


Carla yang melihat itu pun menghembuskan napas kesal.Ia mulai melupakan perkataan adiknya


Carla menoleh mencari keberadaan Blic.


"Hmm..Ibu dimana,Cal?Tadi kan ada disini?"Tanya Carla pada adik nya,karena ia saat ini tidak melihat keberadaan ibu di lantai pertama


"Hmm.Tidak tau."Jawab Cal singkat


"Ayo kita cari.Saat ini matahari sudah mulai naik,kita harus ke danau"Kata sang Kakak


Carius pun mengangguk.Mereka berdua mulai mencari dari ruangan ke ruangan.Tapi tak kunjung ketemu.


Dan setelah ia sampai.Ia melihat di kamar kosong,hanya ada sang ayah yang mungkin masih terlelap dalam tidur.


Carla dan Carius keluar dari rumah.Berharap sang ibu ada di halaman.


Setelah lama mencari dan memutari halaman rumah nya.Sang ibu pun terlihat,Carla melihat ibu nya sedang mengeluarkan biji bijian untuk ditanam,disamping ibu terdapat belasan tanaman kecil yang juga siap ditanam.Mereka dengan segera menghampiri ibunya


"Ibuu"Seru Cal dari belakang Blic


Blic menoleh ke arah suara tapi ia tidak menjawab


"Ibu sedang melakukan apa?"Tanya Carius


"Ibu sedang mengeluarkan biji bijian dan tanaman untuk ditanam nanti"Jawab Blic


"Oh...Ibu,ayo kita ke danau dulu.Sudah hampir siang.Kita juga belum makan"Ajak Cal menggandeng tangan Ibu nya


"Iya,sebentar."Balas Blic.Carla tidak ikut dalam percakapan itu.Ia lebih memilih melihat biji bijian dan tanaman yang di keluarkan Blic


Tanpa banyak basa basi mereka bertiga pun bergegas menuju danau.


Hari itu matahari sudah terik.ntah karena Carla dan yang lain telat untuk ke danau atau memang karena cuaca yang terik saat ini.


Selama perjalanan ke danau,Carla dan Carius bersenandung kecil.Carla pun menolah noleh kesamping,ia heran karena bunga tumbuh semakin banyak.Bunga nya cantik sih tapi Carla merasa was was terhadap bunga itu


Sesampai nya di sana.Carla menoleh ke kanan kiri,ia lalu meletakkan tongkat yang ia bawah di dekat nya.Seperti biasa,Blic dan Carla membagi tugas,Blic bertugas mencuci pakaian dan Carla bertugas mengisi wadah dengan air danau untuk persiapan di rumah.


Sementara Cal juga membantu Carla untuk mengisi wadah tersebut agar cepat penuh.


Setelah selesai melakukan itu.Mereka bertiga mulai melepaskan pakaian dan mandi.


Suara cipratan air dan tawa anak anak terdengar memenuhi area danau.Cal dan Carla mandi sangat lama daripada biasanya.Blic bosan menunggu mereka yang tak selesai selesai sedari tadi


"Sudah,cepat selesaikan mandinya,Jangan bermain main!Pakai pakaian kalian dan kita pergi dari sini"Titah Blic yang mulai kesal karena Carla dan Cal mandi sangat lama


Kedua anak itu pun menyudahi main main mereka saat dirasa Blic sudah sangat kesal.Mereka mulai memakai pakaian dan bergegas pulang.


Sesampai nya dirumah,Sudah terlihat Sang ayah duduk di meja makan.Mereka bertiga duduk di kursi masing masing dengan segera


Cal bersorak senang saat melihat meja makan,Karena di meja makan tersebut sudah ada daging kemarin yang dicabutinya beberapa hari lalu dan ada nasi juga sayuran


"Wahh..Yeyy,sudah lama tidak makan daging"Sorak Cal dengan bersemangat


"iya,ya.Sudah lama.Sudah hampir 1 tahun"Kata Carla


Cal pun mangangguk.Carla mulai mengambil makanan untuk adik nya dulu.Ia selalu mengutamakan adik nya dulu daripada dirinya.


Carla mengambilkan nasi dan daging yang sudah dimasak dan dibumbui


"Kakk...sayur juga yang banyak"Ucap Cal


Carla tersenyum melihat adiknya yang sekarang suka makan sayuran,tapi yaa tidak semua sayuran.Hanya sayuran yang ada di pohon pohon dekat rumah.Semenjak Carla lahir,mereka tidak pernah menukar senjata dengan sayur dan buah buahan lagi ke daerah sebelah karena di sini buah dan sayuran pun tumbuh.Hitung hitung mengurangi beban ekonomi ayah nya


Mereka makan dengan penuh gembira