ELEANOR

ELEANOR
Pamitan



Beberapa menit berlalu,Carla mulai mengerjabkan matanya.


"Kak.Kakak,sudah bangun?"


"Emm..."


Carla mengumpulkan kesadaran nya dan segera duduk dengan benar


"Apa sudah menjelang senja,Cal?"Tanya Carla


"Belum"


"Oh...Kakak pikir sudah"Ujar Carla


"Hmm...Kakak."


"Iya,Cal?"


"Kak,Cal mau tanya"


"Hm?"


"Kata ayah suatu saat kita harus keluar dan melihat dunia luar...Lalu,Apa dunia luar itu menyenangkan?Apa lebih menyenangkan dari pada disini?"


"...Ah,tidak tau Cal.Kakak sungguh tidak tau."


"Hm...Kak.Kata di buku,dunia ini penuh dengan makhluk makhluk yang aneh,berbeda dengan makhluk yang bernama 'manusia'...."


"Lalu?"Tanya Carla


"Kak...Sesungguh nya Cal ingin keluar.Cal ingin berteman dan hidup bebas.Saat Cal mendengar perkataan ayah waktu itu,Cal merasa senang dan bahagia karena Cal bisa melihat pemandangan yang ingin Cal lihat.Di buku tertulis kalau dunia yang kita tempati ini sangat luas,Cal ingin menjelajah ke setiap tempat yang ingin Cal kunjungi.Cal juga ingin mempunyai teman...Disini,dirumah ini,Kita hanya hidup berempat di area hutan.Tidak ada anak kecil selain Cal dan kakak.Cal sangat senang,Cal akan menunggu sampai waktu yang dijanjikan ayah untuk mengajak Cal melihat dunia luar tiba.Cal juga tidak merasa takut jika Cal akan menjadi pemburu,malah Cal saat ini sangat bersemangat menanti hal itu"Ucap Cal panjang lebar mengucapkan keinginan nya yang terpendam lama


"....Tapi Cal,dunia luar itu kejam dan berbahaya.Setelah tau hal itu pun,Cal tetap mau pergi melihat dunia yang rusak ini?"Tanya Carla sendu memandangi adik nya


"Iya.Meski begitu,Rasanya Cal tidak akan menyesal telah memilih untuk melihat dunia yang lebih luas nantinya"Ucap Cal yang tidak goyah akan pilihannya itu


Carla tidak tau harus berekspresi seperti apa.Carla tau ia tidak berhak menutup keinginan adik nya,Karena binar dimata adik nya sama persis dengan dirinya yang dulu.Sejujurnya Carla juga penasaran,Karena selama ini ia selalu hidup disini,tidak pernah keluar selain ke danau.Tapi ia tau dunia yang ia penasaran kan itu sangat berbahaya,Carla sudah memendam penasaran nya terhadap dunia luar sejak kecil.


Carla mengusap kepala adik nya pelan dan ia tersenyum hangat pada sang adik


Setelah itu Carla mendongak menatap langit yang masih siang.


"Huftt,Ayo Cal."


"Kemana?"


"Masuk rumah"


Cal mengangguk sambil mengekori Carla


Sesampai nya didalam Mereka melihat sang ayah sedang duduk termenung menatap kertas kertas didepan nya


Carla dan Carius menghamipiri nya


"Oh!Sudah selesai latihan nya,nak?"Tanya ayah


"Iya"


Cal langsung duduk disamping sang ayah.


"Ayah.Ayah sedang apa?" tanya Cal


"Hmm..oh tidak,ayah hanya berpikir"


"Umm...Ayah,Apa ayah punya gulungan daerah?"


"Hmm...?Oh, punya"Jawab ayah


"Wahhh,Cal mau liat"Ujar nya antusias


"Hm.Yaudah ambil sana"


"Di ruang yang biasa nya ayah kerja"


Setelah itu,Carius dengan semangat menuju ruang senjata


Setelah selesai mengambil nya,Cal segera balik ke tempat ayah nya dan kakak berada.Ia duduk disamping sang ayah dan membuka gulungan daerah.


Cal termenung menatap isinya.Di gulungan itu banyak sekali nama daerah,hutan yang sangat luas,air yang mengalir mengitari wilayah dan lain lain.Tapi tentunya lebih banyak area hutan


"Wah,Luas sekali ternyata"


"Kan sudah kakak bilang dunia ini sangat luas,Cal"


Setelah mendengar perkataan Carla,Cal malah tambah antusias dan semangat untuk menjelajahi semua wilayah


"Ayah,Kenapa Cal tidak ikut saja besok?"


"Tidak."


"Ayah,Cal ingin ikut."


"Tidak"


"Cal mau ikut."


"TI.DAK"


Mendengar penolakan ayah nya,Cal merasa kesal dan cemberut karena tidak diperbolehkan ikut bersama mereka besok


"Kenapa?Kenapa Cal nggak boleh ikut?"


"Karena Cal masih kecil"Kali ini yang menjawab bukan sang ayah melainkan kakak nya yaitu Carla.


Hal itu malah membuat Carius semakin kesal


"Tapi Cal ingin ikut"


"Tidak,Cal.Kamu masih balita"Jawab Carla yang kelihatanya ingin membuat sang adik kesal


"Hum.Kakak,Ayahh~"Rengek Cal


"Sekali tidak ya tidak,Cal.Saat kamu sudah besar nanti ayah baru akan mengajakmu"Jawab ayah tegas,Cal menunduk mendengar jawaban tegas ayah nya.


"Huft,Yasudah lah."


"Oh ya Carla.Nanti kamu siap kan baju dan keperluan mu disana.Karena kita akan baru sampai disana setelah 2 minggu an.Dan satu lagi,Jangan membawa terlalu banyak barang,hanya membawa yang dibutuhkan saja.Nanti ayah akan menuliskan daftar barang yang perlu dibawa"


Carlatte mengangguk mengerti


Dan waktu pun berlalu.Hari ini adalah hari keberangkatan Carla menuju daerah sebelah,Carla sudah menyiapkan barang barang yang akan diperlukan selama perjalanan nanti nya.


Sekarang masih pagi,Fajar pun baru tiba.Saat ini Carla sedang makan pagi bersama keluarganya.


Tadi pagi sebelum fajar tiba,Carla,Blic dan adik nya pergi ke danau untuk mandi,mencuci dan mengisi persediaan air seperti biasa dengan ditemani sang ayah.Mereka membawa wadah air yang cukup besar dari biasa nya karena Carla dan ayah nya akan berpergian lumayan lama dan Blic beserta Cal dilarang ke danau sementara hingga mereka balik dulu.Biasa nya jika Sang ayah sedang pergi ke daerah lain,Carla maupun Blic akan tetap ke danau sesuai jadwal tapi kini tidak diperbolehkan karena Carla ikut sang ayah.Yah biasanya jika ke danau juga,Carla yang paling tinggi kewaspadaan nya hingga ia selalu membawa senjata kemanapun,bahkan ke danau yang sudah ditempati selama bertahun tahun.Mungkin selama ini ayahnya selalu berpikir bahwa Carla bisa diandalkan dalam menjaga .Jika Carla dan Sang ayah pergi ke daerah lain,Blic dan Cal pergi ke danau maka siapa yang akan melindungi mereka?Meski Cal juga mempunya insting yang tinggi tapi Carius hanya bocah yang belum genap berusia 5 tahun sementara Blic?Blic bahkan tidak bisa mengangkat senjata


Selesai makan,Mereka semua keluar dari rumah.Carla dan ayah nya berpamitan pada Blic maupun Cal


"Nak,Jaga ibumu ya nanti sampai kami kembali karena kamu laki laki yang kuat"Kata sang ayah sambil mengelus kepala Cal


Cal mengangguk


Sementara disisi lain,Carla dan Blic sangat canggung karena tidak ada yang mengucapkan sepatah kata pun,Carla sebenarnya ingin memeluk ibu nya,tapi ia tidak berani.Bagaimana jika Blic marah?


"I-Ibu,Carla mau pamit"


"Hmm"Jawab Blic yang hanya menjawab seperti itu


Carla langsung menuju Sang adik.Pada akhir nya Carla tidak memeluk Blic seperti yang ia inginkan