ELEANOR

ELEANOR
Kabur!



"Emmm.....Iya"Jawab Cal ragu,ia takut dimarahi.Carla mengulurkan telapak tangan nya tanda meminta dimana keberadaan pedang itu,Cal pun dengan segera mengambilnya.


"Ini kak!"Ucap Cal sambil memberikan pedang nya yang bahkan tak bisa dibilang setengah jadi


"Bagus,Baiklah...Kakak yang akan menyelesaikan senjata ini"


"Ah..."Cal mengangguk menyetujui keputusan kakak nya


Oh ya,omong omong...Tentang inti sihir,Bukankah di gua kemarin ada banyak inti sihir yang berserakan karena menghilangnya monster cacing?Ya,mungkin saja beberapa hari kemudian Carla dan Cal akan ke gua itu lalu mengambilnya .Sayang kan kalau tidak di manfaatkan inti sihir itu.


Carla menatap pedang Cal yang masih belum jadi,kemudian ia menatap inti sihir di tangan nya.Carla memang merasakan aura hitam di sekitar benda berkilau itu namun entah sejak kapan aura hitam yang mengelilinginya mulai pudar dan menghilang,yang tersisa hanya batu kecil yang berkilau begitu cantik


Hari itu,Carla habiskan dengan membuat senjata Cal.Cukup melelahkan,Tidak,Sungguh melelahkan dan hari yang penuh dengan keringat bagi gadis kecil itu


Carla terbangun di pagi hari,ia cukup terlambat pagi ini,mungkin karena efek capek.


Carla segera bersiap siap,pagi ini entah kenapa ia ingin pergi ke gua tempat nya ke para monster cacing itu.Mungkin sekalian pergi ke danau?


"Ibu,Mau ke danau?Sekalian Carla mau ke gua yang waktu itu"Ajak Carla,Ia merasa khawatir jika harus meninggalkan Blic sendiri di rumah.Mendengar perkataan Carla Blic mengernyit heran,mengapa pergi ke gua yang waktu itu?Pikir nya saat ini


Cal termenung sejenak memandang ke arah kakak nya


"Kakak mau masuk hutan itu lagi?"Tanya Cal


Carla mengangguki pertanyaan adik nya


"Emm...Cal ikut ya kak"Pintanya


"Apaaa?Kenapa masuk hutan!Hanya satu kali masuk hutan sudah seperti masuk beberapa kali saja,Belum tentu hutan itu aman"Bentak Blic yang geram


Carla termenung sejenak namun ia tetap gigih ingin ke gua,Carla ingin melihat hal yang lebih jauh.Padahal Carla tau,meski dirinya tinggal di area hutan akan tetapi Carla tidak pernah masuk ke dalam hutan itu sendiri,itu membuatnya sedih.Dia...Seolah olah seperti burung dalam sangkar


Karena saking nekatnya ambisi Carla,ia berniat akan pergi diam diam agar tidak ketahuan oleh Sang ibu.Yups,ia akan melakukan itu nanti saat Blic sedang sibuk membersihkan rumah dengan kata lain...Kabur,Yups kabur~


Dan benar saja di siang hari nya,saat matahari kian meninggi.Carla sudah bersiap siap dengan membawa senjatanya juga jubah namun saat ia akan melangkah tiba tiba saja Cal menghentikan nya dan meminta untuk ikut bahkan Cal mengancam Carla dengan akan bilang pada Blic bahwa Carla menuju hutan,Sungguh Carla tidak suka situasi ini!Ya sebenarnya Cal sudah tau bahwa kakaknya akan keluar diam diam mengingat bahwa sifat Carla segitu nekatnya,jadi dari tadi Cal selalu memperhatikan Sang kakak.Carla pun kesal melihat adiknya terus merengek,pada akhirnya ia membawa Sang adik bersama nya.jika saja Sang ayah tau hal ini pastinya Carla akan sungguh sungguh dimarahi karena kenekatan Carla dan juga kecerobohan nya mampu membuat orang lain dalam bahaya,Ia benar benar seperti tidak sayang nyawa kalau diartikan.


Cal berlari berdampingan dengan Carla,Angin berhembus begitu sejuk melewati perpohonan rindang juga semak semak belukar.Carla senantiasa menggandeng tangan adiknya,kini tanggung jawab sang adik berada di tangan nya selama mereka berada jauh dari rumah.


Tak lama setelah itu,mereka sampai pada danau yang selalu digunakan untuk berendam.Namun kedua kakak beradik itu tak berhenti sampai disitu,mereka terus berlari.


"Ah"


Carla menoleh mendengar suara rintihan Cal.Terlihat Cal sedang menahan sakit di kakinya lantaran terkena duri dari tanaman yang begitu tajam dan besar padahal Cal memakai sepatu namun tetap saja Cal merasakan sakit saat duri itu menusuk sepatunya.Coba bayangkan sebesar dan setajam apa duri itu hingga membuat kaki anak kecil itu kesakitan padahal sudah terlindungi dengan sepatu.


Carla menolah noleh sekitarnya berharap menemukan sandaran untuk Cal duduk.Dan untung saja ada batu yang lumayan besar tak jauh dari tempat mereka saat ini,Carla memapah adiknya yang masih kesakitan.Kemudian ia berjongkok dan membuka sepatu Sang adik


"...Cal,Jika kakak mau mencabut duri ini.Apa tidak apa apa?"Tanya Carla lembut


"Tidak apa apa kak"Jawab Cal dengan mengangguk


"...Kalau sakit bilang ya Cal!Kakak mau mencabut duri ini dulu kemudian akan kakak sembuhkan.Jangan takut ya dek,kakak punya sihir"Ucap Carla sambil gurauan di akhir.Ia berusaha menenangkan dirinya yang panik melihat Cal kesakitan,Carla juga menghibur Cal dengan candaannya


Anak kecil itu mengangguk dan percaya dengan kata kata kakaknya,tidak,Cal memang selalu percaya dengan perkataan Carla.


Carla mencabut duri yang menacap di kaki Cal.Duri itu berukuran kurang lebih 10 cm,meski tak terlalu menancap dalam pada kulit Cal namun tetap saja kaki seorang anak kecil berusia kurang dari 5 tahun itu merasa kesakitan yang luar biasa,untung saja Cal tidak menangis.Duri tersebut tak memiliki aura hitam jadi duri itu hanya sebuah duri dari tumbuhan biasa.


Carla mulai melakukan sihirnya saat duri sudah tercabut dari kaki Cal,darah segar mulai mengalir dari kaki Cal yang terkena tusukan.Carla segera melakukan penyembuhan agar darahnya berhenti mengalir dan luka nya tertutup,ia takut jika ada yang datang karena mencium bau darah manusia?


~~


'Ndus...Ndus'


"Ναι ... Μυρίζει αίμα (Hahh...Bau darah)"Seorang wanita mengendus ngendus bau darah mengikuti arah angin,namun kemudian ia tersentak karena merasakan aura yang sangat suci berada di dalam hutan.


"είναι πολύ γενναίος, ναι, παρόλο που δεν υπάρχουν τέρατα σε αυτό το δάσος, αλλά εδώ είμαι (Dia sangat berani, ya, meskipun tidak ada monster di hutan ini, tapi di sini ada aku)"Ujar wanita itu kemudian diakhiri saat ia mulai meneruskan tidurnya yang sempat terbangun :")


.......


.......


.......


Balik lagi ke tempat Carla berada~


Setelah luka tusukan menutup dengan sempurna dan tak meninggalkan bekas apapun,Carla segera berdiri dan disaat itu pula ia merasakan keberadaan orang lain di hutan ini selain mereka berdua.Carla pun sontak menoleh ke arah jauh di perpohonan,Arah tempat wanita dengan badan yang terselimuti tumbuhan itu berada