
Keluarga Ester dan Keluarga Lutter adalah tingkat bawah dari keluarga Krysi.Dua keluarga itu lumayan berpengaruh namun meski begitu simbol Krysi yang tetap paling atas di daerah Nerkel
Dan karena Debora yang semakin lama dibiarkan semakin ngelunjak menurut Millia,Millia pun menamparnya.Ini benar!Millia menampar nona Lutter itu sampai cacat,coba kalian pikir tamparan sekeras apa dari Millia hingga membuat nona Debora itu cacat?Nanti kalian akan tau,bagaimana sosok Millia yang marah dengan elegan.Tindakan Millia sangat lah kasar,tapi itu pun ia lakukan karena dorongan amarah...Dia pikir,siapa Millia?Dengan entengnya dia menantang nona terpandang itu!... saat ini Nona Debora yang sudah cacat dikurung di dalam mansion sebagai aib keluarga Lutter.Kabar itu pernah menjadi perbincangan panas di daerah Nerkel.Waktu Nyonya Krysi bertanya,Millia mengakuinya alangkah pingsan nya saat itu beliau melihat putrinya yang terus terang mengakui perbuatannya.Keluarga Lutter tak terima,namun mereka bernegoisasi dan keluarga Krysi harus membayar atas pengobatan Debora yang mana sekarang tak diketahui apa ia sudah sembuh atau belum?
Setelah itu semuanya bungkam,Lady Ester ambruk dengan terduduk dan Lady Lady yang lain menolongnya agar tak duduk di lantai.
Millia berbalik tak memperdulikan kesenyapan dan ketakutan yang ia buat tadi sementara tak jauh dari posisi kejadian itu,nampak seorang gadis berprawakan tinggi dan cantik tersenyum puas kemudian ia keluar dari toko dan Millia segera menyusul Carla
Off Flashback
2 hari telah berlalu,Kini mereka sedikit sibuk karena harus mempersiapkan acara pelantikan hunter
Pelantikan?Pfft Nggk,itu cuma akal akal an El aja sih buat Chapternya panjang.
Ups.
Ada beberapa daerah yang melakukan pelantikan untuk seorang hunter tapi ada juga yang tidak,toh pada dasarnya jika ingin jadi hunter kita hanya perlu membutuhkan identitas biasanya berupa kayu ukiran lalu di beri nama dan asal daerah,Dah gitu doang_-...Ntahlah tambah semakin rumit kalau dilihat dari zaman ke zaman
Pagi pagi tadi sekali,Carla pergi keluar Mansion untuk menjahitkan kain Cal.Ia membangunkan Millia yang tertidur lelap setelah semalaman memodifkasi bersama Carla agar kain itu menjadi baju Cal yang nyaman
'Tok,Tok' Bunyi suara pintu diketuk terdengar dari pintu kamar Carla.Carla yang sedang berada di dalam pun membuka nya
Terlihat seorang wanita paruh baya tengah tersenyum dengan membawa sebuah kain yang dilipat di tangannya
"Ada apa bibi?"Tanya Carla
"Nona,Kain yang di jahit sudah jadi"Jawabnya
"Ah~Sudah jadi ya,Aneh sekali padahal Carla baru mengirim kain ini tadi"Iya,Tadi pagi Carla mengajak Millia untuk ke rumah penjahit di sekitar sini,ia ingin dengan segera menjahitkan kain nya.Agak mengherankan karena dalam waktu cepat kain itu sudah jadi,ya~Ini tak merugikan Carla sih...Jadi berhentilah mengoceh!
Sang bibi pelayan hanya tersenyum menanggapinya
"Baiklah bibi,terima kasih"Ucap Carla tersenyum bersamaan dengan Sang bibi yang membungkuk kemudian pergi
Setelah nya,Carla membuka pintu kamar Cal yang saat ini masih enak enak an tidur
"Cal,Bangun!"Carla membuka selimutnya kemudian menoel hidung Carius,Tak lama Cal terbangun karena telinganya begitu sensitif dan pendengarannya tajam,Carla seringkali menggelitikinya.Carla juga membuka jendela kamar sehingga sinar matahari dengan cepat masuk membuat wajah anak kecil yang tengah tertidur itu merasa silau
"Hoahmm,emm?"
"Eh,kakak?"Ia berucap dengan pelan dan ragu saat melihat Sang kakak berada di kamarnya
"Bangun lah Cal,Sini!Kakak mau kamu cobain baju"Pinta Carla yang lebih tepatnya adalah sebuah perintah
"Baju?Ugh,Kenapa harus buat baju sih kak?"Rengek nya dengan cemberut
"Ish.Ini tuh baju buat kamu saat pelantikan dan lagi baju ini nyaman kok"
"Ih,sudah dibilang kan bangun.Jangan Molor!"Carla menarik tangan Cal agar bangun
"Ugh,Hoahm.Mana!Sini baju nya biar Cal coba"Carius pun menyerah dengan bujukan kakaknya kemudian ia mencoba baju itu dengan malas
"...Emm,Kebesaran ya Cal"Terlihat baju itu kebesaran di tubuh anak kecil tersebut
"Iya,Tapi baju nya nyaman kak"
"Ya kan kakak sudah tau baju nya harus seperti apa"
"Nah,Copot!"Perintah Carla dan Cal hanya memajukan bibirnya tapi ia tetap melepas kain yang menempel di tubuh nya
Tanpa banyak bicara,Carla sendiri yang memperbaikinya.Ia menjahit agar baju itu lebih kecil dan pas ditubuh Sang adik.Ntah penjahitnya ngantuk kali` ya waktu menjahit kain Carla...atau penjahit nya memang tak niat?Padahal Carla sudah menjelaskan dengan benar dan jelas
Carla mengambil alat jahit seperti benang dan jarum...kemudian ia mengecilkan dengan melihat ukuran badan Cal
"Cal,kamu mandi sana!"Perintah Carla
"Hum!"Cal membalas dengan cemberut namun ia tetap menuju ruang mandi
"Hm~"Carla bersenandung dengan tangan yang terus sibuk memegang jarum benang
Matanya melihat dengan seksama kain yang sedang dalam pangkuannya saat ini,Bulu matanya terus bergerak mengikuti arah jahitan.Bunyi tapakan kaki pun terdengar dari bawah jendela yang dibuka
Kemudian,Carla melihat ke arah bawah terlihat banyaknya orang orang dan para pelayan yang berlalu lalang.Tak lama,Carla meneruskan kembali kegiatannya dengan tenang namun beberapa waktu kemudian Carla benar benar tertegun saat ada pesawat dari kertas di pangkuannya,lebih tepatnya di atas baju Cal.
Carla melihat ke arah bawah dan disana ia mendapati Lion yang sedang meniup niup pesawat kecil yang terbuat dari kertas,disampingnya ada Millia yang melambaikan tangan dengan senyuman yang terpampang di wajah cantiknya
Mereka...Menerbangkan pesawat itu dan sampai pada Carla yang ada di atas,tentu pesawat itu lewat dari jendela Carla yang dibuka
Carla diam dan masih melihat mereka,saat ini Millia terlihat menepuk kecil bahu Lion
"Pst,sudah,sudah.Pesawatnya sudah sampai!"Ucap Millia yang terdengar samar di telinga Carla dan Lion pun melepaskan pesawat kecil di tangannya
Mereka benar benar lucu,Carla tertawa melihatnya.
"Duh~Mereka ini benar benar menghabisi kertas"Keluh nya
Carla juga melihat di bawah ternyata ada banyak pesawat yang sama namun dengan posisi yang berbeda...nampak mereka berdua mencoba menerbangkan hingga sampai ke Carla tapi sayang nya pesawat pesawat itu tak masuk ke dalam jendela malah jatuh
Millia berbicara dengan mengkode kan kata kata dari gerakan mulutnya dan Carla melihat gerakan bibirnya dengan intens
"A-yo-ke-bi-bi-Nia!"Begitu lah ulas nya.Carla menggeleng kemudian ia menunjukkan baju Cal namun Millia tetap bilang hal yang sama terus menerus,Lion dengan segera menyeret kembarannya yang keras kepala dan menjengkelkan itu.
Carla tersenyum lebar sembari melambaikan tangannya pada Millia yang terlihat enggan untuk diajak pergi namun Lion terlalu kuat sehingga Millia diam diseret namun ekspresinya benar benar lucu untuk dilihat