ELEANOR

ELEANOR
Ketakutan Blic



Blic melihat sebentar jari nya kemudian ia mengangguk.Saat Carla hendak mengambil kain tipis dan juga beberapa tanaman obat untuk menyembuhkan ibunya,Carla tersentak ketika Cal menarik tanganya.Ia sedikit terkejut pasalnya saat ini Cal tengah membawa benda benda yang Carla butuhkan,entah sejak kapan anak kecil itu mengambil semua nya.Mengapa Carla tak menyembuhkan nya dengan sihir?Kalian tau sendiri lah,Blic sangat membenci kaum mengerikan itu terutama yang berhubungan dengan sihir.Menjadi seorang ibu dari anak yang memiliki kekuatan aneh itu saja membuat Blic tak sanggup menahan kenyataan apalagi ia melihat jika anggota tubuhnya disembuhkan oleh sihir yang ia benci.Menurut kalian,Apa reaksinya jika itu terjadi? Carla tak mau membuat luka lagi dalam hati Blic yang belum sembuh.Biarkan Blic menolak kenyataan bahwa Carla berbeda dari manusia umumnya asalkan Blic menganggap Carla sebagai seorang putrinya Ia tak masalah jika dianggap sama seperti manusia pada umumnya toh ia memang lah seorang manusia yang diberi kelebihan.


Carla bukan penyihir.Meski ia memiliki sihir namun itu tak membuatnya berbeda dari kaum manusia


Jangan lupakan!Bahwa ia dibesarkan di lingkungan manusia dan oleh seorang manusia juga.Sihir hitam juga para penyihir jahat yang berasal dari sudut pandang manusia tak ada kaitan nya dengan gadis kecil itu.


Setelah selesai mengobati luka ibu nya,Carla menyuruh Blic untuk duduk saja.Biarkan pekerjaan rumah Carla yang urus.


Carla mulai mengerjakan semuanya dibantu dengan Sang adik.Setelah menyelesaikan semua rutinitas,ia tidur dan mengakhiri hari ini.


Carla terbangun di pagi hari yang lumayan sejuk sehingga membuatnya malas untuk bergerak namun ia tetap harus keluar untuk memetik buah dan sayur di kebun belakang.Tanpa mengeluh dan mengabaikan rasa malasnya,Carla beranjak dari ranjang yang sudah menemaninya selama tidur


Carla memetik semua jenis buah juga sayur yang sudah siap di masak namun saat ia masuk,Carla mendapati ibu nya tengah menggenggam sesuatu sambil bergumam tidak jelas,nampak Sang ibu tengah ketakutan.


"Ibu!Ibu kenapa?Apa ibu sakit?"Tanya Carla yang berjalan sambil meletakkan punggung tanganya di dahi Blic.Tak lupa dengan keranjang buah juga sayur yang tergeletak di atas meja


"Carla,ibu takut.Ibu merasa seakan akan kematian tengah mengincar keluarga kita.Ibu tak mau!Ibu tak mau lagi kehilangan sesuatu yang berharga namun kau tau sendiri saat ibu meminta ayahmu untuk meninggalkan rumah ini,Ayahmu tak mau!Apa yang harus ibu lakukan?Kekhawatiran ibu semakin menjadi jadi"Ujar ibu yang mulai terisak sambil salah satu memegang dadanya dan tangan yang satu lagi memegang tangan Carla


Carla hanya menatap dalam ibunya saat ini


"...Lalu kita harus bagaimana?"Ucap Carla yang sekian lama terdiam


"Ibu...Ibu mau menyusul ayahmu ke daerah barter an nya"Jawab Blic


".....Ayah pasti akan marah"


"Biarkan.Yang penting sekarang keluarga kita akan tetap utuh.Ibu tidak tenang,rasanya setiap hembusan angin malam dan suara binatang yang menemani tidur ibu selama ini membuat ibu merasa sangat tertekan.Padahal ini tidak pernah terjadi,rumah kita tak lagi aman"


"...Baiklah kita akan kesana besok"


"Apa itu benar,nak?"


"Hiks,baguslah kau berpihak padaku"Balas Blic menghapus air mata nya


"Ayo ibu!Kita masak saja dulu atau...Ibu duduk disini saja dan hanya perlu memberikan arahan pada Carla.Hihihi,biar Carla yang masak pagi ini"Kata Carla sambil cekikikan,Blic tersenyum hangat menanggapinya.Dan ini adalah pertama kalinya Blic tersenyum pada Carla,tentu hal itu membuat Carla mematung terkejut sekaligus heran.Tumben?


"Ya~tidak ada salahnya.Kamu adalah anak gadis yang sudah berusia 10 tahun,kamu juga bukan gadis kecil yang kekanakan jadi ibu rasa memang sudah seharusnya kamu belajar memasak.Apalagi kamu harus tau macam macam bumbu dan masakan dari berbagai daerah di seluruh penjuru dunia.Kamu pasti akan terkejut nak meski ibu tak sepaham itu tentang makanan dari daerah yang jauh akan tetapi ibu sedikit tau beberapa makanan yang diolah di daerah sekitaran desa ibu dulu "


Carla tersenyum begitu cerah mendengar perkataan ibu nya


"Nah,baiklah.Bagaimana kalau kita mulai dari sup?"Saran Blic sambil melihat keranjang yang berisi buah dan sayur tadi


Carla mengangguk,pagi itu sungguh hal membahagiakan bagi gadis kecil berumur 10 tahun,bagaimana tidak?Ia memasak bersama ibu nya,sebuah situasi yang pernah ia pikirkan namun tau takkan pernah terjadi.Blic menurunkan sedikit ego nya dan melupakan sejenak rasa sakit nya di masa lampau hingga hari ini ia bisa berdekatan dengan seorang putri dari wanita yang ia benci dari relung hatinya yang terdalam.


(Habis ini kisah nya Blic ya😉)


Mengapa Blic begitu membenci Arne?Mari kita balik ke beberapa tahun silam!


POV Blic


Blic Arrge,Aku adalah seorang putri dari kepala desa di desa ku.Aku di didik sebagaimana menjadi wanita terpelajar.Menyulam,menjahit,memasak,berdandan yang keluarga ku ajarkan pada ku termasuk dalam hal tata krama


Aku mempunyai dua orang kakak laki laki yang berprofesi sebagai pemburu.Kehidupan ku tak mudah karena dari awal aku tidak di didik untuk menjadi seorang pemburu,menggunakan senjata pun aku tak bisa.Keluarga ku lengkap tak seperti kebanyakan orang,dan mereka menyayangi ku ,aku selalu menganggap bahwa desa ku aman dan tentram hingga sebelum tragedi berdarah itu tiba


Sangat sederhana ceritanya,namun itu lah yang aku alami.Saat menjelang malam,para hewan peternakan ribut ntah karena apa,bahkan kuda kuda meringkik ketakutan dan kejadian itu membuat kakak ku harus menenangkan kuda nya dan beberapa warga yang mengejar hewan peternakan,namun kejadian itu masih ku tanggapi dengan tenang hingga terdengar auman dari arah timur,tentu hal itu membuat yang lain ketakutan.'Monster' telah muncul dari arah timur.Ayahku yang bertanggung jawab sebagai kepala desa segera memerintahkan menutup pagar setinggi 15 meter namun tentu saja bahaya lebih besar dari yang diduga,tanpa mereka sadari ada satu siluman yang sudah memasuki desa menggunakan wujud manusia dan itu juga baru aku sadari saat sudah terlambat.Siluman itu masuk dan berbaur dengan para warga.


Karena melihat tak ada monster yang berukuran setinggi 15 meter atau bahkan lebih membuat kami sekeluarga bernapas lega,namun hal itu tak berlangsung lama.Ketakutan mulai melanda saat melihat monster monster itu manjat saling memanjat ke tubuh monster lain,mereka bekerja sama,itu hal yang aneh.Sungguh!!!


"A-Apa ini?Bukankah di buku tertulis bahwa monster adalah makhluk tak berakal lalu mengapa mereka bisa saling membahu seperti itu?"Pikir ku yang mulai kacau