
"Hiks..Hiks"Yaa~ itu adalah tangisan Carla yang tertahan.Ia meringkuk gemetar dan ketakutan
"Kakak"Panggil Cal lirih.Carla mendongak dan mendapati Sang adik tengah melihatnya dengan tatapan sendu.
Mereka mendengar semua nya.Mereka mendengarnya.
Carla menunduk seperti semula.Tangisan nya ia tahan rapat,padahal tadi ia tidak berniat untuk menangis namun kata demi kata sungguh menggores hati kecilnya.Cal tidak sanggup melihat kakak nya terisak seperti ini.
Jujur,Dari tadi Cal menutup telinga Carla yang menangis sementara dirinya hanya diam dengan berjongkok
"...Maaf Cal.Karena kakak kamu jadi mendengarkan perdebatan ayah dan ibu"Ucap Carla
Cal tersenyum lembut menatap kakaknya,tangan mungilnya memeluk erat badan Sang kakak.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat,malam mulai tiba.Mereka tertidur dengan saling bersandar satu sama lain
.......
.......
.......
"Tuan.Cahaya terang mulai terlihat di langit,tepat nya di hutan synántisi"Ucap seorang laki laki sambil menunduk
"Begitu ya,Aku sudah tau.Relia sudah bilang pada ku.Sayang sekali cacing cacing itu tak mampu untuk membunuh salah satu keluarganya,padahal aku sudah menyuruh Relia untuk meletakkan nya disitu"
"Apa perintah selanjutnya tuan?"
"...Suruh Netence bergerak!Sudah cukup lama ia bersantai"
"Baik."
"Tunggu!Biar aku saja yang menemui nya"Ucap seorang wanita yang tiba tiba datang dan masuk ke percakapan
"Kau?"
"Iya,aku.Apa kau sudah lupa dengan ku Horald?"
"Tidak"Jawab nya cuek
"Tuan...Tolong izinkan saya saja yang menemui Netence"
"...Kau mendapatkan izinku"
"Terimakasih"Ucap wanita itu kemudian bergerak entah kemana
Mereka berkomunikasi menggunakan bahasa kuno,namun bukan berarti mereka tidak mengerti bahasa yang digunakan para manusia.
...•...
...•...
"Ara Ara~Lama tak jumpa"Ucap seorang wanita berbalut kain berwarna biru.Wanita itu tengah mempercantik kuku nya
"Aih...Tak kusangka kau bisa tau,padahal aku berniat mengejutkan mu dengan kedatanganku"Kata wanita lain yang sedang bersandar didekat jendela
"Tentu,meski berbaur dengan manusia tapi itu tak membuatku tumpul "
"Ternyata tebakan ku salah ya?aku kira kau tak akan mengenaliku mengingat sudah 7 tahun kau bersantai disini.Omong omong...Kau berada di daerah yang sangat jauh ya"
".....Berhenti basa basi.Tidak mungkin kan kau kesini hanya untuk mengatakan rindu.Beliau ingin aku melakukan apa?"
"Emm...Ahaa,kau sudah tau ya.Tapi itu tidak sepenuhnya benar karena aku kesini juga atas dasar rindu kepadamu...Apa kau tidak merindukanku Netence?"
"Rindu.Aku rindu padamu"Wanita yang bernama Netence itu membalikkan badan dan memeluk erat wanita yang berbicara dengan nya.Mereka saling berpelukan melepas kerinduan yang mendalam dari sekian lama
"Oh ya,Netence.Aku tidak akan banyak bicara dan langsung ke intinya.Tuan ingin kau bergerak"
"Sudah waktunya ya"Balasnya sambil meringis
"Aku akan menyelesaikan secepatnya,kau tinggal lah disini Rycanse,Kembaranku"Ucap nya lagi kemudian berjalan menjauhi wanita yang tak lain adalah saudara kembarnya
.......
.......
.......
Pagi hari nya,Carla segera ke dapur untuk membantu ibu nya memasak seperti biasa.
Setelah selesai makan,Carla dan Cal bersantai santai di pohon.Ia melihat ayahnya yang tengah bersiap siap,ntah mau kemana.
"Ayah.Ayah mau kemana?"Tanya Carla
Sang ayah menoleh sebentar pada putrinya
"Ayah akan barter lagi"
"Ah...Lalu kapan ayah akan pulang?"Collyn menggeleng tidak tau
"Akan ayah usahakan secepatnya"Jawabnya sambil mengelus rambut Carla
Carla menoleh ke arah kereta kuda."Ayah,apa ayah tidak membawa kereta kuda?"
"Tidak"
"...Ayah kembali dengan selamat saja,Carla sudah senang"Jawab Carla sambil tersenyum manis
"Ohohoho,Bagus~.Lalu adikmu?coba kau tanyai"Carla menoleh melihat adiknya yang kini duduk bersandar sambil memegang buku dengan tenang
"Cal!!!"Teriak Carla yang malas pergi ke arah adiknya
Carius menoleh dan mendapati Sang kakak tengah melambaikan tangan ke arahnya.Cal pun segera menuju kakaknya
"Ada apa kak?"
"Cal,nak.Kamu mau di belikan buah tangan apa?"Tanya Sang ayah
Cal nampak sangat serius memikirkan nya."Emm...Emmm.......Em,Cal mau...kue dan permen"
"Itu saja?"Tanya Collyn
"Iya"Jawab Cal yang sudah mantap
"Baiklah.Lalu Carla,kamu beneran tidak mau buah tangan apapun?"
"Tidak usah ayah"Jawab nya sambil menggeleng
"...Kau,hati hati lah"Ucap Blic singkat pada Collyn.Nampaknya mereka benar benar canggung
Setelah percakapan itu,Carla hanya melihat ayah nya yang sudah berlari menjauh.Cal pun juga sudah balik ke tempat awal nya,Carla menyusul adiknya.
"Kakak.Cal tau mau tanya,monster yang kakak lawan, itu monster seperti apa?"
"Ah....Cal mau tau?"
Carius mengangguk semangat
"...Berbentuk cacing yang besar dan jumlah nya ada banyak"Jawab Carla singkat
"Oh...em...Apa kakak takut saat akan melawan nya?"
"...Iya"
"Jika kakak takut,berarti memang menyeramkan ya pasalnya saja tumbuhan yang bergerak waktu itu saja sudah seram"Carla tersenyum melihat adiknya yang sibuk sendiri dengan pikiran nya
"Cal,kakak mau menjemurkan pakaian dulu ya"
"Ish...Jangan lah kak,padahal Cal mau bercerita tentang buku ini supaya kakak juga tau"
"Yasudah kamu cerita aja sambil kakak menjemur"
"Tapi nantinya kakak nggak akan dengerin kan"
"Didengerin kok"
Cal cemberut dengan mematut wajahnya.
"Ayo Cal!Bukankah kamu ingin menceritakan sesuatu pada kakak?"Ajak Carla yang sudah berdiri dan hendak berjalan.Cal membuntuti dari belakang.
Carla dengan tenang juga gesit mengerjakan pekerjaan nya sementara Cal bercerita panjang lebar pada Sang kakak.
Carla mendengarkan,iya~Dia mendengarkan dengan seksama.Seringkali ia tertawa karena mendengarkan celotehan Cal yang tak berujung.
.......
.......
.......
Cahaya terang menyilaukan muncul dari ufuk timur,Sudah saat nya ketiga orang yang berada dirumah itu bangun.
Carla segera bangun dan membasuh muka nya kemudian seperti biasa ia akan melakukan aktivitas yang sama.Setelah selesai memasak,Carla selalu membangunkan Cal dan mereka makan bersama
'Tap,Tap,Tap'Derap langkah kaki menuju sebuah ruangan diikuti dengan derapan langkah kaki di belakang nya.
"Kakk!!!Kakak mau kemana?"Tanya Cal sambil mengejar kakaknya
"Em...Kakak mau ke ruang senjata,Cal.Mau ikut?"
Cal mengangguk antusias.
Saat sudah sampai,Carla membersihkan ruangan itu terlebih dahulu,kemudian ia termenung sejenak memikirkan sesuatu.
Carla mengambil sebuah benda yang berukuran kecil seperti permata indah berwarna persis seperti mata Sang adik.Ya~Itu adalah inti sihir dari barter daerah Nerkel.Carla memintanya dari Sang ayah,karena sungguh ia tertarik dengan inti sihir yang satu ini.
"Wahh...Indah nya~,apa itu inti sihir kak?"Tanya Cal dengan mata berbinar menatap benda berkilau itu
"Iya...Cal suka?"
"Suka"
"Baiklah,kalau begitu...Mana pedang Cal?Kakak ingat,kamu belum menyelesaikan pedang itu kan"Ujar Carla mengingat ingat