
Carla sedikit heran.
'Kereta kuda siapa itu?Lalu jika yang dibawa ayah adalah hasil barteran lalu mengapa membawanya ke kerata kuda yang asing'Batin Carla bertanya tanya,ya bagaimana lagi~?tentu Carla heran karena mereka berdua kemari hanya dengan berlari lalu kereta kuda itu untuk apa?
Collyn yang melihat putrinya menuju ke arah nya pun segera melambaikan tangan
"Nak,Sudah bangun?"
Carla mengangguk,kemudian Carla melihat sekelilingnya
"Ayah,apa perlu Carla bantu bawa ke kereta kuda?"Tanya Carla
Collyn tersenyum hangat,kemudian ia berkata "Yasudah.tolong ya,nak"
Carla pun membawakan hasil barter mereka,Ia melihat lihat.Ternyata disana ada sejumlah daging ayam!Tidak,itu hanya daging biasa tak ada unsur monster disana.Para makhluk hitam itu hanya diambil inti sihirnya saja namun tidak dengan dagingnya...Ya manusia juga tak mungkin kan memakan daging dari makhluk tak punya akal itu
Lalu...Carla menoleh dan menatap nya lekat saat ia membawa sebuah benda yang nampak indah namun terbalut dengan aura hitam yang kental,ya benda itu tidak lain dan tidak bukan adalah inti sihir atau biasa juga disebut dengan jantung para monster.
"Indahnya~Warna nya seperti warna mata Cal" Jujur saja,Carla sedikit tertarik dengan inti sihir tersebut.Mungkin karena warna nya mirip dengan warna mata adiknya?
Carla sungguh tidak memalingkan tatapan nya dari inti sihir itu,tentu karena inti tersebut sangat indah seperti sebuah permata berukuran kecil namun meski sangat indah,manusia tidak mampu mengolahnya menjadi benda yang lebih baik.Untung saja dahulu ada yang menemukan ide untuk membuat inti sihir tersebut menjadi hiasan senjata sehingga saat ini senjata senjata yang mempunyai hiasan inti sihir dari monster memang sangat kuat dan kokoh karena senjata tersebut menjadi terselimuti dengan aura hitam atau tidak lain adalah sihir yang mereka benci namun ada yang para manusia itu tidak ketahui bahwa senjata yang dihiasi inti tersebut sama saja dengan terkutuk dan akan membuat pemegang senjata tersebut menjadi gila seiring waktu bahkan kematian juga tak luput dari akibat nya.Bahkan karena senjata yang kokoh itu pula banyak para manusia yang mampu membelah kulit monster yang nyatanya keras.Dulu saat masih hanya sebuah senjata biasa,Para manusia tidak akan bisa melawan monster dan siluman,mereka hanya harus mengulur waktu dan kabur tanpa melawan kaum mengerikan seperti itu.Oleh karena itu saat para manusia tau bahwa senjata menjadi sangat kuat setelah dihiasi inti sihir,banyak manusia yang berbondong bondong untuk membuat senjata dihiasi dengan jantung monster tersebut karena manusia menganggap itu adalah peluang yang besar dan kemajuan untuk kaum mereka...Dan darisanalah dimulai nya kata 'pemburu monster' itu mulai ada hingga sekarang
Carla menatap lekat pada benda itu kemudian ia tersenyum seperti melihat hal yang unik.
Sungguh merasa miris pada nasib para manusia itu,mereka tidak tau bahwa senjata yang digunakan sebagai alat bertahan hidup justru memiliki sihir yang menggerogoti mereka luar dalam.Dunia nyata tanpa sihir benar benar akan dilahap oleh dunia fantasi.
Tak mau berlama lama memandangi inti monster tersebut,Carla segera meletakkan nya,lalu ia berjalan lagi untuk membawa barang selanjutnya.
Saat sudah selesai,Carla ingin mencari Millia dan Lion sebentar untuk pamit dan lagi Carla harus bilang pada Millia bahwa bajunya Carla keringkan di balkon.
Namun gerakan nya terhenti tatkala mendengar suara Millia yang memanggilnya
"Carlaaa!"Panggil Millia dengan membawa sebuah kotak berukuran sedang di tangan nya yang Carla tidak tau apa isinya
Carla menoleh
"Ada apa Mil?Jangan berteriak seperti itu!Carla dengar kok"Balas Carla menghampiri Millia
"Hehehe,ku pikir kamu tidak dengar"
"hmm...Lalu kenapa kamu memanggil Carla tergopoh gopoh seperti itu?"
"Ah...Aku hanya tidak menyangka kamu akan pulang secepat ini,padahal malam tadi kita masih bersama.Aku dengan cepat turun dari kamar karena mendengar kamu akan pulang,aku takut kalau kamu sudah pulang tadi"Ucap Millia,terlihat ia sedih
Carla tertawa geli
"Hihihi,Bagaimana Carla pulang?Sementara Carla belum berpamitan pada kawan Carla ini"
"Benarkah?Aku senang sekali kalau gitu"
"Ahh...Ini,Ini hadiah"
"Hadiah?Apa hari ini hari lahir Millia?Atau Millia sedang menyiapkan hadiah untuk seseorang?"
"Yang pertama salah,dan yang kedua benar"
"Eh?Kamu menyiapkan hadiah?untuk siapa?"
"Hehehe.Carla,nih untuk adikmu yang katanya hari lahirnya sebentar lagi kan?bilang aja dari Millia,Si cantik dari keluarga Krysi.Oh ya dan...Salam kenal meski tak saling tau"Ujar Millia sambil memberikan hadiah untuk Cal sambil tersenyum begitu lembut.
Carla terkejut karena ia tidak pernah berpikir bahwa Millia akan memberi hadiah untuk adiknya.Carla senang,ia membalas senyuman Millia
"Oh ya,kalau dari Lion...Tolong jangan tersinggung ya Carla,anak itu memang nggak mungkin memberikan hadiah bahkan aku saja tidak pernah diberi hadiah.Andai saja sifatnya semanis wajahnya ,aku pasti bahagia menjadi kembaran nya"Bisik Millia yang menggerutu atas sikap menjengkelkan kembarannya itu
"Ah...Tidak apa apa kok,Cal pasti senang nanti.Terimakasih ya,Mil"Ucap Carla merangkul Millia
"Sama sama...Nanti kamu harus kesini lagi ya dan jangan lupakan aku!"Titah Millia yang benar benar tidak bisa ditolak
Carla pun mengangguk,tak lupa juga Carla bilang pada Millia tentang baju yang Carla pinjam meski Millia memperbolehkan Carla untuk membawa pulang tapi untuk apa baju seperti itu?Toh Carla tidak akan kemana mana,dan lagi ia masih sedikit tidak nyaman dengan baju seperti itu pada akhirnya Carla tidak membawa nya
Carla melihat ayahnya yang saat ini berpamitan dengan paman Gavin dan paman Gio.Carla menunggu sampai omongan kedua nya berhenti.Carla mendekat ke arah mereka,lalu bertanya pada Sang ayah.
"Ayah,itu kereta kuda siapa?Apa kita akan pulang dengan menaikinya?"Tanya Carla
"Iya benar nak,kita akan pulang dengan naik kereta kuda,paman Gavin telah memberikanya untuk kita"
Carla mengangguk mengerti
Kemudia Collyn naik untuk mengendarai kereta kuda nya sementara Carla naik dan duduk di belakang namun Millia menghentikan nya
"?"
"Ah...Ini!"Millia memberikan sebuh gelang pada Carla sebelum ia duduk dengan tenang di kereta kuda nya
"Aku...Ingin memberikan ini sebelum Carla benar benar pergi,aku tidak tau kapan kita akan bertemu lagi jadi aku harap aku dan kamu memiliki kenang kenangan dengan mempunyai benda yang sama..hehehe mungkin sebagai ikatan hubungan pertemanan.Terimakasih atas semuanya Carla"Ucap Millia tulus,bagaimana pun juga Carla adalah teman pertamanya
"Hihihi,Carla juga berterimakasih banyak karena Millia dan Lion membuat Carla betah tinggal disini.Semoga kita bisa bertemu dalam waktu singkat dan lagi...Apa Millia tidak mau memakaikan gelang ini ke Carla?"
"Ah!Carla serius?"Tanya Millia,ia memang ingin memasangkan gelang itu pada tangan Carla namun ia urungkan karena mungkin itu adalah tindakan kurang ajar
"Iya"
Kemudian tanpa malu malu,Millia memakaikan gelang itu pada Carla,begitupn Carla yang memakaikannya pada Millia
"Millia,teruslah seperti ini dan jangan berubah seperti yang awal.Carla senang melihatmu yang sekarang"Ucap Carla mengakhiri kemudian ia melambaikan tangan pada Millia seraya kereta kudanya yang juga mulai menjauh