ELEANOR

ELEANOR
Aneh dan takut



"Kak.Kakak!"


Suara terdengar samar di telinga Carla bersamaan dengan angin yang berhembus.


"KAKAK!!!"


Carla terkejut mendegar teriakan adik nya.


Carla terbangun dari pikiran masa lalu nya


"ah...iya cal?"


"Kakak.Kakak,kenapa bengong?Dari tadi Cal panggil tapi kakak tidak menjawab nya"Tanya Cal.Ia saat ini sedang cemberut,ntahlah apa yang di pikirkan Carla sampai panggilan Cal diabaikan begitu lama.


"Oh,Maaf Cal.Kakak hanya mengingat sesuatu yang pernah terjadi di masa lalu."Ucap Carla dengan tenang menjawab pertanyaan sang adik


Cal pun melihat intens mata Carla kemudian Cal menghela napas.


"Huft...tidak perlu memikirkan hal lain lagi kak.Oh ya,kak Ayo mencoba seperti itu lagi di tanaman lain nya"Ajak Cal begitu bersemangat


Carla mengangguk.Ia juga begitu bersemangat melihat apa lagi yang ia bisa dengan kekuatan nya ini.


Cal mulai berjalan dan menunjuk ke arah tanaman lain.Carla hanya mengikuti adik nya dari belakang.


Carla juga melakukan hal yang sama seperti saat ia menumbuhkan tanaman.


Dan yaa,hal itu berhasil dicoba berkali kali di macam macam tanaman.


Cal yang melihat hal itu pun sangat girang.Ia lantas melihat kakak nya dengaan tatapan seperti menemukan harta berharga yang harus dijaga.Carla yang mengerti dengan tatapan Cal pun hanya bisa tersenyum dan mengangguk anggukkan kepala nya.


Setelah selesai melakukan nya pada semua tanaman.Mereka berdua masuk rumah dengan riang gembira.


Saat malam tiba seperti biasa mereka makan malam dan langsung tidur.Tapi Carla selalu tak lupa untuk membaca kan dongeng sebelum tidur pada adik kesayangan nya itu.


.......


.......


.......


Saat ini matahari mulai terbit.Setelah selesai membantu sang ibu memasak Mereka bertiga mulai akan pergi ke danau.


Carla heran,bukan kah ia selalu berangkat pergi ke danau di waktu yang seperti ini.Tapi ntah kenapa hari itu matahari mulai terbit lebih awal,menunjukkan sinar nya.


'Apa karena pergantian musim yaaa,jadi nya sangat panas saat ini?' pikir Carla


"Nampak nya musim panas akan segera tiba"Kata Carla lirih


Mereka mulai berjalan ke danau.


Di perjalanan nya Carla selalu melihat lihat sekitaran hutan.Ia merasa seperti ada yang sedikit berbeda dengan hutan ini.Sepanjang perjalanan menuju danau,Carla melihat banyak sekali bunga bunga yang mulai besar.Entah kenapa Carla berfirasat akan ada hal yang terjadi disini.Dihutan ini.


Mereka bertiga telah sampai di danau.Carla dan Blic selalu mencuci pakaian dan mengisi wadah air terlebih dahulu sebelum mandi.


Carla duduk di batu yang ada di pinggiran danau.Ia mencelupkan kakinya ke air danau.


Carla mulai mendongak melihat daun daun pohon di atas,Ia menatap sendu ke arah nya.Saat sinar matahari mulai mengenai mata Carla yang saat ini mendongak,Carla segera mengangkat tangan nya dan berusaha menampik Cahaya itu agar tidak silau di mata.Bunyi bunyi khas suara pohon terdengar begitu memenenuhi area ini.


Selama 8 tahun,ia berkeliaran di danau untuk mandi.Tak pernah Carla dapatkan serangan monster disini.


Mungkin... monster atau siluman itu tinggal di area yang jauh lebih dalam di dalam hutan ini.


Setelah lama duduk di batu,Carla mulai melepaskan pakaian dan berendam bersama ibu dan adik nya.


"Huft...hah,lega sekali.Panas panas gini berendam memang terbaik ya"Ucap Carla.Ia merileks kan tubuh nya dengan berendam


Cal mengangguk antusias mendengar ucapan Carla.


Mereka terdiam menikmati mandi nya dengan tenang.


Setelah selesai menyelesaikan mandinya.Mereka bertiga mulai pergi dari danau.


Di perjalanan pulang Carla selalu merasa aneh,Seolah olah ada yang bergerak di sekitar tanaman dan menimbulkan suara yang sangat kecil.Cal juga menyadari hal itu,karena sedari kecil pendengaran nya memang sensitif terhadap suara.Ia menyadari kegelisahan sang kakak.


Carla pun berhenti dari jalan nya.Ia diam dan sedang fokus mencari arah suara yang tepat.Tapi ketika ia tepat berhenti suara itu juga berhenti.


Cal menyadari kegundahan sang kakak.Ia pun juga ikut berhenti dan menoleh ke Carla saat ini.


"Ada apa kak?"Tanya Cal melihat sang kakak


"...Oh tidak,tidak ada.Ayo kita teruskan jalan nya"Kata Carla yang mulai berjalan lagi


Cal mengangguk,ia pun juga mulai berjalan.


Suara itu terdengar lagi,kini Carla memilih tidak berhenti.Ia menoleh pada sang adik memberikan kode agar mempercepat jalan.Carla sudah merasakan firasat bahaya.Cal yang mengerti tatapan kakak nya itu pun mengangguk.Meski Carla saat ini membawa tongkat untuk dijadikan senjata,tapi ia memilih jalan aman saja daripada melawan secara gegabah.Carla pun menggenggam tangan sang ibu.


Blic yang merasa tanganya digenggam pun terkejut.Blic tidak merasa ada yang aneh,ia tidak mendengar suara suara yang didengar oleh Carla dan Cal.Mungkin karena suara pohon pohon disana lebih kencang daripada suara gemerisik tidak jelas itu.


Carla saat ini takut,Ia sampai berkeringat memegang tangan ibu nya.Carla sudah tau jelas suara ini berasal dari dekat mereka lebih tepat nya dari sepanjang jalan ini.


"Jalan Cepat."Hanya dua kata yang Carla sampai kan dari gerakan bibirnya pada sang ibu dengan tidak mengeluarkan suara.


Blic yang mengerti hal itu pun hanya mengikuti yang dibilang Carla.Lalu Carla mulai menggandeng tangan sang adik.


Di hitungan ke tiga mereka bertiga mulai jalan lebih cepat dari yang tadi.Carla hanya fokus pada jalan di depan nya,ia tidak mau mendengarkan suara suara itu lagi.Carla merasa saat ini sedang terncam,Ia merasa jika Carla berhenti lagi meski sejenak atau pun lari maka sudah dipastikan akan ada hal mengerikan terjadi saat ini


Sesungguh nya Carla tidak tau apa suara suara itu berasal dari monster atau apa.Yang pasti ia tau suara itu ada didekat mereka saat ini.Ia hanya berpikir untuk segera pulang.


Saat melihat area rumah nya sudah kelihatan,Carla langsung menampilkan wajah yang gembira.


Setelah sampai di rumah.Carla,Blic dan Cal terduduk sembari mengatur ritme pernapasan,karena biasanya mereka akan santai dalam perjalanan.


Saat ini mereka benar benar capek berjalan dengan tergesa gesa untuk segera pulang.Ditambah dengan rasa ketakutan yang tinggi dan cuaca yang panas membuat ketiga nya ingin segera minum melepas dahaga.


Sang ayah yang baru keluar dari ruang persenjataan pun terkejut sekaligus heran melihat ketiga nya tepar di halaman rumah.